Ayo, Lengkapi Imunisasi Anak

0 42

Sepanjang Agustus 2022, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyelenggarakan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Sebanyak  54.281 Anak menjadi target. Pencanangan program ini berlangsung di Posyandu Wijayakusuma, Jalan Mataram, Komplek Cimanggu Permai, Kelurahan Kedung Jaya, Kamis 4 Agustus lalu.

Pada kesempatan itu Wali Kota Bogor, Bima Arya menjelaskan, target BIAN jelas dan terukur yaitu anak-anak usia 9 sampai 59 bulan. Mereka akan diberikan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) yang terdiri dari 7 imunisasi, yaitu campak, rubella, polio, difteri, pertusis, hepatitis B, pneumonia meningitis. Imunisasi akan berlangsung di 959 posyandu, 25 puskesmas dan 22 rumah.

“BIAN sejalan dengan visi Kota Bogor sebagai Kota Layak Bagi Keluarga, salah satunya fokus pada kesehatan anak. Kita ingin anak-anak tumbuh sehat, kuat dan kita mendapatkan bonus demografi maka harus betul-betul dipastikan semuanya sadar,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno mengungkapkan, pada saat pandemi Covid-19 memuncak dalam dua tahun yang lalu, angka imunisasi secara nasional menurun. “Begitu juga di Kota Bogor, karena posyandu ada yang tutup, warga juga takut anak-anaknya tertular Covid-19, sehingga cakupan imunisasi turun dan penyakit yang bisa dicegah dari imunisasi muncul lagi,” jelasnya.

Akibat penurunan tersebut, di beberapa daerah terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan difteri. Di Kota Bogor pun kasus difteri dan campak yang sebelumnya sudah hilang, sempat muncul kembali. Oleh karena itu pada BIAN kali ini juga dilakukan Imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak rubella mengingat di beberapa daerah muncul KLB campak.

Selain campak rubella, pada BIAN juga dilakukan imunisasi kejar. Maksudnya, anak-anak usia 12 – 59 bulan yang belum mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) akan menjadi sasaran untuk dilengkapi. Imunisasi lengkap terdiri  dari 7 macam imunisasi. Masing-masing, pada saat bayi lahir menerima HB,  1 bulan diberikan BCG Polio, 2 bulan diberi DPT HB HIB plus Polio, bulan ketiga diberi booster ditambah DPT HB HIB plus Polio, bulan keempat diberi DPT DPT HB HIB plus Polio dan Polio yang injeksi hingga bulan 9 diberi MR.

“Ketika ada yang terlewat disebabkan berbagai faktor, maka kepada anak itu sekarang diberikan imunisasi lengkap,” lanjut Retno. Sampai saat ini, Dinas Kota Bogor mencatat, masih banyak anak yang belum menerima imunisasi dasar lengkap. Terdiri dari imuniasi polio oral (tetes) kurang lebih 11.223 anak, Polio Injeksi kurang lebih 14 ribu anak, sementara DPT, HIB dan sebagainya ada 24.790 anak. Mereka inilah yang menjadi sasaran imunisasi kejar pada BIAN kali ini.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Kota Bogor, Yane Ardian mengingatkan para orangtua tentang pentingnya imunisasi lengkap. “Menurut saya imunisasi itu penting, karena investasi kesehatan agar anak-anak Kota Bogor sehat lahir batinnya. Secara umum menjadi tindakan atau langkah untuk mendukung masa depan anak-anak. Untuk itu saya harapkan menjadi hal prioritas bagi Dinas Kesehatan serta masyarakat yang tujuannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, karena imunisasi memiliki dampak jangka panjang ke depan,” kata Yane.

Bagi para orang tua yang merasa khawatir jika anaknya menerima imunisasi, Yane mengingatkan, imunisasi bukanlah program baru dan tidak ada yang harus dikhawatirkan, sehingga tidak perlu ragu untuk membawa anak-anaknya ke posyandu. “Tidak ada yang membahayakan atau dikhawatirkan. Justru dengan menerima imunisasi akan menghindari dan melindungi anak-anak dari penyakit-penyakit yang membahayakan dan mengganggu masa depan anak-anak. Saya sendiri atau para orang tua saat kecil menerima imunisasi dan hingga saat ini kondisinya baik-baik,” katanya.

Untuk mendukung suksesnya BIAN, Bima mengingatkan tiga aspek yang perlu diperhatikan semua pihak. Masing-masing, sosialisasi yang masif, administrasi dan mobilisasi.  “Apresiasi saya untuk para kader posyandu dan TP PKK yang gigih lakukan sosialisasi, selain Ketua RT dan RW serta aparatur wilayah. Administrasi atau pencatatan juga penting dan ini memerlukan koordinasi dengan semua, tidak hanya di jajaran Pemerintah Kota Bogor tetapi juga provinsi. Terakhir mobilisasi, semua bergerak serentak mengajak untuk imunisasi,” katanya.

Oleh karenanya, diharapkan para orangtua yang memiliki balita, dapat memanfaatkan BIAN untuk melengkapi imunisasi yang harus diterima anak. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menumbuhkan imunitas anak dari kemungkinan tertular berbagai jenis penyakit yang umum menyerang balita. Jadi ayo, berkunjunglah ke posyandu atau puskesmas dan lengkapi imunisasi anak! (Advertorial)

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.