Intip Seluk Beluk Petani Kolang kaling

Aktifitas warga penghasil kolang kaling di Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Memasuki bulan puasa Ramadan, buah kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Hal itu, membuat permintaan kolang kaling di pasaran meningkat di banding bulan-bulan lainnya. (heibogor.com/Andi)

0 242
Warga Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, penghasil kolang kaling melakukan pekerjaannya pada Selasa (5/4/2022) di Gunung Harenos dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. Aktifitas tersebut telah dijalani secara turun temurun oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang pengerjaannya masih dilakukan secara manual atau tradisional dan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari hari. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) salah seorang petani penghasil kolang kaling dari Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, memanjat pohon Kawung untuk mengambil buah Caruluk, Selasa (5/4/2022). Pengambilan dan produksi buah Caruluk menjadi kolang kaling dilakukan langsung di dalam hutan Gunung Harenos dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) memetik buah Caruluk dari pohon Kawung di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Satu pohon bisa menghasilkan 2-3 kuintal kolang kaling. Di awal puasa permintaan kolang kaling bisa mencapai 5-8 kuintal per hari. Berbeda dengan hari-hari biasa di luar Ramadhan yang hanya 1 kuintal. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) memisahkan buah Caruluk dari batangnya sebelum dimasak menjadi kolang kaling, Selasa (5/4/2022). Kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Hal itu, membuat permintaan kolang kaling di pasaran meningkat di banding bulan-bulan lainnya. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) memasukkan buah Caruluk ke dalam tong berisi air untuk di masak selama satu jam pada Selasa (5/4/2022). Produksi buah Caruluk menjadi kolang kaling dilakukan langsung di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) memisahkan buah Caruluk dari batangnya sebelum dimasak menjadi kolang kaling, Selasa (5/4/2022). Produksi buah Caruluk menjadi kolang kaling dilakukan langsung di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. (heibogor.com/Andi)

 

Suasana aktifitas warga penghasil kolang kaling pada Selasa (5/4/2022) di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. Mereka akan berpindah tempat jika pohon penghasil buah kolang kaling telah habis. Kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. (heibogor.com/Andi)

 

Warga mengupas mengupas buah Caruluk penghasil kolang kaling di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Produksi kolang kaling telah dijalani secara turun temurun oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang pengerjaannya masih dilakukan secara manual atau tradisional dan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari hari. (heibogor.com/Andi)

 

Proses pengangkatan buah Caruluk yang telah matang setelah direbus selama satu jam, Selasa (5/4/2022). Selanjutnya buah dikupas untuk diambil kolang kalingnya. Setelah itu, ditumbuk dengan batang kayu lalu direndam menggunakan air yang bening. Produksi buah Caruluk menjadi kolang kaling dilakukan langsung di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. (heibogor.com/Andi)

 

Suasana aktifitas warga penghasil kolang kaling pada Selasa (5/4/2022) di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. Mereka akan berpindah tempat jika pohon penghasil buah kolang kaling telah habis. Satu pohon bisa menghasilkan 2-3 kuintal kolang kaling. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) memasak buah Caruluk supaya matang, Selasa (5/4/2022). Produksi buah Caruluk menjadi kolang kaling dilakukan langsung di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, mulai dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. (heibogor.com/Andi)

 

Warga mengupas mengupas buah Caruluk penghasil kolang kaling di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Produksi kolang kaling telah dijalani secara turun temurun oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang pengerjaannya masih dilakukan secara manual atau tradisional dan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari hari. (heibogor.com/Andi)

 

Pekerjaan mengupas buah Caruluk penghasil kolang kaling di dalam hutan Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Hal itu, membuat permintaan kolang kaling di pasaran meningkat di banding bulan-bulan lainnya. (heibogor.com/Andi)

 

Kulit buah Caruluk yang telah dikupas dan diambil isinya di Gunung Harenos Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (5/4/2022). Kolang kaling berasal dari buah Caruluk dengan ciri-ciri berbentuk lonjong, berwarna putih pucat, tekstur yang kenyal. Memasuki bulan puasa Ramadhan, kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Hal itu, membuat permintaan kolang kaling di pasaran meningkat di banding bulan-bulan lainnya. (heibogor.com/Andi)

 

Warga Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, memproduksi kolang kaling di Gunung Harenos dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB, Selasa (5/4/2022). Di wilayah tersebut produksi kolang kaling telah dijalani secara turun temurun oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang pengerjaannya masih dilakukan secara manual atau tradisional dan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari hari. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) membawa sekarung kolang kaling yang selesai di produksi pada Selasa (5/4/2022). Produksi kolang kaling dilakukan di Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB. Memasuki bulan puasa Ramadhan, buah kolang kaling menjadi salah satu panganan yang banyak diburu masyarakat sebagai santapan berbuka puasa. Hal itu, membuat permintaan kolang kaling di pasaran meningkat di banding bulan-bulan lainnya. (heibogor.com/Andi)

 

Ipang (30) bersama tiga anggota keluarganya beraktifitas memproduksi kolang kaling di Gunung Harenos, Kampung Cijantur, Rumpin, Kabupaten Bogor, dari jam 07.00 pagi hingga jam 13.00 WIB, Selasa (5/4/2022). Di wilayah tersebut produksi kolang kaling telah dijalani secara turun temurun oleh sejumlah Kepala Keluarga (KK) yang pengerjaannya masih dilakukan secara manual atau tradisional dan ini sudah menjadi mata pencaharian mereka sehari hari. (heibogor.com/Andi)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.