Bank Kota Bogor Dukung Bogor Job Fair Kurangi Angka Pengangguran dan Pemulihan Ekonomi

Strategi dan Inovasi Perbankan Harus Tetap Berjalan

0 38

Heibogor.com – Perumda Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Kota Bogor memberikan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai support pemulihan ekonomi untuk kegiatan Bogor Job Fair (Hybrid) 2022 yang diadakan SMK Kosgoro Kota Bogor bersama Dinas Ketenagakerjaan Kota Bogor.

Public Relation Perumda BPR Bank Kota Bogor, Aprillia Purwanti menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 yang terjadi sepanjang tahun 2020-2021 berakibat pada terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah sektor usaha yang terpaksa dilakukan demi kelangsungan usahanya. Menuju era endemi serta kembali bergeliatnya gerak ekonomi, acara Bogor Job Fair (Hybrid) 2022 dirancang untuk mempertemukan antara supply dan demand yaitu kebutuhan para pelaku usaha yang membutuhkan pekerja dan sebaliknya.

“Kami support dengan harapan program pemerintah dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi bisa berjalan. Kemudian para pencari kerja terfasilitasi dalam mendapatkan pekerjaan sehingga angka pengangguran di Kota Bogor bisa berkurang,” ucapnya, Selasa (23/8/22).

Aprillia menuturkan, di era pandemi Covid-19 berdampak juga pada dunia Perbankan yang harus berpikir keras mencari strategi dan inovasi agar tetap bisa bertahan. Perumda BPR Bank Kota Bogor, membuat sejumlah terobosan dan inovasi serta menjalankan strategi berkesinambungan dengan pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan ekonomi sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa terus berjalan.

Secara core bisnis, kata Aprillia, adanya pandemi ini pastinya berpengaruh terhadap likuiditas BPR. Contoh dari sisi pelayanan, yang tadinya bisa meng-handle banyak nasabah atau kreditur kini pelayanan jadi kurang berjalan baik karena nasabah tidak bisa berinteraksi secara langsung karena ada pandemi.

Kemudian dari sisi likuiditas keuangan seperti kredit bermasalah itu juga akan menjadi banyak karena banyak sektor-sektor ekonomi riil yang terimbas dari dampak pandemi ini yang menjadikan usahanya tidak berjalan secara optimal. Dampaknya pembayaran angsuran ke bank bisa menjadi terhambat. Aprillia mengungkapkan, di masa pandemi ini, stabilitas perumda BPR Bank Kota Bogor tidak begitu banyak terganggu karena Bank Kota Bogor masih bisa berjalan dengan koridor likuiditas yang sehat.

Untuk menumbuhkan kembali gairah ekonomi pada sektor Perbankan di tengah pandemi Covid-19 ini, Perumda BPR Bank Kota Bogor memiliki beberapa cara dan strategi. Seperti membranding kembali kepada masyarakat bahwa Bank Kota Bogor ini adalah bank milik pemerintah Kota Bogor dan dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan) serta otoritas jasa keuangan (OJK) yang selalu melakukan pengawasan.

Tak hanya memiliki strategi dan kinerja yang baik, selama pandemi Covid-19 Perumda BPR Bank Kota Bogor memberikan relaksasi kepada nasabah atau debitur yang usahanya terkena dampak Covid-19. “Jadi, nasabah atau debitur diberikan jangka waktu pembayaran. Apakah minta keringanan suku bunga, minta penambahan jangka waktu atau mengajukan ulang lagi pinjaman, atau dijadwalkan kembali kreditnya. Itu berbagai polanya dan masing-masing Perbankan juga sudah menerapkan aturan itu,” paparnya.

Di samping itu, lanjut Aprillia, untuk mengimbangi kondisi sekarang dan juga ke depannya, sistem pelayanan teknologi informasi sangat diperlukan. Perbankan khususnya dunia BPR harus sudah berpikir bahwa dunia virtual sangat penting. Bagaimana transaksi pelayanan pinjaman tidak perlu datang ke bank tapi bisa mengisi formulir lewat virtual. Jadi, online dan offline itu berdampingan nantinya.

Menurut Aprillia, adanya dampak dari pandemi Covid-19 ini, mau tidak mau inovasi teknologi di dalam pelayanan terhadap nasabah harus dilakukan untuk mempermudah layanan. Perumda BPR Bank Kota Bogor bekerjasama dengan penyedia jasa teknologi terkait penerapan sistem analisa kredit berbasis digital.

Teknologi ini, untuk memudahkan Perbankan khususnya BPR melakukan analisa atas para calon debiturnya yang sebagian besar adalah pengusaha UMKM serta dapat meningkatkan kapasitas dan kecepatan proses analisa kredit menjadi setidaknya 30 persen lebih tinggi. Ini artinya Bank Kota Bogor akan mampu meningkatkan kapasitas pemberian kredit, sekaligus meningkatkan kualitas debitur.

Sehingga dia yakin fitur tersebut dapat bersinergi dalam bidang ekonomi dan bisnis digital. Dengan menggunakan teknologi ini, maka kemampuan dan kecepatan analisa kredit Bank Kota Bogor akan meningkat signifikan sehingga menjadi lebih akurat dan cepat dalam melakukan proses analisa kredit. “Pointnya tetap berusaha mengembangkan pelayanan sesuai perkembangan zaman yang memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mempermudah nasabah dalam menjalankan transaksi,” terangnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.