YDAI-RSMM Berikan Pemeriksaan Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Anak Cerebral Palsy

0 66

Heibogor.com – Yayasan Diffable Action Indonesia (YDA) bersama Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Jakarta dan RS Jiwa Marzoeki Mahdi Bogor, menggelar bakti sosial kesehatan gigi dan mulut untuk anak Cerebral Palsy (lumpuh otak) di aula DIKLIT RSJ H Marzoeki Mahdi, Jalan Dr Sumeru, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Minggu (5/6/22).

Sekjen Yayasan Diffable Action Indonesia, Isna mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka 8 tahun Diffable Action Indonesia berkiprah di Bogor Raya juga untuk menyemarakkan HJB ke-540 dan sebagai bentuk rasa syukur karena bisa kembali berkegiatan setelah dua tahun lebih vakum.

Ia menjelaskan, bahwa kesehatan gigi dan mulut pada anak Cerebral Palsy masih kurang. Hal tersebut mungkin disebabkan karena kurang terkontrolnya kebersihan mulut serta adanya kesulitan penanggulangan perawatan yang dikaitkan dengan keadaan mental dan fisik si anak. Dari itu, kegiatan ini diisi dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, pemeriksaan gigi dan gusi, hingga konsultasi dengan dokter gigi. Ada juga sesi interaksi konsultasi tumbuh kembang anak difabel bersama YDAI.

“Yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 50 anak. Dipilihnya anak Cerebral Palsy karena gerakan motorik yang dimiliki penyandang Cerebral Palsy yang berusia 2 hingga 21 tahun terbatas, sehingga mereka tidak bisa merawat gigi serta mulutnya. Dari itu, kami mengandeng teman-teman yang berpengalaman di bidangnya untuk mengedukasi perawatan gigi dan mulut kepada orang tuanya,” terangnya.

Ia meneruskan, tak hanya bergerak dalam bidang kesehatan, Yayasan Difabel Action Indonesia juga bergerak dalam kegiatan pendidikan, ketenagakerjaan dan lainnya. “Nanti di bulan November kami juga akan mengadakan kembali untuk difabel intelektual syindrom, autis lalu dilanjutkan dengan tes IQ yang akan digelar pada Desember mendatang,” ungkapnya.

Sementara, Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Prof. Dr. drg. Burhanuddin Daeng Pasiga,  menjelaskan, Cerebral Palsy merupakan suatu kelainan khusus di mana dia tidak bisa membersihkan gigi seperti anak normal. Maka dari itu perlu ada peranan dari orangtuanya dan perlu ada pengetahuan yang diberikan tentang bagaimana cara pemeliharaan kesehatan gigi pada anak Cerebral Palsy.

Ia menekankan, kesehatan gigi itu berpengaruh pada kesehatan keseluruhannya. Kalau dibiarkan semakin lama akan semakin parah dan semakin rusak giginya. Misalnya kuman-kuman yang ada di dalam mulut anak ini akan berpengaruh terhadap perkembangan organ lainnya. Yang repot nanti itu pas ada kelainan seperti kalau ada sakit sangat sulit ke dokternya kalau tidak khusus. Akan kesulitan untuk merawatnya. Maka pencegahan dan pengetahuan ini yang utama.

“Kesabaran orang tua ini luar biasa. Semua diurus, mandinya, makannya, mungkin ketinggalan memelihara giginya. Dia kan ga bisa pegang sikat gigi ya, anak-anak normal saja kadang suka sulit. Maka orangtua ikut membantu. Kalau pengetahuan orangtua tahu tentang memelihara kesehatan gigi tentu berguna dan bermanfaat bagi anaknya,” ungkapnya.

“Itu yang sangat penting di dalam pemeliharaan kesehatan gigi bagi pasien khusus sehingga FKG tertarik untuk ikut membantu mereka yang berkebutuhan khusus terutama memberikan pengetahuan kepada orangtuanya karena kalau dibiarkan kasian anak anak.  Semoga dengan kerjasama ini bisa membantu,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.