Satpol PP Ngamuk Zentrum Nekat Buka Paksa Segel

0 138

Heibogor.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor, melaporkan pihak pengelola tempat hiburan malam (THM) Zentrum di kawasan Pajajaran, Bogor Timur ke Polresta Bogor Kota karena telah merusak segel yang dipasang Wali Kota Bogor, Bima Arya bersama Satpol PP dan pihak kepolisian pada Senin (17/1/22) lalu.

Kasatpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan, perusakan segel dilakukan pada Rabu (19/1/22) sore. Dari itu, pihaknya membawa kasus ini ke ranah hukum karena merusak segel merupakan tindak pidana.

“Ya, kami lakukan langkah sesuai aturan. Hari ini, penyidik kami melaporkan hal itu ke Polresta Bogor Kota,” kata Kasatpol PP pada Kamis (20/1/22) siang.

Agus menerangkan, segel tak utuh diketahui dari adanya informasi warga yang menyebut ada aktivitas di dalam Zentrum. Dari informasi tersebut pihaknya langsung melakukan pengecekan ke Zentrum, dan benar saja setibanya di lokasi segel yang terpasang di pintu sudah terbuka.

“Saat kami periksa dan cek ada karyawan di dalam. Mereka tengah berbincang-bincang. Tidak ada pengunjung karena mereka tidak ada operasional,” terangnya.

Dirinya pun menanyakan alasan pihak Zentrum membuka segel. Mereka mengatakan alasannya tengah bersih-bersih saja. Kemudian dirinya lanjut bertanya apakah boleh membuka segel? mereka hanya menjawab tidak tahu.

“Ya, saya tegaskan bahwa itu tidak boleh. Yang boleh membuka segel itu, hanya petugas Satpol PP Kota Bogor, karena itu segel resmi dari pemerintah,” tegasnya.

Agus juga menekankan, bahwa THM Zentrum ini, disegel permanen tanpa ada batas waktu. “Nah, kalaupun mereka nanti mengajukan untuk buka kembali, kami kaji terlebih dahulu,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya pada Senin (17/1/22) malam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama pihak kepolisian dengan disaksikan wali Kota Bogor, menyegel tempat hiburan malam Zentrum eks Venus di Jalan Raya Pajajaran, Bogor Timur. Selain menyegel, petugas juga menyita sedikitnya 862 botol minuman beralkohol (minol) golongan B (5-20%) dan golongan C (20-55%).

Berdasarkan Pasal 232 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) menyatakan, barangsiapa dengan sengaja memecahkan, membuang, atau merusakkan materai yang ditempatkan pada barang oleh atau atas nama kuasa umum yang berhak, barangsiapa dengan jalan bagaimana juapun membatalkan penuntutan dengan meterai yang seperti itu, dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.