Pameran Nujudibumi Semangat Para Seniman Berkarya dari Rumah

0 45

Heibogor.com – Puluhan karya seni rupa dari Perupa Perempuan Bogor and Friend bertajuk bertajuk Nujudibumi#2 dipamerkan di gedung Bogor Creative Center (BCC) pada Sabtu (4/6/22). Sebelumnya pameran Nujudibumi dilangsungkan di Bentara Budaya Jakarta, pada tanggal 13-22 Mei 2022.

Nujudibumi, sebuah kata dari pemampatan bahasa Sunda yang dirangkai dari kata “nuju di bumi” yang berarti “sedang di rumah”. Tajuk tersebut selaras dengan situasi selama pandemi Covid-19, di mana banyak orang yang menghabiskan waktunya di rumah dan mengisinya dengan berbagai kegiatan.

Menurut Frans Sartono, salah satu kurator Bentara Budaya, ada suasana yang mengancam, akan tetapi ada kawan penguat harapan. Ada orang kehilangan pekerjaan, akan tetapi ada suka cita yang dibangun dari pertemanan. Realitas panggung dan apa yang dihadapi kelompok PPB itu kurang lebih sama, nuju di bumi, demikian.

“Sama halnya dengan seniman-seniman Perupa Perempuan Bogor n Friends, mereka tetap berproses dan berkarya walaupun berada di rumah saja. Pameran ini, adalah gambaran konsistensi dari semangat para seniman dalam berkarya dari rumah. Pandemi tidak mematikan kreatifitas seniman, malah menghadirkan energi, emosi dan pemikiran serta konsep baru,” ucapnya.

Di sisi lain, Kepala Program Bentara Budaya, sekaligus wakil Perupa Perempuan Bogor, Ika W Burhan mengatakan, di saat pandemi adalah sebuah jeda yang ‘menguntungkan’ yang melahirkan karya dan konsep baru. Pameran Nujudibumi#2 adalah sebuah langkah bagi Perupa Perempuan Bogor n Friend dalam menghidupkan semangat dan menghadirkan karya kembali ke ruang apresiasi publik yang sudah mulai dibuka untuk umum dalam tatanan normal yang baru.

“Karya-karya yang dipajang kali ini merupakan hasil manifestasi pandemi Covid-19. Kami kan pernah menggelar pameran dengan judulnya ‘waktu kami di rumah’. Nah ini beralih bahasa saja. Kali ini bertajuk ‘Nujudibumi’ yang artinya lagi di rumah,” terangnya. “Ini juga untuk memperlihatkan bahwa kami (perupa) tak cuma diam tapi menghasilkan sesuatu. Anggap saja waktu pandemi ini adalah jeda atau istirahat. Nah, jedanya ini juga membuat konsep baru, melahirkan konsep baru, dan menghasilkan karya baru,” tambah Ika.

Hasil manifestasi itu, sambung Ika, sebagai suatu acuan untuk tetap terus berkarya. Bahkan, pameran ini, menjadi motivasi untuk membawa nama Kota Bogor bisa bersaing dengan kota lain. “Kami pikir kita harus membawa pameran ga cuma di Bogor. Tapi, harus juga mengharumkan nama Bogor ke Jakarta, ke Bandung, suatu hari membawa ke segala macam kota. Sehingga, dari hal ini, mimpi dari para perupa perempuan Kota Bogor bisa terlaksana sebagaimana mestinya. Suatu hari kita harus membuat pameran jauh lebih besar. Itu harusnya ada di Bogor entah setahun sekali entah dua tahun sekali. Semacam hari raya atau hari lebaran kesenian seni rupa. Semua unsur seni rupa hadir di Bogor,” harapnya.

Ia pun berharap ke depan ada infrastruktur untuk mewadahi para perupa Kota Bogor untuk berkarya. “Tempat di Bogor ini belum begitu banyak untuk menampung galeri atau menampung karya para perupa. Jadi, masih itu lagi itu lagi tempatnya. Tidak sebanyak di Bandung atau kota lain,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.