UKS Upaya Promosi Kesehatan Warga Sekolah

Evaluasi Keberadaan UKS di Kota Bogor

0 40

Heibogor.com – Keberadaan unit usaha sekolah/madrasah (UKS/M) sangat penting tidak hanya pada masa pandemi Covid-19 saja. Bahkan saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merevitalisasi keberadaan UKS/M. Seperti apa?

Pemkot Bogor dalam merevitalisasi UKS/M ini mengacu pada aturan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Tujuannya tak lain ntuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, kuat, dan cerdas berkarakter. Nah. untuk mewujudkan ini tentunya Pemkot tak sendiri, tapi mengajak seluruh pemangku kepentingan bergotong royong untuk merevitalisasi UKS sebagai upaya promosi kesehatan warga sekolah.

Dimulainya kembali pembelajaran tatap muka (PTM), satuan pendidikan harus memperhatikan kembali kondisi kesehatan anak. Sebab syarat utama anak-anak bisa belajar dengan optimal, apalagi dengan merdeka, adalah kesehatan dan kecukupan gizi.

Makanya Pemkot Bogor memprioritas tiga hal untuk mewujudkan sekolah sehat, yakni sehat bergizi, sehat fisik, dan sehat imunisasi. Sehat bergizi diperoleh dengan memberikan pemahaman gizi seimbang melalui ‘isi piringku’ dengan pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang dan menghindari/meminimalisir konsumsi makanan cepat saji, makanan/minuman yang berpemanis, berpengawet, kurang serat, tinggi gula, garam, dan lemak dan membentuk kantin sehat.

Selain itu, untuk mencapai sehat fisik maka ada beberapa pembiasaan yang harus dilakukan, misalnya melakukan senam kesegaran jasmani (SKJ) seminggu sekali, melakukan gerakan peregangan saat pergantian jam pelajaran, optimalisasi lompat, lari, lempar, loncat (4L) melalui permainan rakyat dan olahraga tradisional pada jam istirahat, optimalisasi intrakurikuler dan ekstrakurikuler olahraga, serta dengan melakukan pembiasaan jalan kaki.

Pada sehat imunisasi, ada tiga hal yang bisa dilakukan yaitu pemetaan status imunisasi, pemberian rekomendasi, dan pelaksanaan imunisasi dasar lengkap bagi usia sekolah. Nah, untuk mewujudkan revitalisasi UKS melalui sekolah sehat, ada lima sasaran yang terlibat yaitu SD di Kota Bogor, pendidik dan tenaga kependidikan, tim pembina dan pelaksana UKS, orang tua, serta masyarakat. Gerakan sekolah sehat ini akan dimulai dari jenjang SD untuk kemudian berkembang ke jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan sederajat.

‘’Makanya peran UKS/M harus terus digenjot agar lebih maksimal lagi,’’ kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat membuka rapat koordinasi dan penguatan Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Ole Suites Hotel, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Selasa (30/8/22).

Rakor ini bagian dari upaya mewujudkan generasi sehat dan berkarakter. Terutama di masa pandemi Covid-19, peran Tim Pembina UKS/M menjadi penting untuk mengawal kesehatan siswa siswi di sekolah. Rakor ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nomor 7 Tahun 2022 Tentang diskresi pelaksanaan keputusan bersama empat menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19.

Untuk itu, saat membuka rakor, Dedie mengingatkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Paling utamanya soal kesehatan siswa siswi di sekolah. Bagaimana memastikan gizi dari pangan mereka tercukupi dengan baik. “Penelitian pernah menyebut bahwa orang Bogor tidak senang makan buah dan sayur, protein, hal itu yang seharusnya diawasi dan dijaga agar terhindar dari penyakit-penyakit,” kata Dedie.

Tak hanya soal gizi, peran Tim Pembina UKS/M juga untuk mengajak seluruh siswa dan siswa sekolah atau madrasah untuk rajin berolahraga. Olahraga, kata Dedie, adalah salah satu upaya untuk pencegahan berbagai penyakit. Program UKS/M merupakan upaya satuan pendidikan dalam menanamkan, menumbuhkan mengembangkan serta meningkatkan kemampuan sehat dengan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta derajat kesehatan peserta didik melalui pelaksanaan UKS.

“Visinya untuk mewujudkan sekolah sehat nyaman dan berprestasi di Kota Bogor. Tentu dengan misi menerapkan manajemen program UKS/M kota Bogor secara konsisten dan berkesinambungan,” sambungnya. Terakhir, mengoptimalkan pelaksanaan Trias UKS.

Trias UKS ini meliputi pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Dari ketiga program tersebut yang lebih efektif adalah penyelenggaraan pendidikan kesehatan, karena waktu yang paling banyak dimiliki peserta didik adalah waktu yang ekstrakurikuler dapat digunakan sebagai penunjang. (Advertorial)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.