Kampung Seni Edas, Pertama dan Satu-satunya Tempat Wisata Sarat Seni Budaya

0 124

Heibogor.com – Kali pertama di Kota Bogor, sebuah kampung yang menawarkan ragam bentuk kesenian hadir di wilayah Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, tepatnya di Jalan Raya Tajur, Kampung Wangun RW 04, Bogor Timur, Kota Bogor.

Dinamakan Kampung Seni Edas karena diplot menjadi salah satu destinasi tempat wisata bagi warga ataupun wisatawan yang ingin melihat secara langsung pertunjukan seni khas Kota Bogor. Kampung seni yang diinisiasi oleh Sanggar Etnika Daya Sora (Edas) binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor ini, diperkenalkan untuk umum pada Sabtu (25/6/22) yang menampilkan pertunjukan seni di antaranya kaulinan budak lembur, wayang kaleng, langgir badong, musik wekwok, pameran karya seni alat musik bambu, bengkel produksi, kuliner tradisional, dan pameran UMKM.

Hadir di acara soft launching tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin didampingi anggota DPRD Kota Bogor, Rizal Utami, staf ahli Wali Kota Bogor Sahlan Rasyidi, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, Camat Bogor Timur, Rena De Frina, lurah Sindangsari dan sejumlah pejabat lainnya.

Pimpinan Sanggar Edas, Ade Suarsa menuturkan, bahwa ide ini sudah lama diimpikan di mana dirinya ingin membuat sebuah destinasi wisata dalam bentuk kesenian. “Kami punya keinginan sejak dulu untuk membuat sebuah destinasi wisata. Kita ingin menghadirkan salah satu pilihan tempat wisata yang memang belum ada di Kota Bogor, khususnya dalam bentuk kesenian. Dengan di awali kegiatan pada hari ini, diharapkan bisa menjadi masukan dan saran untuk para pemangku kebijakan. Semoga kedepan ini menjadi warna untuk kepariwisataan di Kota Bogor,” ucap Ade yang telah merintis Sanggar Edas ini sejak tahun 2008.

Seniman yang telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional dan membawa nama Kota Bogor di berbagai negara ini mengatakan, di kampung seni ini nantinya ada seni pertunjukan, pembuatan alat-alat kesenian dari bambu, ada juga dari limbah barang bekas, workshop, dan berbagai macam UMKM yang ada di wilayah Sindangsari. Dari itu, tujuan di perkenalkannya kampung seni pada hari ini adalah untuk meminta restu agar kampung seni ini bisa menjadi kebanggaan Kota Bogor dan bisa mendunia. Apalagi Kota Bogor, selalu menjadi barometer dari kota lain.

“Di sini kita menghadirkan sebuah tempat kesenian yang nantinya menjadi sebuah paket wisata. Kapan pun siapa pun yang ingin melihat kesenian tradisional yang hanya ada di Kota Bogor, ya di sini di Edas,“ tuturnya. Selain itu, sambungnya, bisa ikut meningkatkan perekonomian warga di Kelurahan Sindangsari. “Ini layak tampil layak diuji karena kesenian yang ditampilkan ini sudah menorehkan prestasi di tingkat nasional dan ini satu-satunya di Kota Bogor,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Camat Bogor Timur, Rena De Frina mengatakan, Kampung Seni Edas ini adalah kampung seni pertama di Kota Bogor. Apalagi nama Sanggar Edas juga sudah terkenal di mana-mana. Mungkin ini saatnya dia membesarkan wilayahnya sendiri. “Kampung seni ini nanti jadi salah satu destinasi wisata. Kita usahakan masuk kalender pariwisata Kota Bogor dan nanti akan kita koneksikan dengan Kampung Perca yang juga ada di Sindangsari. Jadi, nanti jadi satu paket tour wisata di Kelurahan Sindangsari. Nanti kita create eventnya,” terangnya.

Nanti di kampung seni ini, lanjut Rena, akan ada pertunjukan seni, di sini juga ada bengkel untuk  pembuatan ala-alat musik dari bambu. Nanti ada UMKM juga yang banyak di Sindangsari. “Itu adalah inovasi dari Pak Ade yang menciptakan diferensiasi dengan sanggar-sanggar yang ada di Kota Bogor. Semacam soft launching trial and error. Apa saja yang nanti perlu diperbaiki dan itu menjadi tanggung jawab kami juga di wilayah yang berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor,” paparnya.

Dia menambahkan pentingnya mencatat dan membenahi apa saja yang akan menjadi masukan baik saran maupun kritik yang membangun karena Kampung Seni Edas ini baru saja dikenalkan sebagai pilihan baru masyarakat mendapatkan edukasi seni budaya yang dikemas berbeda dan beragam. “Pastinya kita butuh dukungan-dukungan dari instansi-instansi terkait termasuk teman-teman di dewan. Yang jelas kita perbaiki kita benahi karena ini dari nol,” bebernya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Jenal Mutaqin menilai bahwa ini potensi di masyarakat yang luar biasa. Tentu ini menjadi magnet bagi seluruh stakeholder untuk bisa mensupport dari semua sisi. “Sebetulnya ini substansinya adalah lebih kepada kebudayaan seni Sunda. Saya sebagai warga Bogor ingin Kota Bogor mempunyai keciri khasan ketika wisatawan masuk ke Kota Bogor, dan ketika pulang ke tempat asalnya mereka terkenang dengan satu penampilan satu budaya yang menceritakan keciri khasan Kota Bogor,” ungkapnya.

Jenal menjelaskan, secara regulasi di Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor, Nomor 9 Tahun 2016. tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) ada beberapa destinasi wisata seperti bendungan Katulampa, wisata religi di Empang kemudian destinasi Situ Gede. Kampung Seni Edas harus bisa ditampilkan dari di sisi regulasi dari sisi kebijakan dan tentu dukungan dari stakeholder.

“Bisa revisi perda atau cukup tehnis di peraturan wali kota. Jadi, Kampung Seni Edas ini dimasukkan dalam perwali untuk mengubah perwali tanpa mengubah perda karena kalau perda harus masuk dulu propem perda. Itu nunggu setahun dulu tapi kalau perwali seminggu ataupun besok pun kita bisa usulkan melalui dinas pariwisata nanti,” kata anggota dewan dari Partai Gerindra Kota Bogor ini.

Ia menambahkan, ini perlu didorong oleh semua pihak agar terekspose terpublis keluar se-Indonesia bahkan sedunia sehingga wisatawan bisa singgah di sini. “Nah, ketika singgah di sini fasilitasnya seperti apa? Kita mumpuni atau tidak? Aksesnya seperti apa? Tadi saya sampaikan ke Pak Ade langsung silahkan infentarisir dari sisi kebijakan anggaran apa yang perlu pemerintah dorong. Saya sebagai wakil rakyat siap untuk memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan secara mendasar baik promosi atau kebutuhan sarana prasarana dan lain lain. Dan tentu kita harap ini konsisten,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.