IHGMA Bogor Raya Bebersih Ciliwung Ajak Hotel Kurangi Sampah Plastik

0 39

Heibogor.com – Jajaran pengurus dan anggota Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bogor Raya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Satgas Ciliwung, dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) melakukan kegiatan Cleaning Day yakni kegiatan bersih-bersih sungai yang dipusatkan di Delta 15 Ciliwung RT 007/ RW 15 Villa Bogor Indah II Kedung Halang pada Selasa (16/8/22).

Bertema “One Day Without Plastic”, kegiatan mungut sampah di Sungai Ciliwung yang dilakukan dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 ini, juga dihadiri Wali Kota Bogor, Bima Arya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto, Ketua IHGMA Bogor Raya, Sri Endah, Ketua PHRI, Yuno Abeta Lahay, Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, dan Komunitas Peduli Ciliwung (KPC).

Ketua IHGMA Bogor Raya, Sri Endah menyampaikan, bahwa IHGMA seluruh Indonesia bergerak bersama melakukan kegiatan bertema Cleaning Day dan ini bagian dari HUT RI ke-77 di Kota Bogor yang mengambil lokasi di Sungai Ciliwung, karena sampahnya banyak.

“Kami berharap hotel-hotel bisa mengurangi sampah plastik yang ada di hotel. Sebetulnya ada beberapa hotel yang sudah menerapkan seperti sudah tidak menyediakan minuman dalam botol plastik kemudian sedotan plastik. Untuk sedotan dan sikat gigi itu ada yang sudah kami ganti dengan yang terbuat dari gandum,” ungkapnya.

Dan juga semoga kegiatan ini bisa menular ke teman-teman yang lain di Bogor khususnya dan di Indonesia pada umumnya.”Jadi, mau kita programnya ke sana karena sampah plastik itu daur ulangnya sangat lama. Kami berharap dengan langkah kecil ini bisa membawa perubahan,” tambahnya.

Sementara, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kalau ada satu masalah yang progresnya tidak sekencang yang lain kata presiden itu adalah masalah sampah. Problematik dan susah mengurainya. Tapi ada kota-kota yang majunya lebih kencang.

“Kalau saya lihat ada tiga syarat supaya kita bisa maju lebih kenceng untuk mengolah sampah. Itu 3K, konsep, kolaborasi, konsistensi. Kalau konsepnya ga jelas ga kan bisa jalan. Tapi kalau konsepnya jelas pemerintahnya sendiri ga jalan juga. Konsepnya jelas terjadi kolaborasi tapi ga konsisten cuma 1-2 tahun selesai juga. Nah, ini yang kita fight di Bogor. Konsep kita kuatkan dari mulai hulu sampai hilir. Dari mulai menggarap kebiasaan memilah memilih di rumah tangga sampai sirkuler ekonominya kita coba pikirkan,” kata Bima.

Sekarang, sambungnya, sampah-sampah yang ada di Galuga sudah mulai diolah. Sampah plastik yang jarang dipakai dan nilai ekonominya rendah bisa dibuat menjadi paving. Kemudian banyak program-program berikutnya.

“Bahkan, beberapa waktu lalu kita launching di BTM itu lumayan direspon anak-anak muda bagus banget. Trending mesin pertama di Indonesia, dari botol plastik menjadi pulsa. Jadi, konsepnya kuatkan terus kolaborasinya juga kita jaga dan saya terima kasih ke PHRI, IHGMA sudah turun ke sini. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bahwa semuanya serius termasuk hotel dan restoran,” ucapnya.

Masih di lokasi yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Denni Wismanto menyampaikan, kegiatan hari ini adalah kolaborasi antara IHGMA, PHRI, KPC, Satgas Ciliwung, dan DLH dalam rangka bersih-bersih sungai Ciliwung. Mudah-mudahan ini suatu kegiatan yang bisa dijadikan contoh buat masyarakat bahwa jangan buang sampah sembarangan ke sungai.

“Karena mengotori gampang bersihkannya susah. Jadi, ini sebetulnya adalah upaya untuk tadi mensosialisasikan hayu kita bebersih, hayu kita tertib dalam membuang sampah, hayu kita olah sampah di sumber, jangan jadikan sungai itu tempat sampah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa terus menerus dan dijadikan suatu contoh,” harapnya.

Ia menambahkan, pihaknya bekerjasama dengan satgas dalam hal melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar bantaran agar sampah-sampahnya bisa diolah. Karena pengolahan sampah itu tidak bisa sendiri harus bersama sama. Sampah yang terbuang dan menjadi banyak itu akan menjadi persoalan akan menjadi masalah besar.

“Direncanakan kita akan membangun TPS 3R di wilayah ini. Jadi, nanti sampah-sampah dari sungai dari masyarakat sekitar itu dikelola dan diolah menjadi nilai-nilai yang bermanfaat. Intinya dari DLH kita mendorong bahwa kebersihan ini adalah kerja kolaborasi yang melibatkan banyak stakeholder dalam upaya menjaga lingkungan,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.