Kunker ke Blok F Trade Center Komisi XI DPR RI Ingin Perekonomian Pasar Tradisional Tumbuh dan Eksis

0 137

Heibogor.com – Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Pasar Kebon Kembang Blok F Trade Center, Jalan Dewi Sartika, Kota Bogor, Jumat (23/9/22) diterima langsung Wali Kota Bogor, Bima Arya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Syarifah Sofiah, Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Muzakkir dan para kepala Organisasi perangkat daerah (OPD).

Anggota Komisi XI DPR RI, Ecky Awal Mucharam mengapresiasi kondisi pembangunan di Kota Bogor. Ia mengatakan, tujuan dari kunker komisi XI untuk membicarakan perekonomian dalam lingkup yang lebih luas. “Kami ingin melihat pemulihan ekonomi yang paling dirasakan oleh rakyat itu bagaimana. Apakah denyut kehidupan di pasar tradisional sudah tumbuh? Jadi, kita tidak mau ekonomi hanya tumbuh di atas tapi juga di pasar-pasar tradisional,” ujarnya.

Menurut Ecky, pertumbuhan ekonomi tidak hanya bisa mengandalkan perekonomian di tingkat atas. “Kalau kita ingin lihat apakah ekonomi sudah pulih kembali, kita lihat di pasar tradisional, kita lihat di sini pasar yang baru direvitalisasi ini dan akan support betul agar supaya pasar tradisional bisa tumbuh berkembang dan eksis,” katanya.

Di tempat yang sama, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, Blok F Pasar Kebon Kembang ini merupakan pasar tradisional yang baru direvitalisasi oleh Pemkot Bogor. Kini pasar Blok F memiliki berbagai fasilitas dengan sarana dan prasarana bagi pedagang dan pembeli. Pasar Kebon Kembang Blok F ini merupakan salah satu titik ikhtiar Pemkot Bogor untuk melakukan revitalisasi pasar.

“Pasar ini selesai tahun lalu, sekarang sedang terus berproses (pedagang) masuk ke sini, tapi kita sampaikan kendala yang ada secara jujur apa adanya. Memang tidak mudah mengisi kios ini ketika di luar masih banyak yang tidak mau masuk,” katanya.

Meski mengalami beberapa kendala, namun kata Bima Arya, permasalahan tersebut masih terus berproses untuk diselesaikan dan dihadapi bersama sama. Upaya yang dilakukan Pemkot Bogor untuk mengajak pedagang kaki lima masuk ke dalam pasar adalah dengan cara memperbaiki infrastruktur untuk fasilitas publik. “Cara membenahi PKL memang tidak hanya komunikasi, tapi juga intervensi fisik. Sekarang sedang atur supaya di luar itu secara fisik juga. Jadi, ada anggaran yang kita alokasikan supaya enggak memungkinkan juga mereka (PKL) jualan,” katanya.

Di pasar tradisional yang sudah direvitalisasi ini sambung Bima, pengelola juga sudah dan sedang membangun sistem pembayaran non cash. Saat ini, di Blok F Pasar Kebon Kembang sudah bisa menggunakan pembayaran non cash menggunakan berbagai aplikasi.

Sementara itu, salah seorang pedagang di Blok F Pasar Kebon Kembang, Agus menyampaikan, bahwa proses masuk ke dalam pasar ini sangat mudah. Baik dari sisi persyaratan maupun perbankan bisa dilakukan dengan mudah, asalkan memenuhi syarat sesuai aturan yang sudah ditentukan. “Tapi harapan kami satu yakni selain transaksi non cash tolong juga disiapkan ATM, jadi biar orang juga bisa mengambil uang cash langsung,” pintaya.

Mendengar pernyataan tersebut, anggota Komisi XI langsung menanyakan kesanggupan kepada pihak perbankan dan OJK yang juga hadir, apakah bisa menindaklanjuti permintaan pedagang untuk memasang ATM. Mendengar permintaan itu, keduanya mengaku siap dan akan segera merealisasikannya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.