Konsisten Serta Terus Berinovasi Kunci Sukses Sepatu Lokal Milik Uda Irman Bisa Tembus Pasar Dunia

0 56

Heibogor.com – Pandemi membuat banyak bisnis bergejolak. Mulai dari industri hingga pariwisata dan masih banyak lainnya. Namun dibalik penurunan ini, justru banyak bermunculan pelaku bisnis baru yang memanfaatkan transformasi digital untuk meraih kesuksesan. Seperti yang dilakukan brand sepatu wanita asal Bogor, Pollenzo.

Berawal sejak tahun 2016, Uda Irman memulai usahanya lewat akun media sosial. Namun karena yang bisa menjangkau usahanya hanya teman-temannya saja, ia pun beralih mencoba peruntungan dengan berjualan lewat marketplace, Shopee. Enam tahun bergabung dengan Shopee dan memanfaatkan program ekspor Shopee, membuat produk Pollenzo kini bukan hanya sudah merambah dalam pasar domestik, melainkan kini telah masuk ke pasar Asia Tenggara sebut saja Singapura, Malaysia, Thailand hingga Vietnam.

Tentu ada perjuangan dalam meraih kesuksesannya. Banyak suka duka dalam mengikuti perjalanan bisnis online yang dibangun. Pada tahun 2000, Uda Irman sempat menjadi karyawan dari toko sepatu. Berhenti menjadi karyawan, Uda Irman mencoba membuka usaha sendiri yang akhirnya tumbang di tahun 2010.

“Dulu setelah berhenti menjadi karyawan sepatu, saya itu istilahnya  pernah berlanglang buana dari tahun 2010 sampai 2015. Saya menjadi asisten rumah tangga, kuli bantu, macam-macam pokoknya. Karena pada saat itu dipikiran saya hanya bagaimana saya bisa makan,” ungkapnya pada Senin (05/9/22). Setelah lima tahun mencari jati diri, ditahun 2016 Uda Irman bertekad untuk memulai peruntungannya menjadi pengusaha sepatu berkat ilmu yang ia dapatkan saat menjadi karyawan sepatu.

“Saat itu tuntutan hidup semakin banyak, ibu saya juga sakit, jadi saya mencari cara bagaimana untuk mencari uang untuk biaya pengobatan beliau dari keringat saya sendiri sehingga berpikir untuk membuka bisnis sepatu lewat media sosial. Saya mulai menggali info dalam berbisnis juga membuat desain sendiri, dan ternyata antusiasme cukup baik. Inilah yang membekali keberanian saya,” jelasnya.

Namun usahanya tak bertahan lama, bisnis sepatunya sempat tumbang karena masih minim pengetahuan dan strategi bisnis berkelanjutan. Lalu Sekitar tahun 2016 akhir, Uda Irman mulai merambah bisnis sepatu ke dunia e-commerce dengan modal seadanya.

“Dunia seakan tak berpihak pada saya yang gagal dalam berbisnis, di saat usaha teman-teman saya maju. Saya pun mulai mencari tahu alasannya, dan ternyata teman-teman saya menggunakan aplikasi e-commerce untuk berjualan,” ungkapnya. Kemudian, Uda Irman mulai mendaftarkan usahanya juga mengikuti program agar produknya dikenal oleh dunia.

Dahulu, saat ia mulai melakukan pendekatan bisnis lewat e-commerce, ia mendapatkan transaksi penjualannya kurang lebih 10 setiap harinya, membuatnya semangat untuk terus berproduksi. Dan kini ia berhasil menjual 500 pcs sepatu per harinya.

Usaha sepatu rumahannya yang berawal dari satu gudang, kini berkembang menjadi lima gudang di daerah Bogor. Ia pun telah berhasil menciptakan lapangan pekerjaan bagi karyawan, yang dulu hanya 5 orang kini telah menjadi 36 orang. , berbinis di pasar digital tak bisa asal berjalan. Lantaran konsumen tak dapat melihat langsung produk, maka foto produk harus semenarik mungkin dan tentunya harus sesuai.

Selain itu, deskripsi produk yang dipasarkan di digital harus jelas. Untuk promosi, penting bagi penjual online memanfaatkan voucher dan juga fitur-fitur yang ada di marketplace untuk produknya. Selain strategi pemasaran secara online dan inovasi design baru tiap bulannya, quality control dari produk itu sendiri juga selalu diperhatikan Pollenzo

.”Pertama, jangan bosen untuk melihat kondisi pasar, apa yang sedang trending untuk nantinya kembali berinovasi, kedua cari voucher, flash sale, diskon ongkir, promo iklan, voucher toko, promo yang siap pakai. Jangan hanya berpikir order aja tapi strategi disusun dulu, pakai diskon, voucher, broadcast,” tuturnya.

Meskipun ia menyiapkan banyak strategi agar usahanya terus berjalan dan berkembang, tetapi Uda yakin, alasan terbesar usahanya bisa berkembang adalah berkat doa serta dukungan ibunya. “Dulu ibu selalu bilang, yang menjalani hidup itu kamu, yang menikmati juga kamu. Nanti kalau tidak ada bagaimana, ibu ingin melihat kamu berhasil,” katanya.

Uda berharap, bisnisnya bisa terus berkembang dan mendunia. “Memulai usaha itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan itu butuh proses. Kita harus sabar, konsisten, fokus dengan tujuan, dan yakin dengan diri sendiri,” tandasnya. (HAYA?MG)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.