Anggola Garden Budidaya Anggur Gunakan Teknik Penyambungan, Bisa Atur Lama Berbuah dan Gunakan Lahan Terbatas

0 98

Heibogor.com – Tepat di Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor di bawah naungan Anggola Garden, di sini terdapat puluhan jenis anggur yang dibudidayakan di 10 green house di atas lahan seluas 7.000 meter persegi.

Telerbih sekarang ini buah anggur telah banyak dibudidayakan di Tanah Air. Tak terkecuali di daerah Kota Hujan. Anggola Garden yang mengusung konsep agrowisata ini telah dua kali panen dari hasil penanaman bibit yang dilakukan sejak berdiri tahun 2021. Selain menjual buah anggur, di sini juga menyediakan bibit yang dihargai Rp125 ribu sampai Rp150 ribu per polybag dan Rp500 ribu untuk bibit tambulapot. Anggola Garden juga menyediakan media tanam termasuk membuka kerja sama untuk pelatihan.

Pengelola Anggola Garden, Ekky Pasmadirja mengatakan, untuk jenis anggur di sini ada lebih dari 50 macam. Namun dikerucutkan hanya yang mudah dibuahkan di daerah Bogor maupun Indonesia, karena di sini bukan untuk keperluan pribadi saja tapi untuk keperluan publik yang membeli bibit yang mudah dibuahkan.

Ekky menjelaskan, jenis-jenis anggur yang dibudidayakan, di antaranya akademik, anuta, dixon, gosv, julian, transfiguration, taldun, tamaki dan sebagainya. “Yang jelas di sini ada anggur hitam, hijau dan merah, buah bulat, besar, kecil, wangi dan lonjong. Itu ada semua di sini,” imbuh Ekky, Kamis (30/6/22).

Budidaya anggur yang dilakukan Anggola Garden sambung Ekky, dari bibit tidak dimulai dari biji dikarenakan hal itu membutuhkan waktu yang lama. Sementara pembibitan anggur dengan menerapkan teknik okulasi atau grafting (penyambungan).

“Untuk penanaman tergantung kebutuhan, misalnya untuk skala perkebunan sistem tralis bisa jadi pilihan supaya buahnya gampang dipanennya dan juga perawatannya. Beda dengan para-para didesain bukan untuk skala perkebunan tapi skala hobi, di depan rumah untuk penutup teras supaya teduh. Kalau tambulapot hanya melingkar dan tersiernya ke atas bagus juga, jadi lebih mementingkan estetika, cantik dan ada buahnya,” katanya.

Ia juga menerangkan, anggur adalah salah satu tanaman yang sangat unik dengan kata lain tanaman anggur bisa diatur waktu berbuahnya. Namun agar hasilnya sepadan sesuai yang diinginkan ada beberapa hal yang harus dilakukan.

“Kita bisa mengatur kapan pun mau dibuahkan, tapi kita harus atur, enggak bisa sewaktu-waktu dibuahkan, keluar buah, enggak. Kita mengatur misalkan sekitar tiga bulan dibuahkan, sebelum tiga bulan itu sudah mempersiapkan pemupukannya, perawatan cabangnya, pembentukan cabangnya. Jadi, bisa diatur mau kapan pun dibuahkan asalkan tahu manajem waktu kapan harus dibuahkan,” paparnya.

Menurutnya, anggur ini pada dasarnya bukan tanaman tropis dan subtropis, tetapi lebih identik atau lebih dikenal tanaman gurun. Oleh karenanya, anggur suka cuaca panas saat siang hari, dan sebaliknya suka cuaca dingin saat malam hari. Terpaan angin yang sepoi-sepoi juga menjadi favorit tanaman anggur.

“Jadi, kalau misalkan anggur ditanam di tempat sering hujan tentu ada efeknya seperti ada penyakit karena tanaman ini belum menyesuaikan habitat banget di Indonesia. Tapi kalau skala rumahan mungkin masih bisa ada penanangannya dengan penyemprotan fungisida dan perawatan lainnya. Kecuali skalanya banyak akan ribet, maka baiknya di green house,” ujarnya.

“ahun ini, sambungnya, sudah menjual dua kali dengan kisaran harga Rp100 ribu per kilo karena baru buka. Produksi buah anggur nanti didesain sebisa mungkin setiap bulan ada. “Termasuk ke depannya kita akan ada venue untuk wedding party, kafe dan restoran,” tandas Ekky.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.