Berhiaskan Lampion Festival Mulyaharja Diserbu Masyarakat

Ramaikan Kampung Agro Eduwisata Organik (AEWO) Mulyaharja

0 120

Heibogor.com – Meski sempat diguyur hujan tak menyurutkan antusias pengunjung menerbangkan lampion di Agro Eduwisata Organik Mulyaharja (AEWO), pada Sabtu (2/7/22) malam. Festival lampion yang perdana digelar di kampung wisata Ciharashas Mulyaharja ini, menjadi bagian dari rangkaian acara Mulyaharja Fest 2022.

Kegiatan Festival Mulyaharja 2022 ditandai soft opening Saungcoffee.id dan penerbangan 75 lampion sebagai tanda dimulainya festival. Mulyaharja Fest 2022 akan berlangsung selama empat hari dari tanggal 2 hingga 5 Juli yang menyuguhkan sejumlah acara menarik seperti bazaar UMKM, festival lampion, lomba baris berbaris TK/Paud, nonton bareng layar tancap, lomba senam, lomba konten video, live music, peragaan busana petani dan lomba foto fashion show Mulyaharja

“Jadi, Mulyaharja Fest ini untuk memeriahkan Hari Jadi Bogor yang ke-540 dan untuk pembukaan Mulyaharja Fest sudah dibuka oleh Pak Wali Kota Bima Arya, pada Senin malam,” tutur Manager Operasional Mulyaharja Fest 2022, Kifin Ramadhan. Kifin menuturkan, untuk harga tiket khusus pada tanggal 2-5 Juli 2022, bagi pengunjung umum AEWO yaitu dapat potongan Rp5 ribu per orang, Festival Lampion Rp20 ribu sudah termasuk tiket AEWO dan 1 lampion ramah lingkungan.

“Ada 540 lampion yang akan dilepas disambung nonton bareng layar tancap. Nanti ada live cooking juga yang merupakan olahan langsung khas Mulyaharja yaitu dodol. Ada pula lomba baris berbaris dalam memperingati HUT Polri dan lomba senam terpanjang sepanjang jembatan Mulyaharja, dan hari Minggunya itu ada guest star-nya Vicky Prasetyo dan Regina,” kata dia.

Sementara, Camat Bogor Selatan, Hidayatullah berharap ini menjadi kick off-nya salah satu pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah Mulyaharja, khususnya Bogor Selatan yang digerakkan oleh kelompok penggerak pariwisata (Kompepar) dengan aparat kelurahan yang sudah digagas dua tahun lalu.

“Kami ucapkan terima kasih atas semua pihak yang mendukung kegiatan ini. Alhamdulillah Kompepar Mulyaharja banyak menorehkan pengembangan. Salah satunya Saungcoffee.id hasil dari kegiatan operasional yang dikumpulkan Kompepar selama dua tahun. Ini menunjukan kita masih bisa eksis meski ada pandemi. Kompepar bisa berkontribusi, khususnya buat warga Mulyaharja,” ujarnya.

Dia menuturkan, kegiatan tersebut merupakan mimpinya ketika pertama kali datang ke titik-titik ini pada 2014 lalu. Karena ini memberikan manfaat untuk warga. “Kita ingin tempat yang indah ini bukan hanya untuk dinikmati oleh pengunjung dari luar, tetapi ibu-ibu, anak muda mendapatkan manfaatnya. Mudah-mudahan Mulyaharja semakin mendunia,” kata Bima Arya.

Pada kesempatan itu, Bima menitipkan dua hal kepada camat dan lurah. Pertama, mengingatkan ini adalah lahan sawah organik yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Jangan sampai terganggu karena ramainya pengunjung kesini. Kedua, meminta agar mengatur sistemnya sehingga bisa tetap bersama dan kompak dalam pengelolaannya. Apalagi, Kampung Ciharashas Mulyaharja sudah terkenal.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.