Sepi Pembeli Omzet Pedagang Bendera Merah Putih Turun Drastis

0 73

Heibogor.com –  Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) yang ke-77 menjadi ladang bisnis musiman bagi pedagang bendera.

Salah satunya samina pria penjual bendera di sekitaran Kecamatan Ciomas ini memiliki berbagai macam bendera. Adanya pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, beberapa pedagang bendera tersebut mengeluhkan, omzet penjualannya turun drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk bendera rumahan ada dua ukuran dengan harga Rp25 ribu dan Rp 35 ribu, umbul-umbul Rp40 ribu, bandir Rp75 ribu dengan ukuran 4 meter, dan bendera untuk motor Rp15 ribu per dua helai.

“Turun drastis pokoknya penjualan tahun ini biasanya sebelum tanggal 10 sudah ramai pembeli sekarang jelas HUT RI saja masih hitungan orang saja yang membeli,” kata Samina kepada heibogor.com, Selasa (16/8/22).

Apalagi, ia mengaku menjual bendera merah putih ini hanya sebagai satu-satunya mata pencahariannya yang menjadi tumpuan ekonominya. Samina menjelaskan, bendera yang ia jual bukan milik dirinya sendiri tetapi dia hanya menjual nya dari atasannya.

“Penghasilan bersih per hari saya Rp200 ribu namun kadang Rp150 ribu,” ucap samina. Hasil dari berjualan bendera kadang-kadang tersisa banyak karena sepi pembeli, sisa bendera hasil jualan itu dikembalikan kepada bosnya.

“Penghasilan yang saya dapat dari berjualan bendera hanya bisa buat makan, bayar kontrakan saja kurang tapi saya terus berusaha berjualan dari pagi hingga sore agar dapat uang yang lebih dari hari sebelumnya,” harapnya.

Samina tidak pernah pantang menyerah ia yakin rezeki pasti datang dengan sendirinya ia juga berharap ke depan nya semoga di tahun yang akan datang bisa menjual bendera lebih dari target dan berharap Covid-19 benar-benar sudah hilang dari tahun sebelumnya.  (RISTY/MG)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.