Harmony Wushu Indonesia Bawa Seni Budaya Seimbangkan Beladiri dengan Alam

0 139

Heibogor.com – Salah satu seni budaya dari luar yang berhasil berkembang di Indonesia adalah seni beladiri wushu atau yang familiar di Indonesia disebut kungfu. Seni beladiri khas Tionghoa itu, tak lagi identik dengan seni berperang tapi sudah menjadi cabang olahraga yang ditujukan untuk pembentukan watak dan mental serta edukasi yang mengarah pada prestasi dan prestise.

Wushu memiliki sejarah panjang di Indonesia, dan salah satu kota yang mencatat sejarah perkembangan wushu di Indonesia adalah Kota Bogor. Banyak akulturasi budaya oriental dari negara luar yang masuk dan bercampur dengan budaya Indonesia. Hal itu, membuat Indonesia kaya akan keanekaragamannya.

Di Kota Bogor ini terdapat perguruan yang telah mencetak atlet-atlet terbaik juara Indonesia, Asia, hingga dunia. Perguruan itu, bernama Harmony Wushu Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Pajajaran No.21, Babakan, Kecamatan Bogor Tengah.

Sejarah Perguruan Harmony Wushu Indonesia

Perguruan Harmony Wushu Indonesia yang mulanya bernama Silat Laras Jagad didirikan oleh Kho Kiong An (Swastika Ananta) pada tahun 1980-an di Tembagapura, Papua, Irian Jaya. Beliau mewarisi ilmu wushu dari ayahnya yang bernama Kong Pu. Dari 12 orang anak-anak Kong Pu, hanya ada 3 orang anak laki-laki yaitu Kho Ping Hoo (Asmaraman Sukowati), Kho Kiong An (Swastika Ananta Christyana), dan yang paling kecil Kho Kiong San. Dari mereka bertiga hanya Kho Ping Hoo dan Kho Kiong An yang memperdalam serta meneruskan ilmu wushu dari ayahnya.

Kakak kandung Kho Kiong An (Swastika Ananta) yakni Kho Ping Hoo (Asmaraman Sukowati) adalah seorang penulis novel dan literatur fiksi silat yang sangat populer di Indonesia. Sebagai bentuk kecintaannya pada wushu, Ia melestarikan seni wushu di Indonesia dalam bentuk sastra. Sedangkan Kho Kiong An (Swastika Ananta) sendiri melestarikan wushu dengan membuat perguruan. Ilmu wushu tersebut ia turunkan juga kepada tiga anaknya, Theta, Gora dan Gogi.

Kebangkitan Wushu di Indonesia

Pada tahun 1992, wushu secara resmi diakui oleh Negara Indonesia, dan menjadi olahraga prestasi di komite olahraga Indonesia. Setelah pindah ke Bogor, pada tahun 1995 Kho Kiong An (S.wastika Ananta) membuka perguruan wushu di Kota Bogor dan mengganti nama Silat Laras Jagad menjadi Harmony Wushu Indonesia.

Nama Harmony Wushu Indonesia sendiri diambil dari nama kakak kandungnya Kho Ping Hoo di mana Hoo itu berarti harmonis, Ping itu sehat, sedangkan Kho adalah marga keluarga. Dinamai harmony dimaksudkan agar wushu itu dikembangkan untuk mengsinergiskan dan mengharmoniskan diri dengan alam serta lingkungan sekitar.

Pada tahun 1998 Harmony Wushu Indonesia diteruskan oleh kedua anak laki-laki Kho Kiong An (Swastika Ananta) yakni Gora Nebulana dan Gogi Nebulana hingga kini. Gora dan Gogi sendiri adalah atlet berprestasi di tingkat nasional dan internasional kelas dunia. Prestasi itu, adalah prestasi tertinggi yang bisa dicapai insan wushu di seluruh dunia. Nama Indonesia pun diakui banyak negara menjadi salah satu negara yang tidak terkalahkan di olahraga wushu.

