Masih Banyak Program Pemerintah yang Belum Diketahui Warga, DPS Terjun Sosialiasi

0 179

Masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui program-program pemerintah dan anggota dewan, menjadi satu hal yang selalu disosialisasikan oleh anggota DPRD Kota Bogor saat melakukan reses ke daerah pemilihannya.

Seperti yang disampaikan anggota DPRD Kota Bogor daerah pemilihan Bogor Barat, Devie Prihartini Sultani saat melakukan reses masa sidang II tahun 2022 di Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Dalam reses di wilayah tersebut, DPS sapaan akrabnya banyak menjaring aspirasi masyarakat dan mendapatkan sejumlah persoalan warga yang belum bisa diselesaikan secara efisien karena tidak mengetahui program-program pemerintah.

“Seperti reses sebelumnya, sekarang juga saya menyampaikan program-program yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama mensosialisasikan program-program yang ada di komisi IV yang membidangi kesejahteraan rakyat,” ujarnya seusai reses, Rabu (19/1/22). DPS mengatakan, hal ini menjadi penting lantaran masih banyak masyarakat yang belum teredukasi program pemerintah dengan baik. Seperti masih ada warga yang membuang kotoran dari toilet langsung ke selokan.

Padahal Curug Mekar ini adanya di tengah kota, di samping perumahan-perumahan bagus tapi masih ada hal seperti itu. Ini juga harus diedukasi bahwasannya setiap membangun rumah mereka harus mempunyai septitank. Karena itu efeknya pada kesehatan pasti kurang baik. Lalu di sisi lain berkaitan dengan pendidikan pelayanan kesehatan ataupun bantuan sosial bagi masyarakat.

“Iya baik soal informasi (kepesertaan) BPJS PBI, bansos, BNPT, bagaimana cara mereka harus mendapatkannya, termasuk dengan aplikasi terbaru SOLID pun kita sosialisasi bersama dengan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan juga dari Kelurahan Curug Mekar,” paparnya.

Menurut politisi NasDem ini, untuk masyarakat tidak boleh merasa lelah dan harus terus bergerak turun ke lapangan. Tidak hanya pada saat reses saja, di lain waktu ketika ada kesempatan dirinya akan terus menjaring aspirasi masyarakat dan juga mengedukasi program-program yang bisa didapatkan masyarakat.

“Alhamdulillah setelah mendapat informasi mereka jadi tahu. Seperti cerita pak Iyan bahwa dia ingin mengajukan beasiswa. Dia datang dulu ke kelurahan, lalu ke dinas. Padahal jika memakai aplikasi SOLID lebih efisiensi waktu, tidak perlu datang ke dinas, sebelum persyaratannya lengkap,” jelasnya. Dirinya juga berharap sesudah adanya aplikasi SOLID ini baik Dinsos, kelurahan dan puskesmas jangan pernah cape untuk mensosialisasikan supaya anggaran yang digunakan untuk aplikasi ini bermanfaat dan benar adanya bagi masyarakat.

“Karena mayoritas warga hampir belum tahu. Jadi, masih manual, warga datang ke kelurahan, setelah ke kelurahan ke Dinsos. Ada persyaratan yang kurang, nanti balik lagi. Kalau mereka tahu program pemerintah mereka tidak lagi ribet karena ada cara yang lebih efisien. Ini yang terus kita edukasi dan sosialisasikan ke warga,” ungkapnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.