Dua JPO Megah Bakal Dibangun di Warung Jambu dan Depan Masjid Raya

0 66

Heibogor.com – Rencana pembangunan dua Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kota Bogor akan segera terwujud yang akan dibangun di dua lokasi yakni di Jalan Warung Jambu tepatnya dekat perempatan lampu lalu lintas, Kecamatan Bogor Utara dan di Jalan Pajajaran berlokasi di depan Masjid Raya, Kecamatan Bogor Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo, dua lokasi untuk pembangunan JPO merupakan program yang sudah lama direncanakan, namun baru di pertengahan tahun 2022 ini bisa terealisasi. JPO akan dibangun di titik-titik lokasi yang memiliki kepadatan arus lalulintas tinggi, sehingga pembangunan JPO sangat dibutuhkan bagi pelayanan masyarakat.

“Dua lokasi yang akan dibangun JPO memiliki kepadatan lalulintas penyebrangan, baik di depan Masjid Raya ataupun di Warung Jambu. Pembangunan JPO akan dimulai pada awal bulan Agustus ini,” ucap Eko kepada awak media, Senin (1/8/22).

Eko menjelaskan, pembangunan dua JPO akan dilaksanakan oleh pihak swasta yang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan sudah terbangun Perjanjian Kerjasama (PKS) maupun Memorandum Of Understanding (MoU). Jadi, pembangunan JPO ini bukan berasal dari dana APBD, melainkan merupakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Diva Intan Putri Pratama.

“Pembangunan JPO ini merupakan CSR dari pihak swasta. Ketika Pemkot Bogor membutuhkan adanya JPO, gayung bersambut dari pihak ketiga siap membangun. Semua perizinan untuk JPO sudah selesai ke pusat. Karena lokasi JPO ada di Jalan Nasional,” jelasnya.

Terkait konsep pembangunan JPO, Eko menerangkan, JPO akan menggunakan konsep heritage modern dengan penyesuaian kearifan lokal Kota Bogor. Awalnya konsep JPO itu akan disertai adanya Lift, namun karena pemeliharaan lift itu biayanya besar, maka konsep lift tidak jadi. JPO nanti memang akan dibangun megah, instagramable dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat. Seperti JPO-JPO yang ada di DKI Jakarta.

“Pembangunan di bawahnya betonisasi dan konsepnya heritage modern. Ornamen di JPO juga terlihat megah sesuai dengan design dari pihak kontraktor, sehingga nantinya bisa jadi obyek lokasi swafoto masyarakat. Pembangunan JPO ditargetkan selama 3 bulan, atau maksimal di akhir tahun 2022 ini sudah selesai dan bisa dipergunakan masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Eko memaparkan, pembangunan JPO tentunya akan memiliki dampak, dan baik Pemkot ataupun pihak kontraktor pelaksana sudah melakukan antisipasi terkait dampak itu. Di antaranya antisipasi kepadatan arus lalulintas selama pembangunan di titik JPO. Minggu depan sudah mulai dilakukan pembangunan tiang panjang betonisasi dan nanti pemasangan JPO akan dilakukan pada malam hari. Saat pembangunan itu kemungkinan akan dilakukan rekayasa lalulintas untuk kelancaran pembangunan JPO.

“Semoga pembangunan JPO berjalan lancar dan setelah JPO selesai, tentunya diharapkan mengurangi kepadatan arus lalulintas di ruas jalan tersebut. Kami juga memohon dukungan kepada warga untuk pembangunan JPO ini, dan diimbau agar para pengendara yang melintas di lokasi pembangunan JPO untuk berhati-hati,” tandas pria yang kerap disapa Danjen itu.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.