Geliat Parcel Lebaran Frida Aulia Semakin DIburu Pecinta Fesyen

0 77

Heibogor.com – Bulan penuh berkah menjadi berkah bagi semua lini usaha. Tak terkecuali bagi usaha fesyen yang digeluti oleh desainer asal Kota Hujan, Frida Nursanti Aulia.

Di bawah nama FridAulia Indonesia ketika bulan Ramadan dan saat lebaran yang paling sering dicari adalah jasa pembuatan hampers atau hantaran berupa parcel. Makin meningkatnya permintaan pembuatan parcel di bulan Ramadan membuat bisnis bingkisan lebaran kerapkali menjadi tradisi khas merayakan hari raya Idul Fitri.

Frida mengatakan, jelang lebaran Idul Fitri 1443 H permintaan parcel meningkat pesat. Di minggu pertama Ramadan sudah hampir 1000 pesanan dikirim ke wilayah Jabodetabek dan luar pulau Jawa bahkan ke luar negeri.

“Tahun ini, persiapannya dua minggu sebelum masuk Ramadan. Jadi, saya curi start duluan. Saya sudah menyiapkan Purchase Order (PO) dan 2000 pack parcel lebaran termasuk hampers. Jadi, orang membeli tidak sedikit,” bebernya saat ditemui di workshop Neng Geulis Jalan Bogor Baru, Tegallega, Kota Bogor, Senin (11/4/22).

Frida menuturkan, Ramadan tahun ini, kemasan parcel dibuat lebih cantik, elegan, minimalis, dan simple yakni menggunakan kain tile. Tentunya dengan harga sehemat mungkin. Karena jangan sampai orang membeli karena kemasannya yang bagus tapi isinya tidak sebanding.

“Sekarang kita bermain dengan kain tile, harga lebih murah tapi tetap mewah. Selain itu, juga ada kemasan bok, tas anyaman, dan hampers. Untuk isi parcelnya ada mukena, sarung, sajadah, syal, kerudung, di padukan dengan tumbler, batik, dan produk makanan dari UMKM IPB,” jelasnya.

Karena masih pandemi lanjut desainer ini, 60 persen penjualan secara online dan 40 persennya offline. Untuk konsumen, dirinya sudah mempunyai pelanggan setiap tahunnya. Rata-rata pelanggannya adalah personal di wilayah Jabodetabek hingga luar pulau Jawa. Dan di tahun ini, ada penambahan pengiriman ke luar negeri.

Ia mengungkapkan, lonjakan pesanan biasanya akan terjadi setelah pembagian THR (Tunjangan Hari Raya) turun. Ia pun optimis bisnis parcel ini tidak lagi menjadi bisnis musiman. Melihat tren masyarakat, yang punya tradisi memberikan bingkisan tak hanya saat lebaran saja tapi juga di momen-momen tertentu.

“Saya sendiri sudah menjalankan bisnis parcel ini sejak masih kuliah dan masih eksis sampai saat ini. Meski masih dalam masa pandemi tapi masih ada orang yang ingin memberikan bingkisan kepada orang lain. Karena itu, rasa berbagi lewat parcel tetap ada. Parcel-parcel ini, bisa juga dilihat di gerai Raja FO, Kebun Raya Bogor, Galeri Neng Geulis, dan Aeon Sentul City,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.