Bogor Smart Health Integrasi Data Tingkatkan Pelayanan Kesehatan Cerdas Dukung Terwujudnya Smart Health City

Satu Data Kesehatan

0 77

Di era 4.0 masyarakat sangat tergantung pada pemanfaatan teknologi informasi dalam setiap aspek kehidupannya sehari-hari.  Hal ini selanjutnya menuntut organisasi sektor pelayanan publik untuk melakukan perubahan dengan melakukan transformasi digital. Menjawab tantangan ini, untuk mewujudkan pelayanan publik yang berkinerja tinggi, pemerintah telah membangun Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang tertuang dalam  Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.

Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. SPBE ditujukan untuk untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya.

Dalam bidang Kesehatan, Kementerian Kesehatan telah menetapkan 6 pilar transformasi Kesehatan yaitu transformasi layanan primer, layanan sekunder, layanan rujukan, system ketahanan Kesehatan, system pembiayaan Kesehatan, SDM Kesehatan, dan pilar ke enam adalah transformasi teknologi kesehatan yang meliputi bioteknologi dan teknologi infromasi. Kegiatan prioritas teknologi Kesehatan meliputi Integrasi dan Pengembangan Sistem Data Kesehatan, Sistem Aplikasi Pelayanan Kesehatan dan pengembangan ekosistem teknologi Kesehatan.

Seiring dengan itu, Kota Bogor memiliki Visi Kota Ramah Keluaga, dengan misi  mewujudkan Kota Bogor yang sehat, cerdas dan sejahtera.  Kota Cerdas (Smart City) merupakan kota yang telah mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam tata kelola sehari-hari dengan tujuan untuk mempertinggi efisiensi, memperbaiki pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

“Salah satu bagian dari smart city adalah smart health. Smart healthy city merupakan perwujudan Kota Sehat yang pelayanan Kesehatan  dan pengelolaan sistem informasi kesehatannya memanfaatkan teknologi informasi secara optimal,” ujar Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Dr. Erna Nurena, Kamis (28/07/22).

Penerapan konsepsi smart health di Kota Bogor di antaranya adalah penggunaan aplikasi kerja digital di Dinas Kesehatan, penggunaan berbagai media sosial meliputi website, intagram, youtube, facebook, twitter, sebagai media informasi Kesehatan, layanan telemedisin dan   penerapan digitalisasi pembayaran retribusi di BLUD Puskesmas dan Labkesda, dengan menggunakan QRIS bekerja sama dengan BJB.

Dinas Kesehatan telah menyusun  Rencana Aksi Pengembangan Sistem Informasi Kesehatan. Strategi dalam upaya pengembangan, penguatan, dan penyelenggaraan sistem informasi kesehatan adalah penataan kebijakan dan regulasi, penguatan, penataan perencanaan sistem informasi kesehatan, penataan dan penguatan organisasi sistem informasi kesehatan, penataan standarisasi sistem informasi kesehatan, pengembangan SDM penguatan infrastruktur TIK, dukungan operasional dan pemeliharaan, pembiayaan sistem informasi kesehatan dan penggalian pendanaan melalui sumber-sumber lain, penataan sumber data, optimalisasi aliran data pengembangan satu data kesehatakan tan dan  sistem penyajian informasi, penguatan penggunaan informasi dan mendorong tumbuhnya budaya informasi dan peduli data.

Dalam pengembangan satu data Kesehatan,  Dinas Kesehatan Kota Bogor membangun single window data kesehatan dalam website BOGOR SMART HEALTH – Satu Data Kesehatan yang di dalamnya menyajikan data dan informasi tentang Kesehatan, meliputi Regulasi Kesehatan, Publikasi data dan Informasi, Layanan Kesehatan, Fasilitas Kesehatan, Berita Kesehatan, Penelitian Kesehatan, Dashboard Data Kesehatan, Event Kesehatan, Organisasi Profesi Kesehatan dan Aplikasi Kerja Digital.

“Dengan adanya Bogor Smart Health – Satu data Kesehatan ini, diharapkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan di lingkup Dinas Kesehatan dapat dilaksanakan dengan cepat, tepat, akuntabel dan monitoring evaluasi dapat dilakukan secara riil time,” tambah Erna.

Sehingga, sambungnya, Sistem Informasi Kesehatan dapat dilaksanakan secara optimal, sehingga tersedia data yang akurat (accurate), lengkap (complete), timely (update), konsisten (consistent).  Manfaat untuk masyarakat yang diharapkan adalah kemudahan dalam mengakses informasi dan layanan kesehatan melalui berbagai inovasi inovasi pelayanan kesehatan berbasis teknologi Informasi.  Manfaat untuk Pemerintah Kota Bogor yang diharapkan adalah adanya Sistem Informasi Kesehatan Terintegrasi yang dapat dimanfaatkan untuk menganalisis situasi Kesehatan dan dasar pengambilan kebijakan dan terwujudnya layanan kesehatan cerdas di Kota Bogor (Bogor Smart Health City) untuk terwujudnya Bogor Kota Cerdas (Smart City)

Bogor Smart Health – Satu Data Kesehatan dapat diakses melalui website resmi Dinas Kesehatan Kota Bogor di https://dinkes.kotabogor.go.id “Dengan adanya satu data kesehatan ini diharapkan pemanfaatan data dan informasi kesehatan menjadi lebih optimal,” tutup Erna. (Advertorial)

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.