Selain Gora dan Gogi, Harmony Wushu Indonesia juga berhasil mencetak Edgar Xavier yang sekarang menjadi murid terbaik karena meraih juara Asian Games, Sea Games, PON, dan kejuaraan dunia. Lalu ada Zoura juara dunia 4 kali junior dan PON. Sebelumnya, atlet terbaik lainnya ada Andrie Mulianto (murid Gora dan Gogi) menjadi juara nasional dan internasional. Murid Gora dan Gogi lainnya yakni Erwein Wijayanto juga berhasil merebut medali emas level dunia di The 2nd World Wushu Junior Championship 2008 Bali. Juga Kelvin Young peraih juara emas Youth Olympic 2014. Kejuaraan itu, diikuti 44 negara di dunia. Tercatat, murid Gora dan Gogi telah banyak meraih puluhan prestasi dari juara yunior hingga senior di tingkat provinsi, nasional, maupun internasional.

Tentang Harmony Wushu Indonesia

Pelatih Harmony Wushu Indonesia, Gogi Nebulana menjelaskan, perguruan ini, fokus pada edukasi, prestasi dan kesehatan. Jadi, wushu ini dikembangkan sebagai olahraga yang ditujukan untuk mencari harmonisasi diri dengan alam dan lingkungan sekitar lewat pembentukan watak dan mental.

“Kita bukan hanya membela diri dari manusia saja tapi juga membela diri dari hal lain seperti penyakit yang menyerang tubuh. Kadang kita diserang oleh kelemahan diri kita sendiri. Wushu mengajarkan kita disiplin, kuat, sehat, memperkuat jati diri, karakter, mental, fisik, jasmani dan rohani. Jadi, membela diri itu artinya kita harus sehat dulu,” terang Gogi saat ditemui di lokasi latihan, akhir pekan lalu.

Gogi meneruskan, selain berada di Kota Bogor sebagai pusatnya terdapat juga cabang di daerah Jakarta, Pontianak, Tanggerang, Bekasi, dan Bandung. “Cabang kita di Pontianak ada dua padepokan, di Bogor ada dua, di Jakarta kita kerjasama dengan sekolah-sekolah, itu ada tujuh sekolah. Kemudian di Bekasi dan Bandung,” jabarnya.

Ia menerangkan, di perguruan ini ada kelas pemula untuk anak-anak dari usia 6 tahun. Lalu kelas pembibitan atlet bagi yang sudah lulus jurus dasar. Ada juga level atlet junior, dan level atlet profesional yaitu yang sudah mengikuti Porda, PON, Sea Games, Asian Games, hingga kejuaraan dunia. Latihan untuk pemula itu seminggu sekali. Kalau sudah mulai bisa dan mau naik level bisa seminggu dua kali atau tiga kali bahkan ada yang seminggu enam kali sehingga ada yang menginap di padepokan.

“Jadi, kita bagi berdasarkan keseriusan mereka untuk menjadikan wushu ini sebuah visi misi dan profesi. Kalau untuk anak-anak minimal mempelajari jurus tangan kosong, senjata pendek seperti pedang atau golok, dan senjata panjang seperti toya atau tombak,” paparnya.

Gogi juga mengatakan, event terdekat di bulan Maret ini, ada kejuaraan wushu se-Kota Bogor, kemudian sirkuit nasional di bulan April dan Desember, lalu Sea Games di bulan Agustus, dan Porda di bulan November.

Dikatakannya, sejak wushu masuk Indonesia, banyak orang Indonesia yang minat ingin menjadi atlet dan mereka cepat menyerap ilmu beladiri wushu ini. Terbukti Indonesia menjadi salah satu negara yang berprestasi di olahraga wushu tingkat dunia yang diakui banyak negara.

Prestasi Harmony Wushu Indonesia sudah banyak sekali dan menjadi salah satu histori untuk bangsa Indonesia. Di level dunia untuk pertama kali orang Indonesia mendapat medali emas itu dari Harmony Wushu Indonesia. Termasuk di level asia dan nasional itu juga dari Harmony Wushu Indonesia.

“Sekarang zaman sudah berubah. Wushu bukan lagi untuk berperang tapi fokus untuk olahraga. Meningkatkan humanity adalah hal yang dituju. Karena wushu atau kungfu sejatinya mengikuti zaman dan kungfu meningkatkan kesejahteraan, kesehatan, moral, dan nilai hidup seseorang. Itu ajaran dan pesan ayah saya dahulu,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.