Kontes Domba Garut Ajang Bergengsi Peternak hingga Bisa Raup Ratusan Juta

0 122

Heibogor.com – Memiliki domba Garut yang dirawat dan dilatih untuk menjadi domba tangkas (laga) tentunya memerlukan perawatan khusus karena hal tersebut akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas domba yang dihasilkan. Hal itu, dikatakan Dundun Abdillah (50) peternak domba Garut Arsi Tani Farm di Perumahan Pakuan 2, Kelurahan Pakuan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Dijelaskan Dundun, dalam perawatan domba Garut untuk seni ketangkasan, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, perawatan untuk domba berusia di bawah 2 tahun dan yang kedua perawatan untuk domba di atas 2 tahun. Perbedaan perawatannya tidak banyak. Intinya perawatan yang diberikan untuk kesehatan, pertumbuhan, dan penampilan baik itu untuk domba kontes ataupun yang bukan. “Kami mulai merawat domba di usia 3 bulan. Kemudian di bulan ke 6 atau ke 7 itu kita cukur semua bulu asalnya. Perawatan yang dilakukan ini merupakan perawatan standar penghobi domba Garut,” ujarnya, Sabtu (19/3/22) pekan kemarin.

Perawatan untuk domba berusia di bawah 2 tahun lanjut Dundun, itu meliputi pencukuran bulu di sekitar tanduk. Ada istilah dibutrik di sekitar tanduk saat domba masih kecil agar menghasilkan tanduk besar dan kekar. Karena selain bentuk tubuh kekar berotot, salah satu faktor pelecut harga fantastis domba Garut kontes adalah tampilan tanduknya yang besar dan kekar. Itu menjadi nilai jual paling tinggi, sebab orang pertama kali melihat tanduknya.

Setelah dibutrik, perawatan selanjutnya domba dimandikan menggunakan sabun atau shampoo yang tidak terlalu membuat iritasi pada kulit, kemudian kukunya dipotong. Setelah itu, dijemur selama dua jam. Itu untuk kebersihan supaya kesehatannya terjaga. Minimal sebulan sekali atau bagusnya dua minggu sekali.

“Salah satu yang utama itu di bulu. Yang dibiarkan itu bulu leher sampai dada termasuk dengan jenggotnya itu juga dibiarkan. Pencukuran maksimal tiga bulan sekali atau dua kali agar supaya tetap pendek bulu badan. Yang dibiarkan bulu lehernya saja sebelah depan. Kemudian tanduknya diberikan minyak. Kalau di domba Garut kelas penghobi perawatannya seperti itu,” jelasnya.

Dundun memaparkan, untuk domba kontes, pembentukan atau perbaikan tanduk dilakukan di usia 2,5 tahun. Jadi, disimetriskan ketika pertumbuhan habis. Di samping itu, kebutuhan pakannya seperti rumput dan daun-daunan juga harus tercukupi. Termasuk pakan tambahannya seperti ampas tahu, konsentrat, dan singkong agar mendapatkan bobot tubuh dan penampilan yang ideal sesuai dengan kelas domba yang akan dipertandingkan.

“Jadi, pakan yang memiliki kandungan mineral, protein, vitamin untuk pertumbuhan itu harus cukup. Dan domba yang siap untuk kontes biasanya diberi energi yang agak tinggi kalorinya supaya ototnya bagus. Jika bentuk badannya bagus panjang dan besar masuk kelas A. Namun jika kurang paling masuk kelas B dan C,” kata Dundun.

Ia meneruskan, untuk domba tangkas juga diberikan latihan fisik setiap hari maksimal dua hari sekali. Latihannya lari mengitari lapangan, dipijat, lalu seminggu sekali ada renang, ada juga dikeluarkan pada malam hari biasanya sepertiga malam terakhir sampai subuh. “Dengan perawatan yang benar domba Garut bisa memiliki tampilan badan yang bersih, kekar, bertanduk besar dan keempat kakinya sehat dan kuat. Maka tak heran harga satu ekor domba Garut bisa meningkat drastis dari puluhan hingga ratusan juta per ekor. Terlebih saat domba menjadi juara di seni ketangkasan domba garut,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.