Roda Dua dan Empat Rela Antre Panjang Demi Isi BBM, Pertalite dan Pertamax Langka

0 51

Heibogor.com – Setelah mulai berlakunya kenaikan harga baru tiga jenis Bahan Bakar Minyak (BBM) yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat yang akan mengisi bahan bakar terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) atau pom bensin di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor, pada Senin (8/8/22).

Sedangkan di lokasi lainnya, sejumlah pom bensin menutup layanan pengisian bahan bakar karena kenaikan harga tersebut membuat BBM jenis Pertalite dan Pertamax mengalami kelangkaan sejak tiga hari terakhir akibat belum datangnya pasokan BBM dari Pertamina.

PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Patra Niaga menaikkan harga tersebut dikarenakan tingginya harga minyak mentah dunia yang saat ini masih bertengger di atas US$ 100 per barel. Tidak tersedianya BBM jenis Pertalite di beberapa pom bensin dikeluhkan oleh pengemudi ojek online (ojol) yang setiap harinya menggunakan Pertalite untuk meminimalisir pengeluaran.

Salah satu pengendara ojol, Erwin mengungkapkan, langkanya Pertalite membuat dirinya terpaksa harus membeli Pertamax yang harganya jauh lebih tinggi dari Pertalite. “Udah 3 SPBU di daerah Cibinong kosong. Kalaupun ada juga harus ngantre panjang,” keluhnya.

Ia mengaku, langkanya Pertalite berpengaruh terhadap penghasilan sehari-harinya. Sebab, mesti mengeluarkan uang lebih untuk mengisi bahan bakar. “Sangat berpengaruh pada penghasilan. Karena biaya buat bahan bakar jadi bertambah. Biasanya sehari ngisi bensin Rp20 ribu, tapi kalau pake Pertamax jadi nambah. Kalau bisa jangan sampai langka. Walaupun stok sedikit tapi harus stabil,” ungkapnya.

Sementara, petugas SPBU di Cibinong, Fadil mengatakan, bahwa pihaknya belum mendapatkan kiriman BBM jenis Pertalite lagi beberapa hari ke belakang. “Belum dateng-dateng dari sananya. DO dari hari Jumat sampai sekarang belum ada. Udah tiga harian, terakhir hari Sabtu masih ada,” katanya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.