Atraksi Liong dan Barongsai Perpaduan Seni dan Olahraga Jalin Semangat Kebersamaan

0 389

Heibogor.com – Menjelang Imlek 2573 yang jatuh pada tanggal 1 Februari 2022 mendatang, perayaan yang identik dengan atrasi pertunjukan liong (naga) dan barongsai itu, para pemain liong dan barongsai mulai melakukan persiapan dengan rutin berlatih setiap hari untuk memenuhi undangan pertunjukan di khalayak umum.

Kelompok Kesenian Naga Merah Putih adalah salah satu kelompok pemain liong dan barongsai asal Kota Bogor. Mereka berlatih mematangkan gerakan dan kekompakan antar pemain di sebuah ruang terbuka di wilayah Kelurahan Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor.

Pelatih Kesenian Naga Merah Putih, Adi menjelaskan, para pemainnya melakukan latihan sebulan atau dua bulan sebelum Imlek. Jumlah keseluruhan pemain ada 35 orang. Pemain itu, dibagi dalam beberapa tim. Di mana satu liong yang berukuran panjang 22 meter ini dimainkan oleh 9 orang pemain ditambah 4 orang pengiring musik.

“Dalam satu set mereka bermain selama 10 menit. Yang diperlukan dalam membawakan liong ini adalah kekompakan, ketahanan fisik dan teknik yang mana antara gerakan dan musik harus selaras seirama,” jelasnya saat ditemui heibogor.com di lokasi latihan, Kamis (27/1/22).

Ia meneruskan, latihan dilakukan setiap hari kecuali jika terkendala hujan karena latihan dilakukan di ruagan terbuka dan hanya dilakukan bertepatan dengan momen menjelang Imlek saja. Setelahnya tidak ada latihan. “Jadi, ini bisa dibilang kerjaan musiman saja ya setahun sekali. Di luar itu, tidak ada latihan. Kecuali kalau ada turnamen kita biasa ikut juga. Tapi itu dulu. Sekarang-sekarang sudah jarang ada kegiatan apalagi pas ada Covid-19,” ungkap Adi.

Pemain Kesenian Naga Merah Putih berlatih mematangkan gerakan dan kekompakan atraksi liong di lapangan terbuka di Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Kamis (27/1/22).  (heibogor.com/Andi)

Adi menuturkan, pemainnya kerap diundang untuk mengisi penampilan atraksi barongsai dan liong di berbagai tempat, seperti di pusat perbelanjaan dan hotel. Namun, semenjak ada pandemi Covid-19, undangan permintaan atraksi liong dan barongsai menurun drastis. Dulu sebelum ada pandemi, undangan main bisa sampai puluhan. Jadwal tampil dalam sebulan pun cukup padat.

“Dulu rata-rata jelang dan pas Imlek bisa sampai 30 acara lebih kita tampil baik di Bogor maupun luar Bogor. Sekarang permintaan baru ada 8 acara. Lima hari main di Aeon Sentul City dari tanggal 28 Januari hingga 1 Februari, kemudian di R Hotel Rancamaya, dan mal BTM dua kali,” paparnya.

Meski hanya dilakukan di momen Imlek, Adi menekankan bahwa yang terpenting di kesenian ini adalah mengambil kebersamaannya di samping mengajak anak-anak muda melestarikan tradisi kebudayaan ini agar tidak punah. “Selain perpaduan seni dan olahraga, permainan liong dan barongsai juga bisa membina semangat kerja sama dan disiplin,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.