Inovasi Pengusaha Kuliner Kurangi Beban Biaya Listrik dengan Manfaatkan Panel Surya

0 387

Heibogor.com – Banyak pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar atau tutup usaha di masa pandemi Covid-19. Namun, di sisi lain ada juga yang bertahan dengan membuat terobosan dan inovasi. Seperti yang dilakukan produsen roti dan makanan khas timur tengah Ka Nung Bakery Bogor.

Pemilik usaha Ka Nung Bogor, Cholid Askar mengatakan, kondisi pandemi Covid tentunya berdampak besar pada dunia usaha. Biaya produksi yang tinggi tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang tengah menurun. Untuk menghadapi situasi dan kondisi tersebut, ia pun mulai memutar otak mencari celah-celah mana yang bisa ditekan agar usaha yang dijalani bisa bertahan dan terus berjalan.

“Itu yang kita hadapi sebagai produsen. Bagaimana kita bisa tetap bertahan. Cukup berat memang kondisinya. Satu sisi penjualan menurun, harga bahan baku naik, pengeluaran produksi besar, biaya beban listrik juga besar, belum gaji karyawan. Bikin dilema juga kondisi ini, apakah terus bertahan atau berhenti,” kata Askar saat ditemui di rumah produksi Ka Nung Bakery di wilayah Kelurahan Empang, Kota Bogor, belum lama ini.

Untuk bertahan, sambung Askar, tentunya harus dicari terobosan-terobosan untuk mengurangi tingginya pengeluaran produksi. Maka dari itu, harus ada pos-pos pengeluaran yang bisa ditekan agar usaha ini bisa terus berjalan.

Berlatar persoalan tersebut tercetuslah ide untuk menekan pengeluaran biaya listrik. Alasannya karena hampir semua kegiatan sehari-hari dan penggunaan perangkat elektronik bergantung pada listrik. Apalagi listrik merupakan prioritas utama dalam produksi yang wajib untuk dianggarkan dalam pengeluaran supaya biaya yang dikeluarkan tidak membengkak.

Solusinya dengan pemanfaatan tenaga surya berupa sinar dan panas dari matahari menjadi energi listrik atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Caranya dengan pemasangan solar panel sebagai alternatif pembangkit listrik mandiri berbasis modul surya. Penggunaan panel surya sebagai pembangkit energi terbarukan ini jauh lebih hemat dan menjanjikan.

“Matahari adalah sumber energi yang berjumlah besar dan bersifat terus-menerus tidak terbatas bahkan tidak menggunakan bahan bakar minyak, ramah lingkungan sehingga sangat menghemat pengeluaran,” bebernya.

Ia mengungkapkan, sebelumnya beban biaya listik yang ia keluarkan bisa mencapai Rp5 jutaan per bulannya. Dengan bantuan solar panel kontribusi penurunan dayanya bisa sampai 70 hingga 80 persen. Kelebihan lainnya, beban listrik lebih yang tidak terpakai yang dihasilkan dari penggunaan panel surya bisa di ekspor ke PLN. Jadi, ada namanya meteran exim (ekspor-impor) yang berfungsi untuk menghitung beban listrik lebih dari panel surya yang bisa dikirim ke PLN. Itu alat meteran dan regulasinya pun ada.

“Beban listrik yang kita pakai hanya 3 sampai 4 ribu watt. Sedangkan di sini dari 24 panel yang saya gunakan menghasilkan energi sebesar 12 ribu watt. Masih ada sisa listrik lebih yang tidak terpakai 8000 watt. Itu bisa diekspor ke PLN. Karena kan hanya pakai dari pagi sampai sore. Malamnya baru kita pakai listrik dari PLN, Itu yang impornya. Sisa listrik lebih tadi bisa dikonversi ke listrik yang kita pakai di malam harinya. Jadi, lebih hemat menekan ekonomi dan efisien. Bahkan, bisa tak perlu bayar listrik lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan bantuan teknologi alat ini, beban pengeluaran bisa ditekan. Akhirnya usaha bisa bertahan dan produksi bisa terus berjalan. Meski terjadi kenaikan harga, terobosan dan inovasi harus dilakukan agar bisa bertahan di tengah pandemi dan persaingan dengan kompetitor lain sehingga produknya tetap dicari oleh konsumen.

“Kalau kita ga kreatif akan sulit bertahan. Berinovasi dalam hal apapun. Inovasi dalam produk, inovasi dalam biaya, inovasi dalam bentuk service. Inovation or die. Kalau ga ya kita ga bisa bertahan. Karena tantangan, hambatan, rintangan, gangguan, dan cobaan ini benar-benar kuat sekali. Kita merasakan semua terdampak. Semoga kondisi perekonomian kita cepat kembali normal, cepat pulih, cepat stabil lagi dan semua sektor usaha khususnya di Kota Bogor bisa meningkat kembali. Jika ingin pasang PLTS, bisa lihat atau sharing ke kita sebagai contoh,” imbuhnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.