Berkah Ramadan Produsen Kerupuk di Kampung Kaum Pandak Panen Pesanan untuk Persediaan

0 57

Heibogor.com – Bulan suci Ramadan membawa keberkahan tersendiri bagi para pelaku usaha yang selalu kebanjiran order saat Ramadan. Salah satu pelaku usaha yang merasakan peningkatan pesanan ialah produsen pembuat kerupuk mi dan kerupuk padang dikarenakan makanan kerupuk ini identik dengan santapan berbuka puasa.

Salah seorang produsen kerupuk, Amir (45) mengatakan, meningkatnya orderan sudah terjadi sejak dua pekan sebelum masuk bulan Ramadan. Biasanya para distributor ataupun konsumen sudah lebih dulu memesan kerupuk untuk persediaan di bulan Ramadan.

“Setiap Ramadan pesanan agak lumayan meningkat. Ada lonjakanlah istilahnya. Kenaikannya bisa sampai 60 sampai 80 persen dari kondisi normal. Normalnya di luar bulan Ramadan produksi kerupuk sekitar 250 kilogram per hari. Nah, di saat bulan Ramadan produksi naik hingga 400 kilogram bahan baku per hari,” bebernya, Rabu (13/4/22).

Bahan baku utama dalam membuat kerupuk mi sambung Amir, yakni tepung sagu atau aci. Harga aci saat ini mengalami kenaikan hingga Rp10 ribu per kilogramnya. Ia menjelaskan, untuk proses pembuatan ada beberapa tahap mulai dari pembuatan adonan. Setelah menjadi adonan kemudian direkatkan menjadi seperti mi. Lalu mi itu dibentuk menjadi bulat kerupuk. Proses selanjutnya dikukus selama 20-25 menit kemudian dijemur. Proses penjemuran ini yang menentukan.

“Butuh makan waktu itu proses penjemuran. Kalau panasnya bagus bisa satu hari kering. Jika dijemur mulai pukul 08.00 WIB pukul 13.00 WIB siang sudah bisa diangkat. Namun, jika mendung atau hujan penjemuran bisa memakan waktu selama berhari hari untuk mencapai kekeringan yang sempurna,” jelasnya.

Masih kata Amir, untuk mengejar target produksi biasanya ia menambah jumlah pekerja. Jika pada hari biasa jumlah pekerja hanya sekitar 4 sampai 6 orang kalau saat ini bisa sekitar 20 orang. Produksi kerupuk mi diperlukan jumlah pekerja lebih banyak dibanding dengan membuat kerupuk yang lainnya. Karena proses pembuatan kerupuk mi ini lebih sulit dibanding dengan kerupuk lainnya. “Untuk pemasaran dan penjualan kita masih di area Bogor dan sekitarnya. Tapi dari tengkulak yang membeli di sini itu dipasarkan lagi ke wilayah Jabodetabek,” ungkapnya.

Diketahui, di Bogor, daerah yang terkenal sebagai sentra penghasil kerupuk mi dan kerupuk padang berada di wilayah Kabupaten Bogor, tepatnya di Kampung Kaum Pandak, Karadenan. Kampung ini, disebut-sebut sebagai kampung kerupuk karena hal itu terlihat dari banyaknya hamparan kerupuk mie dan kerupuk padang berjumlah ratusan yang memenuhi sejumlah halaman rumah warga. Usaha rumahan tersebut diyakini warga sebagai warisan usaha yang diteruskan secara turun temurun.

Jika Anda datang ke kampung ini di pagi hari saat matahari mulai terbit akan terlihat aktivitas warga yang menjemur kerupuk ke halaman terbuka. Di sisi lain terlihat kaum ibu-ibu sibuk membentuk kerupuk mi. Sedangkan kaum prianya membuat adonan, hingga menyiapkan tungku pengukus sampai pengerjaan penjemuran.

Amir menuturkan, ia menjalani usaha ini sudah sejak lama meneruskan usaha keluarganya. Ia sendiri merupakan generasi ketiga dari kakek buyutnya untuk meneruskan usaha kerupuk ini. “Di Kaum Pandak ini, memang terkenal sebagai penghasil kerupuk mi dan padang, karena ini warisan usaha dari kakek buyut kami yang diteruskan ke anaknya. Kalau sepengetahuan saya dari kakek buyut itu sudah mulai membuat kerupuk di sini dari sekitar tahun 1965,” ujarnya.

Dalam menjalani bisnis kerupuk ini, secara pemasaran tidak ada kendala. Karena biasanya para produsen kerupuk sudah memiliki langganan masing-masing untuk menjual produknya. “Jualnya ke pasar-pasar atau langsung ke konsumen. Karena kan, kalau kerupuk padang yang merah ini untuk lontong sayur. Kalau yang kerupuk mi kuning untuk asinan yang pakai bumbu kacang,” paparnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.