Sinar Pancaran Lion Dance Siap Tampil Pukau Penonton Semarakkan Imlek di Pusat Belanja

Lestarikan Seni Budaya dan Kurangi Pergaulan Negatif Remaja

0 453

Heibogor.com – Menyambut tahun Macan Air di perayaan Imlek 2573, grup tari Sinar Pancaran Lion Dance (SPLD) berlatih tarian liong dan barongsai di halaman kelenteng Litang (rumah ibadah umat Khonghucu) Rumpin, Kabupaten Bogor, Sabtu (29/1/22). Latihan dilakukan sebagai persiapan untuk tampil menyemarakkan perayaan Imlek di hotel dan pusat perbelanjaan di wilayah Bogor hingga luar Bogor.

Pelatih SPLD Rumpin, Ko Yoyong mengatakan, latihan ini untuk mematangkan kemampuan pemain dalam memainkan tari barongsai dan liong. Dalan latihan, pertama tama pemain harus melakukan pemanasan agar urat-urat kaki dan tangan lentur. Kemudian menguatkan kuda-kuda. Ini yang utama. Kalau tidak menguasai akan jatuh.

Untuk jumlah pemain lanjut Yoyong, ada sekitar 20 orang termasuk pengiring musik yang memegang tambur, kecer, dan kenong. Rata-rata mereka adalah warga setempat dari tiga kampung. Pemain didominasi oleh anak muda usia 10 sampai 30 tahun.

“Kami melakukan persiapan latihan satu bulan sebelum Imlek. Latihan digelar dua kali dalam seminggu. Latihan dilakukan sebagai persiapan untuk tampil menyemarakkan perayaan Imlek di hotel dan pusat perbelanjaan di wilayah Bogor hingga luar Bogor, dan juga persiapan untuk mengikuti event kejuaraan di bulan Februari dan November mendatang. Kalau untuk kejuaraan kita persiapannya minimal 4 bulan. Kalau untuk job khusus persiapannya cukup satu bulan,” jelasnya saat ditemui heibogor.com, Sabtu (29/1/22).

Sementara, Noviyanti salah satu pemain kecer mengatakan, diperlukan waktu hingga 3 bulan untuk menguasai irama musik. Kesulitannya adalah mengikuti tempo tamburnya dan ketukannya pun berbeda beda. Jadi, itu yang harus dihafalkan. “Di sini jarang ada barongsai. Baru ada grup SPLD Rumpin ini saja. Saya sudah 2 tahun gabung di grup SPLD ini. Saya ikut karena hobi dan memang ada minat untuk gabung. Selain menyalurkan hobi, juga bisa ikut merawat tradisi kesenian ini,” ucapnya.

Ditambahkan oleh Dea Aulia, bahwa alat musik kecer ini, biasa dimainkan paling banyak oleh empat orang di posisi kanan dan kiri dalam dua baris. Untuk lama bermain paling cepet minimal 8 menit. “Jadi, musik yang dimainkan harus sesuai tema dan tarian barongsai. Asyiknya menjadi pengiring musik barongsai,” ujar pemain kecer ini.

Masih di lokasi yang sama, Ketua Grup Litang Sinar Pancaran Lion Dance (SPLD) Rumpin, Darmansyah Wijaya menuturkan, SPLD Rumpin, baru terbentuk pada 1 September 2019. Latihan ini, dilakukan selain untuk menyambut Imlek juga sebagai persiapan untuk mengikuti kejuaraan Fobi di bulan Februari dan November mendatang.

Jadi, di luar momen Imlek SPLD Rumpin tetap menggelar latihan. Karena terkadang suka ada panggilan khusus juga untuk mengisi acara pernikahan, ulang tahun, atau peresmian gedung. “Untuk job tahun ini, ada tapi tidak sebanyak tahun sebelumnya dan Imlek tahun ini kami baru ada dua undangan untuk mentas di hotel dan pusat perbelanjaan,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, sebelum ada pandemi grupnya bisa mendapat undangan mentas di daerah Bogor, Tangerang, Sukabumi dan Jakarta, dengan minimal 15 kali tampil. Untuk tarif berkisar dari Rp2 hingga Rp15 juta tergantung jarak dan permainan yang dimainkan. Apakah permainan lantai, meja, atau tonggak.

“Tapi karena masih pandemi Covid-19, panggilan untuk tampil mentas juga sepi dan kami juga harus mengikuti aturan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan. Meski demikian kami tetap berlatih karena ini adalah tradisi budaya yang harus kita lestarikan dan juga salah satu cabang olahraga yang diminati anak-anak muda. Jadi, bisa mengurangi pergaulan negatif generasi muda sekarang,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.