Mini Pottery Studio Wadahnya Belajar Sekaligus Bisnis Keramik Buatan Tangan

0 82

Heibogor.com – Seni kriya gerabah atau yang juga dikenal dengan kerajinan membuat tembikar atau keramik merupakan sebuah bisnis usaha yang mampu bertahan lama dalam kondisi krisis sekalipun. Bahkan sekarang ini, aktivitas membuat kerajinan dari material tanah liat itu, mulai merambah sebagai hobi dan menjadi alternatif pendidikan di masa pandemi Covid-19.

Adalah Mini Pottery Studio. Salah satu studio seni kriya gerabah yang ada di Kota Bogor yang baru berjalan satu tahun tepatnya mulai dari 21 Januari 2021 lalu. Berlokasi di perumahan Pakuan Hill di wilayah Tajur, Bogor Selatan, Mini Pottery Studio menawarkan program belajar, jasa pembakaran gerabah, dan menerima pesanan pembuatan gerabah berbagai bentuk dan fungsi seperti perabot rumah tangga, pajangan, hingga suvenir.

Pengelola sekaligus pengajar Mini Pottery Studio, Yarah Prihatini menjelaskan, kegiatan di Mini Pottery Studio ini, selain program belajar juga ada produksi gerabah. Untuk edukasi ada empat tehnik yang diajarkan yakni teknik hand building, pottery date hand build, wheel throwing, dan bowl painting (melukis mangkuk). Untuk pembuatan ada dua pilihan cara yang diperkenalkan yakni pembuatan secara manual menggunakan tangan (hand build) dan cara pembuatan menggunakan mesin (wheel throwing).

Pembuatan manual menggunakan tangan (hand build) memiliki beberapa tehnik. Pertama, teknik pinching (dicubit), biasanya untuk pembuatan, mug, gelas, mangkuk. Kedua, teknik slabing yang memakai alat bantu rol kayu penggilas. Ketiga, pilin (Coiling) yakni membuat bentuk panjang. Keempat, tehnik cor seperti membuat cetakan atau patung. Sedangkan yang cara pembuatan menggunakan mesin (wheel throwing) itu tehniknya ada centering maksudnya supaya tanah tepat berada di tengah. Kemudian ada pulling up, pulling down, dan forming lalu pembentukan.

“Bahan material yang dipakai adalah tanah liat berjenis teracotta dan stoneware berwarna putih, abu muda, dan natural coklat. Kelebihan dari seni gerabah ini adalah dari bentuknya yang sangat variatif, unik dan dapat dibuat sesuai keinginan. Di samping itu, mengasah kemampuan sehingga inovasi bentuk dan motif-motif unik gerabah juga ikut berkembang,” ucapnya saat ditemui akhir pekan lalu.

Untuk proses pembuatan, Yarah menerangkan, tanah liat yang sudah di bentuk pakai tangan ataupun mesin, gerabah itu lalu dikeringkan selama satu hari. Setelah kering dimasukkan ke dalam tungku pembakaran. Ini pembakaran tahap pertama namanya bakar biscuit dengan suhu 900 derajat.

“Di sebut biscuit karena gerabahnya masih menyerap air sehingga masih mudah hancur. Tahap pertama pembakaran ini berlangsung selama 8 jam. Setelah 8 jam gerabah itupun tidak langsung dikeluarkan tapi menunggu dulu sampai tungkunya dingin baru gerabah dikeluarkan,” jelasnya.

Ia melanjutkan, kemudian setelah itu, dilakukan proses glasir yang berfungsi membentuk lapisan pada gerabah seperti laminasi. Baru setelah itu, bisa dilukis atau diwarnai. Selanjutnya dibakar kembali selama 10 jam dengan suhu 1.200 derajat. Pembakaran tahap kedua ini namanya bakar matang atau bakar glasir. Setelah itu, gerabah diangkat setelah tungkunya dingin. Proses selesai dan gerabah bisa digunakan.

“Di sini juga nerima jasa pembakaran gerabah. Jadi, bisa dibuatnya di rumah tapi bakarnya di sini. Untuk yang mau belajar bisa menghubungi melalui akun instagram @pipit_pottery. Dengan minimal usia yang mau belajar itu 9 tahun. Sedangkan lama pembelajaran bisa sekali pertemuan hingga empat kali,” terangnya.

Selain memberikan edukasi, dirinya juga memproduksi gerabah berbagai bentuk dan aneka fungsi seperti perabot rumah tangga, peralatan makan dan minum, pajangan, hingga suvenir untuk dijual secara umum.

“Ini dipasarkan secara daring melalui marketplace dan sosial media instagram dengan nama akun @yarapottery. Di samping itu, diketahui dari mulut ke mulut. Yang ready stok ada peralatan makan dan minum. Sedangkan yang custom order biasanya untuk hiasan dekorasi. Untuk kisaran harganya dari Rp50 hingga Rp500 ribu tergantung ukuran, glasir, dan motif,” bebernya.

Ia menambahkan, ke depan ia akan membuat series di setiap momen hari raya seperti imlek, natal, valentine, dan lain-lain. “Jadi, setiap ada hari-hari besar dibikin temanya atau series. Itu yang mau dikembangkan. Seperti di bulan ini, saya coba membuat series yang berkaitan dengan Imlek,” tandasnya.

Mini Pottery Studio

Perumahan Pakuan Hill, Tajur, Bogor Selatan

@pipit_pottery

@yarapottery

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.