Sering Dicari saat Puasa Pemintaan Roti Cane Ka Nung Naik Tajam, Sering Jadi Oleh-oleh Lebaran

0 77

Heibogor.com – Produksi makanan khas timur tengah roti cane atau roti konde di UMKM Ka Nung Bogor, selalu mengalami peningkatan di bulan Ramadan. Jumlah produksi bisa meningkat 2 sampai 3 kali lipat dari hari-hari biasanya disebabkan bertambahnya permintaan konsumen dari luar kota untuk dijadikan oleh-oleh idul Fitri atau lebaran.

Pemilik usaha Ka Nung Bogor, Cholid Askar mengatakan, untuk produksi roti cane atau roti konde sebetulnya sama dengan bulan-bulan lain. Tapi nanti biasanya saat memasuki dua minggu sebelum akhir puasa itu mulai meledaknya. Yang meledak sekarang sambung Askar adalah kulitnya, bahan-bahan bakunya, seperti kulit sambosa, kulit martabak, kulit kebab, kulit pastry. Itu satu bulan setengah sebelum masuk Ramadan sudah mulai banyak pesanan. Sampai sekarang juga masih ramai permintaan.

“Jadi, yang meledak di awal bulan puasa Ramadan itu kulit-kulitan. Nanti dua minggu sebelum akhir Ramadan meledak yang lainnya seperti roti cane karena buat oleh-oleh. Setelah Ramadan baru stabil lagi normal,” terangnya saat ditemui di pusat Ka Nung Bakery di wilayah Kelurahan Empang, Kota Bogor, Kamis (7/4/22).

Pria yang sudah dua kali mendapat penghargaan dari Bogasari di tahun 2015 dan 2021 ini mengatakan, peningkatan produksi bisa sampai 2 hingga 3 kali lipat dari hari-hari biasa. Hal itu disebabkan karena bertambahnya permintaan konsumen untuk dijadikan oleh-oleh lebaran. “Kebanyakan permintaan itu dari luar kota, karena banyak yang mau pulang kampung jadi mereka bawa oleh-oleh,” katanya.

Untuk pemasaran dan penjualan, Askar mengungkapkan, bahwa selama pandemi Covid pemasaran dan penjualan lebih banyak melalui online terutama bekerjasama dengan perusahaan e-Commers seperti Traveloka, Shopee, Gofood dan lain-lain. Cara ini, menurutnya lebih efektif menjaring pembeli dari berbagai tempat. “Kalau lewat online di e-commers – e-commers itu kadang ada diskon-diskon yang menarik pembeli. Diskonnya pun ga tanggung-tanggung ada yang 50 sampai 70 persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, produk makanan khas timur tengah ini, produknya tidak terlalu bersaing ketat di pangsa pasar yang ada. Kenapa selalu ramai dan meningkat di bulan Ramadan? Karena itu tadi di atas ditambah ada unsur timur tengahnya. Jadi, kuliner ini dianggapnya islami.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.