Duh! Dispora Hanya Beri Juara Renang Ngocepat 1 Voucher Belanja

0 243

Heibogor.com – Kejuaraan renang Dispora Cup 2022 mendadak viral. Lantaran hadiah yang diberikan oleh pihak panitia hanya berupa voucher belanja sebesar Rp50 ribu. Mendengar hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar pun angkat suara.

Karnain mengaku akan segera memanggil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, untuk mendapatkan klarifikasi perihal tersebut. “Komisi IV DPRD Kota Bogor merasa penting untuk segera memanggil Dispora, agar polemik tentang hadiah Dispora Cup ini tidak menghambat dan mengganggu semangat berprestasi  para atlet di Kota Bogor,” ujar Karnain, Senin (31/1/22).

Karnain menilai, hadiah berupa voucher Rp50 ribu ini, sangat tidak layak jika dilihat dari aspek kepatutan. Sebab, menurutnya ajang prestasi, event kejuruan yang mengkompetisikan prestasi beberapa nomor lomba cabang olah raga renang ini seharusnya mampu merumuskan apresiasi yang lebih pantas untuk para juara yang berprestasi. Tidak asal ada hadiah, yang terkesan asal-asalan serta tidak mencerminkan kepantasan apresiasi Pemkot (Dispora) terhadap prestasi para peserta lomba. “Ini menyangkut harkat dan martabat Pemkot Bogor dan martabat para juara. Tak sepatutnya para juara diberikan apresiasi alakadarnya,” ungkap Karnain.

Lebih lanjut, Karnain juga menilai dari aspek motivasi berprestasi, seharusnya hadiah yang diberikan tidak sekadarnya saja. Karena hal ini berkaitan dengan motivasi para atlet muda Kota Bogor. Seharusnya, pihak Dispora bisa melipatgandakan nilai hadiah, agar para juara lebih termotivasi untuk berprestasi pada event-event selanjutnya.

Politisi PKS ini juga mengkritik Dispora yang dinilai tidak serius dalam menjaring bakat-bakat muda di Kota Bogor. Di mana seharusnya, event yang digelar dalam skala tingkat Kota Bogor bisa memberikan reward yang lebih besar dan menjadi ajang prestisius. Padahal, jika Dispora meminta dukungan anggaran untuk menyiapkan lomba untuk menjaring bakat muda di Kota Bogor, Karnain mengaku DPRD Kota Bogor siap mendukung.

“Jika panitia dan Kadispora serius mencari bakat atlet berprestasi, seharusnya mengelola event pencarian bakat atlet berprestasi ini didesain dengan matang, dengan dukungan anggaran yang pantas dan menunjukkan martabat event tingkat kota untuk menyelamatkan marwah dan martabat Pemkot Bogor. Kami juga siap mendukung jika memang anggaran itu dibutuhkan,” kata Karnain.

Terakhir, Karnain pun menyampaikan terimakasih kepada pihak Garuda Sport Imdomesia (GSI) yang menginisiasi lomba dan maumengelola event kejuaraan renang dalam membngun prestasi renang di Kota Bogor. Namun ia menyayangkan pihak Dispora yang tidak menangkap dengan respon positif.

Kecaman terhadap kejuaraan renang Dispora Cup 2022 Kota Bogor, yang diikuti 300 orang lebih peserta se-Kota Bogor, di Kolam Renang Mila Kencana, GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada Sabtu (22/1/22) lalu, mendadak ramai menjadi pembicaraan orangtua atlet yang mengikuti kejuaraan tersebut. Pasalnya hadiah yang diberikan panitia hanya berupa voucher belanja sebesar Rp50 ribu. Padahal para atlet diwajibkan membayar biaya pendaftaran senilai Rp60 ribu ke panitia penyelenggara. Ketua Panitia Dispora Cup 2022 Kota Bogor, Sopian Sanjaya angkat bicara mengklarifikasi hadiah yang diberikan kepada atlet di kejuaraan Dispora Cup 2022 Kota Bogor atau Bogor Ngocepat 1.

Pertama, Sopian menjelaskan, kejuaraan renang itu dilaksanakan tidak menggunakan APBD, hanya melalui pendaftaran peserta. Kejuaraan renang tersebut murni aspirasi dan masukan dari PRSI serta klub-klub renang Kota Bogor yang ingin ada lagi event di awal tahun 2022 karena sudah dua tahun  (2020 & 2021) terhenti/vakum akibat pandemi Covid 19.

Ia menerangkan, GSI (Garuda Sport Indonesia) sebagai panitia pelaksana mendapat dukungan untuk melaksanakan kejuaraan renang ini dengan tujuan memberikan upaya pembinaan dan seleksi dalam mencari dan mendapatkan bakat serta potensi perenang dari kalangan pelajar se-Kota Bogor, agar dapat terbentuk kerangka tim yang bisa ikut serta di ajang kejuaraan renang yang lebih tinggi kedepannya.

“Panitia pelaksana dari awal sampai dengan technical meeting sudah menyampaikan kepada seluruh peserta bahwa para juara/pemenang hanya diberikan medali dan piagam saja, tidak ada pemberian uang pembinaan. Panitia pelaksana hanya menyampaikan pesan dari sponsor yaitu Marcopolo dan Alfamart berupa voucher sebagai hadiah hiburan untuk juara/pemenang ke-1 atau peraih medali emas,” jelasnya

Disinggung soal uang pendaftaran para atlet, Sopian menuturkan, bahwa uang pendaftaran digunakan untuk membeli medali, piagam hingga pembayaran lainnya seperti salah satunya untuk pembayaran wasit. “Bukan hanya piagam juara, tapi semua peserta diberikan piagam. Untuk medali khusus juara saja mencapai 110 buah. Belum untuk medali perak dan perunggu, dikali dua berarti ada 220 buah dan ketebalan medalinya juga lumayan besar sekitar 2 milimeter,” bebernya.

Meski demikian, kata Sopian, para atlet yang berhasil meraih juara dalam ajang ini, bisa memanfaatkan penghargaan yang sudah diraihnya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya melalui Jalur Prestasi (Japres). “Penghargaan yang didapat bisa digunakan untuk mendaftar ke sekolah melalui Japres, dan itu sudah sesuai hasil rapat. Dalam penghargaan itu juga ada rekomendasi event, kalau untuk TK-SMP dari Disdik dan kalau SMA lewat KCD. Intinya penghargaan berpengaruh dan bermanfaat,” ujarnya.

Sementara itu,  Kepala Bidang (Kabid) Prestasi Dispora Kota Bogor, Danny Suhendar meminta maaf kepada orangtua atlet atas kekecewaan yang dirasakan dalam ajang kejuaraan renang Dispora Cup 2022 Kota Bogor atau Ngocepat 1. Diakui Danny, ada beberapa orangtua atlet yang langsung mempertanyakan persoalan ini kepada dirinya.

“Kita juga serba dilematis. Tidak ada hadiah dan pihak panitia hanya mendapatkan titip berupa voucher akhirnya diputuskan diberikan hanya untuk juara satu. Ada yang nanya juga tapi setelah dijelaskan akhirnya menerima, sudah dijelaskan di tehnical meeting bahwa hadiah hiburan berupa voucher. Intinya ada kesalahan di technical meeting. Lain kali harus ada uang pembinaan dan yang pasti kami tidak mencari untung,” tutup Danny.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.