Bersaing Sehat dan Terus Munculkan Ide Kreatif Kunci Konveksi Ai Naswari Bertahan di Tengah Gempuran Ekonomi

0 69

Heibogor.com – Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tak bisa dipungkiri menjadi roda perekonomian yang membantu menyelesaikan permasalahan pengangguran serta memperluas lapangan pekerjaan dan lain lain.

Salah satunya, UMKM konveksi yang bergerak dalam bidang pembuatan pakaian atau kebutuhan sandang lainnya. Usaha konveksi tak harus selalu berskala besar, ada juga usaha konveksi partai kecil yang menerima pesanan secara lebih eksklusif.

Salah satunya, pemilik usaha konveksi pakaian Ai Naswari yang beralamat di Jalan Laladon Baru, Kabupaten Bogor. Meskipun usaha konveksi ini bisa di bilang kecil kecilan, tetapi usaha ini cukup sukses dan banyak pesanan dari berbagai pelanggan. Sejak mulai beroperasi pada awal Agusrus 2022 itu usaha milik Ai baru berjalan tiga minggu ini tergolong banyak peminatnya.

Selain seragam usaha ini juga memproduksi berbagai celana, gamis dan pakaian pakaian yang lainnya. Mirna/heibogor.com

Menurutnya, modal usaha untuk membuka usaha ini cukup besar karena harga bahan baku mengalami kenaikan yang tidak menentu. “Untuk modal usaha ini kurang lebih Rp100 juta,” ucap Ai, Selasa (23/08/22). Bukan tanpa alasan ia rela merogoh kocek sedalam itu karena ia beralasan usaha konveksi adalah kebutuhan dasar manusia. “Salah satunya usaha konveksi pakaian, di sini saya ambil produksi pembuatan baju seragam,” jelasnya.

Selain seragam usaha ini juga memproduksi berbagai celana, gamis dan pakaian pakaian yang lainnya. Ai Naswari mengatakan saat hendak membuka usaha konveksi harus mengetahui bagaimana cara bersaing yang sehat dan harus bisa memunculkan ide-ide kreatif dalam proses pembuatannya. Dalam usaha yang baru dirintisnya itu, Ai dibantu oleh 13 orang karyawan yang memiliki pengalaman menjahit.

Pemilik usaha konveksi pakaian Ai Naswari yang beralamat di Jalan Laladon Baru, Kabupaten Bogor. Mirna/heibogor.com

Menurut Ai dalam proses pembuatan pakaian membutuhkan kesabaran dan tidak terburu buru agar hasilnya rapi dan bagus, tentunya agar pelanggan suka, percaya dengan kinerja dan terus berlangganan di konveksi miliknya. Apalagi, sambungnya, dia memiliki motto memberikan kualitas yang paling terbaik untuk pelanggan sehingga bisa berlangganan terus-terusan.

Namun, dia pun tak memungkiri jika dalam usaha terdapat hambatan seperti yang dirasakan untuk menentukan harga jual karena komoditas bahan baku terus melonjak tajam. “Karena harga kenaikan bahannya tak karuan biasanya harganya standar misalnya bahan 1 meter Rp30 ribu tapi  sekarang Rp35 ribu selain itu mesin produksi juga berpengaruh besar dalam usaha seperti ini, misalnya jika mesin ini rusak maka kami tidak akan bisa produksi, untuk daya saing itu memang menjadi hal biasa dalam bisnis apapun,” bebernya.

Sehingga, untuk terus bertahan di tengah kenaikan harga bahan prokok dan daya saing yang semakin banyak  dia konsisten untuk bisa mempertahankan harga jual dan kualitas dari barangnya sendiri. “Walaupun usaha ini baru, kami akan membuktikan kepada pelanggan bahwa kami bisa melakukan yang terbaik. Saya berharap semoga konveksi kami ini bisa terus berkembang dan sukses ke depannya.” kata Ai yang sudah memiliki pelanggan dari Timor Leste. (MIRNA/MG)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.