Pemain Sepak Bola Amputi Terus Semangat Latihan Meski Masih Kurang Dukungan

0 255

Heibogor.com – Belasan pemain sepakbola amputi yang tergabung dalam Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI) Asosiasi Provinsi (Asprov) Jawa Barat, tengah berlatih di lapangan futsal Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Intelektual (BRSPDI) Ciungwanara, Kabupaten Bogor.

Latihan kembali dilakukan sebagai ajang persiapan seleksi pemain untuk bermain di tim nasional (timnas) Garuda Indonesia. Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) Jabar, Rushermanto Sutomo mengatakan, sekarang ini, pemain difokuskan pada ketahanan fisik, mental dan peningkatan skil kemampuan. Kemudian dari sisi permainan yang harus dibenahi pada pemain yakni penyesuaian dengan tongkat.

“Karena bola tak boleh menyentuh tongkat. Itu yang harus mereka biasakan. Tapi saya lihat mereka termasuk cepat dalam penyesuaiannya. Tidak sampai sebulan mereka sudah bisa nendang, giring bola. Di samping itu, kita juga bangun mental pemain dan attitude. Karena kita butuh pemain yang bisa bermain secara tim dan attitude yang bagus,” jelas pria yang juga menjabat sebagai Sekjen PSAI ini saat ditemui lokasi latihan di kawasan Karadenan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Minggu (9/1/22) kemarin.

Pria yang akrab dipanggil Tomo ini melanjutkan, turnamen terdekat yang akan diikuti yakni piala Bupati Jember. Turnamen tersebut menjadi tolak ukur bagi pemain untuk menunjukkan kemampuan bermainnya. Karena tidak lama lagi akan ada seleksi untuk timnas Indonesia. Seleksi timnas tersebut untuk persiapan ajang piala Asia di bulan Maret mendatang sebagai ajang kualifikasi piala dunia di Turki pada 2022 ini. Di mana, Indonesia masuk di zona timur bersama Malaysia, Jepang, dan Bangladesh.

“PSAI ini belum lama terbentuk masih kurang di hal supporting terutama segi finansial. Selain itu, kendala lainnya dari sarana dan prasarana karena pemain kita ini berasal dari beberapa daerah. Mereka yang datang dari luar daerah harus mengeluarkan biaya sendiri untuk datang latihan dan menginap. Lokasi latihan kita juga belum ada yang tetap. Jadi, selama ini kita jalani masih secara mandiri,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Komite Humas dan Media PSAI Pusat, Vicente Mariano menambahkan, turnamen dan agenda yang akan diikuti adalah kali pertama sejak Induk sepak bola amputi, PSAI yang sebelumnya bernama Indonesia Amputte Football (INAF) sah terbentuk. Yang pertama, persiapan untuk seleknas untuk timnas Garuda Indonesia pada 16 Januari ini. Yang kedua, mengikuti piala Bupati Jember pada 25-30 akhir Januari ini.

Vicente melihat, dari sisi pemain Jawa Barat ini, semangatnya sudah ada tinggal dukungan dari berbagai pihak terutama Dispora agar sepak bola amputi ini, dapat lebih menunjukkan eksistensi dan prestasinya. Tentunya hal itu akan menjadi motivasi juga bagi para pemainnya.

“Untuk tim Asprov Jabar, kita mempunyai sekitar 30 pemain dari beberapa daerah di Jawa Barat. Diantaranya selain dari Bogor, juga ada dari Bandung, Depok, dan Sukabumi. Klasifikasi pemain ada dua yakni Amputte dan Les Autres. Di sini kita ingin menunjukkan bahwa PSAI juga bisa memberi warna untuk pesebakbolaan nasional yang menorehkan prestasi dan menjadi inspirasi bagi disabilitas lainnya,” tandasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.