Antisipasi PMK Kota Bogor Turunkan Tim Pemeriksaan Hewan Kurban

0 118

Heibogor.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menurunkan tim pemeriksaan hewan kurban Idul Adha 1443 Hijriah. Pelepasan tim secara simbolis dilangsungkan di Plaza Balaikota Bogor pada Kamis (7/7/22).

Tim terdiri dari petugas DKPP, PDHI, Kementan dan Polbangtan ini akan mengemban tugas di pelbagai wilayah di Kota Bogor. Nantinya, tim akan melakukan pemeriksaan sebelum dan setelah pemotongan hewan kurban.

Selain menurunkan tim pemeriksaan hewan kurban, Pemkot Bogor bekerja sama dengan Polresta Bogor Kota dalam rangka melakukan pengawalan lalu lintas hewan ternak dari luar Kota Bogor.m“Terkait dengan antisipasi PMK, jajaran Polresta Bogor Kota saat ini telah menggelar berbagai operasi preemtif, baik itu sosialisasi bersama semua dinas. Kedua secara preventif kami akan melaksanakan yang kemarin titik sekat mengubah menjadi titik kawal,” kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Dengan demikian, kata Kapolresta, petugas gabungan akan melakukan pengawalan untuk membantu apabila masyarakat akan mendatangkan hewan kurban dari luar daerah ke Kota Bogor. “Tentunya setelah dikawal oleh petugas baik kepolisian, Dishub, dan Satpol PP kemudian akan ada assesment singkat oleh tenaga dokter hewan yang saat ini sudah ada di masing-masing kecamatan, dan ada call center di sana,” paparnya.

Dalam hal ini, pihaknya berharap animo untuk berkurban kembali meningkat dan masyarakat tidak usah khawatir. “Kami sudah bersepakat untuk mempermudah bagaimana mengubah mekanisme pengawasan, mekanisme kami secara pro aktif membantu masyarakat yang akan melaksanakan kurban,” tandasnya.

Plh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyampaikan, pihaknya telah melaksanakan rapat bersama Forkompinda, Kementan, DKPP, PDHI dan Polbangtan untuk membahas kegiatan Idul Adha tahun 2022. Dalam rapat juga dibahas mengenai kesehatan hewan kurban.

Untuk mengantisipasi penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) dokter hewan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha 1443 H di lapak penjualan hewan kurban di Kota Bogor, Rabu (6/7/2022). Hewan kurban tidak diberikan vaksin karena masa umurnya pendek dan akan disembelih. Syarat vaksin hanya untuk hewan-hewan yang berumur panjang seperti hewan yang dibudidaya. Meski tidak divaksin daging hewan kurban aman untuk di konsumsi. (heibogor.com/Andi)

Ia mengungkapkan di Kota Bogor tahun ini menunjukkan ada tren penurunan cukup signifikan jumlah konsumsi hewan kurban dikarenakan adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). DKPP mencatat pembelian hewan kurban sapi pada tahun 2021 berjumlah 4.500 ekor. Sementara hingga 5 Juli 2022 tercatat ada 3.200 sapi.

“Harapan kita jangan lebih turun lagi atau paling tidak mendekati dengan tahun lalu, karena situasi tahun lalu situasi pandemi, sekarang tahun pemulihan ekonomi, tetapi memang kita menghadapi PMK. Tetapi ternyata PMK tidak seperti yang dikhawatirkan, ada treatment-treatment. Ada juga batasan batasan dari sisi klinis terkait dengan hewan-hewan yang masih aman dikonsumsi oleh masyarakat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk jangan ragu membeli hewan kurban dan yang biasa mendistribusikan daging kurban. “Untuk masyarakat luas jangan khawatir untuk mengkonsumsi daging kurban yang nanti proses penyembelihannya bisa di RPH maapun masjid,” papar Dedie.

Pihaknya juga mengimbau agar pendistribusian daging kurban seperti tahun-tahun sebelumnya tidak menggunakan kantong plastik atau bisa juga memanfaatkan salah satunya dengan bahan kertas. “Iya kalau bisa alternatif untuk daging kurban seperti besek, bongsang atau kertas atau apapun selain plastik. Jadi sekalian kita berkurban tapi juga menjaga lingkungan,” tandas Dedie.

Selain itu Dedie mengatakan, dari catatan, penjualan hewan kurban jenis sapi di Kota Bogor, pada tahun ini baru berkisar 3.200-an ekor. Padahal, di tahun lalu jumlah penjualan hewan sapi kurban mencapai 5000-an ekor. “Ada penurunan yang signifikan. Tahun ini baru 3.200 ekor sapi sampai tanggal 5 Juni 2022. Padahal tahun lalu bisa sampai 5 ribu ekor. Kami sih berharap tahun ini setidaknya bisa menyamai jumlah tahun lalu yang diangka 4.500-5.000,” kata Dedie.

Ia mengakui, hal itu terjadi salah satunya karena ada kekhawatiran dari warga terkait penyebaran PMK pada hewan ternak. Apalagi, situasi tahun ini mirip dengan tahun lalu, di mana masih terdampak pandemi Covid-19 namun sudah ada berbagai pelonggaran.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Anas Rasmana menuturkan, bahwa ada penurunan jumlah hewan kurban pada tahun ini ketimbang tahun lalu. Pihaknya melakukan antisipasi dan pencegahan PMK melalui satgas tingkat kota dan kecamatan serta kelurahan. “Kalau penjualan hampir 3.000an yang pakai dokumen. Yang nggak pakai (dokumen) ada 200-an. Sehingga total baru 3.200-an ekor sapi. Mudah-mudahan bisa menyamai tahun lalu di kisaran 4 ribu sampai 5 ribu,” ucap Anas.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.