Iseng Sebar SMS Ancaman Bom, Pria Ini Dibui 10 Bulan

0 333

Heibogor.com – Seiring dengan kemajuan Informasi dan Teknologi (IT), sebagai pengguna seharusnya kita bisa lebih pandai memanfaatkannya. Meski niatnya hanya iseng, hal tersebut bisa saja berujung penjara karena mentransmisi pesan ancaman.

Seperti yang dilansir dari detik.com, Ricky Sanjaya (42), warga Tanah Sereal, Kota Bogor ini harus berurusan dengan polisi, hanya karena keisengannya menyebarkan SMS ancaman bom. Awalnya Ricky menemukan sebuah SIM card di trotoar Jalan Sukasari, 15 Desember 2014 lalu.

Kemudian ia memasukkan SIM card itu ke HPnya dan mengirim SMS ke mantan istrinya tapi tidak dibalas. Karena tidak dibalas satu pun oleh istrinya, ia pun mulai dongkol. Keesokan harinya, Ricky membaca koran lokal setempat yang di bagian atas terdapat nomor telepon bagian marketing.

Ricky lalu iseng mengirim SMS yang berbunyi “Saya anggota isis jrh akan ramai bomm di thn baru botani btm stin bogor,”Ricky pun mengirim ulang SMS ancaman yang sama di malam harinya, ke nomor marketing koran tersebut. Selain itu ia juga mengirim ancaman lewat SMS, jika Stasiun Bogor akan dibom. SMS ancaman ini lalu diceritakan kepada Erlya.

Erlya pun menegur dan mengingatkan Ricky, untuk tidak mengirim SMS seperti itu karena beresiko tinggi. Dengan santainya Ricky menjawab “Iseng ha…ha…ha…,” jawabnya. Keesokan harinya, penerima SMS ini lalu melaporkannya ke pihak kepolisian.

Polisi lalu segera bertindak cepat dan melacak siapa pemilik SIM card tersebut yaitu atas nama Usye. Polisi lalu memintai keterangan Usye, lalu Usye menerangkan SIM card-nya hilang awal Desember. Mabes Polri kemudian melacak SMS yang terkirim dari SIM card tersebut, sehingga terendus jejak Ricky dan pria kelahiran 2 Juni 1972 itu berhasil dibekuk polisi. Ricky lalu diproses secara hukum.

Atas perbuatannya, Ricky lalu diadili dan didakwa dengan Pasal 27 ayat 4 jo Pasal 45 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam persidangan terungkap jika maksud Ricky mengirim SMS ancama bom tersebut, agar masyarakat Bogor resah dan tidak bisa jalan-jalan ke mal, termasuk mantan istrinya. Sebab ia cemburu dengan mantan istrinya tersebut.

“Dengan ancaman SMS terror bom ini, Rikcy berharap mantan istrinya merasa ketakutan dan membatalkan niatnya untuk jalan-jalan di malam tahun baru dengan pria lain atau pacarnya,” ujar majelis hakim yang diketuai Edy Pramono dengan anggota Rosana Kesuma Hidayah dan Arif Hadi Saputra, Senin (18/01/16).

Atas keisengan ini, Ricky mau tidak mau harus menerima hukuman yang setimpal. Dalam pertimbangannya, majelis hakim menilai hal yang meringankan Ricky yaitu sopan di persidangan dan mengakui perbuatannya serta menyesalinya. Adapun yang memberatkan yaitu SMS tersebut meresahkan masyarakat.

“Menjatuhkan pidana 10 bulan,” putus majelis hakim dengan suara bulat. Hukuman ini lebih ringan dari permintaan jaksa yang menuntut Ricky dipenjara selama 18 bulan. Soal iseng-iseng SMS berbahaya ini bukan yang pertama yang masuk pengadilan. Sebelumnya di Bangkalan, Jawa Timur, Abdullah (39) mengirim SMS ancaman bom ke BRI Bangkalan.

Selain BRI Bangkalan juga akan meledak bom di Mal Bangkalan. “Saya tidak main-main, akan meledakkan bom yang telah kami rencanakan sebelumnya. Tunggu saja. Bangkalan akan banjir darah,” kata Abdullah dalam SMSnya tertanggal 15 Maret 2013.

Lalu apa alasan Abdullah mengirimkan SMS itu? Pangkalnya sederhana yaitu Abdullah kecewa tidak mendapat undian Simpedes BRI. Alhasil, Abdullah harus meringkuk di penjara selama 1 tahun sesuai putusan pengadilan setempat.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.