Rawat Tradisi Turun Temurun Kampung Sumurwangi Lamping Kebanjiran Pesanan Cangkang Ketupat Jelang Lebaran

0 120

Heibogor.com –Hari Raya Idul Fitri 1443 H tinggal hitungan hari. Momen hari besar umat Islam itu pun menjadi momentum bagi warga Kampung Sumurwangi Lamping RT.01 RW.11 Kayumanis, Tanahsareal, Kota Bogor, untuk memproduksi cangkang ketupat yang merupakan usaha sampingan atau musiman warga menjelang hari lebaran.

Aktivitas pembuatan cangkang ketupat di kampung ini mulai terlihat dua hari sebelum lebaran. Di beberapa rumah akan terlihat sejumlah keluarga sibuk menganyam daun kelapa atau janur menjadi cangkang ketupat di dalam rumah maupun di teras rumahnya.

Salah satu warga Sumurwangi Lamping, Atoy mengatakan, permintaan cangkang ketupat di tahun ini, lebih bagus dibanding tahun lalu yang mengalami penurunan akibat pandemi dan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tahun lalu penjualan cangkang ketupat hanya sampai sekitar 1500 saja. Di tahun ini, Alhamdulillah meningkat hingga 3000 cangkang ketupat.

“Kami cuma produksi dua hari dengan kapasitas 3000-5000 cangkang dan yang sudah jadi langsung diawa untuk dipasarkan ke sejumlah pasar di daerah Bogor hingga Jakarta. Cuma sekarang kendalanya di bahan. Jadi, ketersediaan janur sangat terbatas,” kata pria yang sudah menjalani usaha ini sejak tahun 90an saat ditemui di kediamannya, Jumat (29/4/22).

Di tempat berbeda, Raisan (48) mengatakan, dirinya mulai produksi cangkang ketupat H-4 sebelum lebaran dengan dibantu anggota keluarganya. Jadi, dua hari produksi kemudian dua hari dipasarkan ke Pasar Bogor. Ia mengungkapkan, ini adalah usaha musiman terutama di momen hari raya Idulfitri dan Iduladha. Ini merupakan usaha turun temurun yang ia jalani sejak tahun 1995. Kalau dihitung kurang lebih ada sekitar 20 kepala keluarga yang memproduksi cangkang ketupat di kampung ini.

“Awalnya mungkin hanya beberapa rumah saja. Karena permintaan pasar juga besar dari situlah usaha pembuatan cangkang ketupat kemudian diajarkan ke anak-anaknya dan akhirnya berkembanglah ke rumah-rumah yang lain,” kata Raisan yang sehari harinya berprofesi sebagai petani ini.

Ditambahkan oleh perwakilan warga setempat Anthoni Chandra, Kampung Sumurwangi Lamping, mempunyai potensi UMKM yang cukup mumpuni yakni produksi cangkang ketupat yang dijalani oleh hampir setiap kepala keluarga di sini dan ini sudah berjalan puluhan tahun.

“Hanya saja saya melihat semua perajin kulit ketupat di sini belum terkoordinasi untuk memproduksi dalam skala besar padahal ini bisa menjadi penunjang perekonomian masyarakatnya. Harapan saya semoga Kampung Sumurwangi ini bisa menjadi salah satu alternatif penghasil kulit ketupat terbesar untuk daerah Bogor dan sekitarnya,” harapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.