Kejuaraan Wushu Tingkat Pelajar Cari Bibit Unggul Atlet Bakal Berlaga di Porprov

0 94

Heibogor.com – Kejuaraan Wushu tingkat pelajar se-Kota Bogor berlangsung selama dua hari dari tanggal 26 dan 27 Maret 2022 di Botani Square sebagai ajang menjaring bibit potensial sekaligus pemanasan bagi atlet wushu Kota Bogor yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang rencananya akan dilaksanakan pada November 2022 mendatang.

Acara yang dibuka langsung oleh Bapak Wushu Indonesia, I.G.K Manila didampingi Ketua Komite Nasional Olaharaga Indonesia (KONI) Kota Bogor, Benninu Argoebie, Pelatih Harmony Wushu Indonesia, Gogi Nebulana dan Ayep Zaki yang ditandai dengan penabuhan gendang. Kejuaraan yang diprakarsai oleh KONI Kota Bogor ini memperebutkan Piala Ketua Umum KONI. Ketua KONI Kota Bogor, Benninu Argoebie menyampaikan, bahwa Wushu merupakan salah satu cabang olahraga andalan yang mana atlet Kota Bogor pada cabang olahraga Wushu menjadi juara umum Pekan Olahraga Daerah (PORDA) pada 2018 lalu.

“Kami tetap ingin mempertahankan posisi itu. Maka dari itu, Wushu ini DIsupport terus untuk selalu mengikuti pertandingan atau menyelenggarakan pertandingan seperti ini,” kata pria yang akrab disapa Benn itu. Di ajang Porprov Jawa Barat nanti, sambung Benn, KONI Kota Bogor mentargetkan 7 sampai 10 medali emas dari cabang Wushu dan berharap bisa menjadi juara umum. Nah, ini adalah ajang try in untuk persiapan ke arah sana sekaligus menjaring bibit potensial.

Ke depan, sambung Benn, rencananya kejuaraan ini akan dirutinkan setiap tahun atau bahkan setahun bisa dua kali. Selain itu, KONI Kota Bogor juga akan menggagas kejuaraan Wushu dengan cakupan yang lebih luas yang bisa diikuti daerah-daerah di seluruh Indonesia. “Pak I.G.K Manila sebagai Bapak Wushu Indonesia yang juga Ketua Dewan Pembina Wushu Indonesia, meminta ada Bogor Open yang bisa diikuti seluruh daerah di Indonesia atau bahkan negara-negara tetangga seperti di Asia. Insya Allah beberapa waktu setelah lebaran kami coba gagas lagi,” ucapnya.

Dia menambahkan, semenjak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dilonggarkan, KONI Kota Bogor berkomitmen olahraga akan tancap gas untuk anak-anak yang sudah lama tidak merasakan atmosfer pertandingan. Ia mendorong untuk ikut pertandingan atau menyelenggarakan pertandingan untuk pengcab-pengcab terutama wushu.

“Kalau melihat animo di kejuaraan ini, rasa-rasanya kita punya masa depan yang cerah untuk Wushu Kota Bogor. Wushu ini bisa menjadi salah satu barometer cabang olahraga yang ada di Kota Bogor. Apalagi saya lihat wushu ini paketnya sudah lengkap. Ada paket prestasi, paket pemasaran, dan paket sport industri. Ini bisa menjadi contoh dari seluruh cabang olahraga lain terutama bela diri,” ungkapnya. Sementara, Pendiri Wushu Indonesia, I.G.K Manila menuturkan, sekarang ini, cabang olahraga wushu masuk ke dalam 14 cabang olahraga yang diunggulkan di tingkat nasional. Artinya ada peningkatan dan kemajuan.

“Saya melihat Kota Bogor sudah bisa mewakili Jawa Barat, malah di Jawa Barat juara umumnya dari Bogor. Jadi, perkembangannya sangat bagus dan ini tidak lepas dari jasa ketua KONI Kota Bogor dan pelatih Gogi yang dia adalah atlet nasional juga atlet dunia,” kata Manila. Ia pun mengapresiasi KONI Kota Bogor yang bisa menggelar kejuaraan ini. Di mana dalam konteks Covid-19 KONI bisa mengadakan di mal, tempat orang banyak bisa menyaksikan atlet-atlet Wushu. Ia pun berharap olahraga ini terus berkembang dan kejuaraan ini bisa digelar satu tahun dua kali.

“Saya mengharapkan ada kejuaraan Bogor Open. Terbuka siapa saja boleh ikut. Saya bangga sekali bisa menyaksikan adik-adik muda junior. Mereka adalah harapan dan atlet-atlet kita di masa yang akan datang. Jadi, kita persiapkan dari sekarang. Mudah-mudahan melalui kejuaraan ini wushu terus berkembang dan maju dan lebih banyak lagi melahirkan atlet-atlet berprestasi,” harapnya. Dia berpesan, membina olahraga itu tidak boleh seperti membalik telapak tangan. Tidak bisa instan dan jangan menggampangkan. Tapi harus bertahap, harus dibuat, dilatih, semua membutuhkan proses, bukan ditemukan.

“Jadi, kita siapkan, kita bina mereka agar mereka berjuang untuk masa depannya. Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, fokus, konsentrasi dan tidak melupakan pendidikan di sekolah. Prestasi dan kesuksesan bisa didapat dengan latihan yang keras, pelatih yang bagus, dan dukungan sarana prasaran yang baik,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pelatih Harmony Wushu Indonesia, Gogi Nebulana menjelaskan kejuaraan ini, diikuti 90 peserta tingkat SD hingga SMA dan atlet Porda se-Kota Bogor. Ada 60 medali emas yang diperebutkan dari beberapa kelas yang dipertandingkan seperti kelas tangan kosong, senjata pendek, senjata panjang, jurus bangau, harimau, dan jurus lembut.

“Walaupun kejuaraan ini bersifat lokal, tapi serasa kejuaraan nasional jadi, ini adalah ajang uji coba atlet sekaligus ajang pembinaan atlet-atlet Wushu di Kota Bogor sangat menggembirakan melihat anak-anak berkegiatan apalagi olahraga. Tentunya ini bisa memotivasi anak-anak untuk berprestasi dan berbuat yang terbaik serta positif untuk hidupnya, masa depannya, dan juga untuk bangsa ini,” kata Gogi.

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.