Lestari Budaya Sunda Wujud Syukur Petani Sekaligus Insan Seni

0 155

Heibogor.com – Parade seni dan budaya bertema “Back To Nature Lestari Budaya” yang diselenggarakan di Pusat Tanaman Hias Kebon Asri, Pondok Bitung, Sukamantri Taman Sari, Kabupaten Bogor, berlangsung meriah selama dua hari dari Sabtu hingga Minggu, 23 – 24 Juli 2022.

Event yang melibatkan dua desa dan dua kecamatan yakni Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari dan Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk itu banyak menyuguhkan acara seperti parade dongdang hasil bumi, panen raya, parade fashion alam, expo lomba tanaman hias, bazaar kuliner dan Bogor Icon Craft, pagelaran seni dan budaya, wayang golek dan layar tancap, lomba fashion show tema hasil bumi, lomba mewarnai, pentas seni tari daerah Jawa Barat, wisata berkuda, wisata mobil odong-odong, permainan anak zaman dahulu.

Salahsatu acara yang menarik perhatian adalah parade fashion show yang menampilkan kostum bertema alam. Ada 9 kostum yang diperagakan di mana bahan alam seperti daun pisang, daun jagung, daun nangka, bunga-bungaan, ilalang, akar-akaran, bambu, dan lain-lain dikemas menjadi sebuah busana.

Konseptor yang juga desainer kostum alam, Ilyas Cenggow mengatakan, sesuai dengan temanya “Back To Nature Lestari Budaya” konsep yang dibuat adalah tentang alam. Jadi, kostum yang dibuat diambil dari bahan-bahan alam seperti daun pisang, daun jagung, daun nangka, bunga-bungaan, ilalang, akar-akaran, bambu, dan lain-lain.

“Lama pengerjaannya 10 hari untuk 9 kostum. Idealnya satu kostum itu satu minggu. Cuma karena keterbatasan waktu jadi saya dibantu teman-teman untuk kebut pengerjaannya. Walaupun sederhana sebisa mungkin dibuat sesuatu yang baru dan mudah-mudahan menjadi ikon dan diharapkan ini bisa memotivasi anak-anak muda untuk bisa lebih berkarya lagi ke depannya,” kata Ilyas.

Ia menambahkan, bahwa ini adalah tantangan dari pemerintah khususnya dinas pariwisata untuk membuat sesuatu yang baru dan unik beda dengan yang lain yang menyangkut dengan budaya dan alam. “Mudah-mudahan ini bisa jadi barometer dan masuk di kalender acara seni budaya di Kabupaten Bogor,” harapnya.

Sementara, Ketua Penyelenggara, Muid menjelaskan, latarbelakang kegiatan ini digelar sebagai bentuk wujud syukur para petani terhadap hasil bumi dan keinginan insan seni untuk melestarikan budaya dengan harapan ini akan menjadi ciri khas bahkan menjadi kalender tahunan.

Muid menambahkan, dari penyelenggara dalam hal ini Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) yang didukung penuh oleh masyarakat, pemerintah kabupaten, khususnya pemuda/i Karang Taruna Kecamatan Cijeruk, sudah beberapa kali mengadakan event hanya saja untuk konsep seperti ini baru pertama yang dicanangkan sebagai barometer untuk melestarikan budaya khususnya budaya Sunda.

“Alhamdulillah even ini disupport baik oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor. Harapan kami sangat besar even ini untuk Jadi kegiatan rutin di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.