Atlet Tenis Meja Difabel Berlatih Siap Berlaga ke Peparda dan Target Raih Emas

0 502

Heibogor.com – Salah satu atlet tenis meja difabel di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Bogor, mengikuti sesi latihan pada Sabtu (25/12/21) di kawasan Indraprasta, Bogor Utara, sebagai persiapan mengikuti Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2022.

Ketua NPCI Kota Bogor, Kusnendar mengatakan, Peparda ini adalah sebuah ajang untuk menyaring atlet terunggul dari setiap provinsi dan kota/kabupaten menuju ajang nasional.

“Saat ini cabang olahraga tenis meja di NPCI Kota Bogor hanya memiliki empat atlet yang berlatih seminggu sekali setiap hari Sabtu. Latihan yang dilakukan ini, untuk persiapan menghadapi Peparda tanggal 8 September 2022 mendatang di Bekasi,” terangnya.

Sementara ini, sambung Kusnendar, kategori yang diikuti di cabang olahraga tenis meja baru kategori kelas 5 dan kelas 10. Dirinya optimis atlet NPCI Kota Bogor, di cabang olahraga tenis meja ini bisa kembali meraih prestasi berkaca dari Peparda 2018 lalu di Kabupaten Bogor yang berhasil meraih satu perunggu.

“Event Peparda di Kabupaten Bogor, pada tahun 2018 lalu adalah kejuaraan pertama yang kita ikuti untuk cabang olahraga tenis meja. Di situ kita dapat satu perunggu. Itu menjadi motivasi kita untuk lebih giat berlatih. Alhamdulillah dalam latihan persiapan ini ada peningkatan. Kami berharap di kejuaraan nanti bisa memboyong emas,” ucapnya.

Masih kata Kusnendar, bahwa para atlet NPCI Kota Bogor, memiliki potensi yang bagus jika terus diasah dan mendapat dukungan yang baik. Belum lama ini, tiga atlet Kota Bogor, cabang olahraga renang, badminton dan tenis lapang kursi roda mendapat penghargaan dari pemerintah saat memperkuat Jawa Barat, di Peparnas Papua lalu. Ia berharap potensi ini, mendapat dukungan maksimal dari pemerintah maupun stakeholder yang ada.

“Kami berharap fasilitas sarana olahraga yang ramah disabilitas khususnya di Kota Bogor bisa dicukupi. Termasuk dalam hal akomodasi yang masih menjadi kedala bagi para atlet. Kami rasa ini hal yang wajar mengingat kami juga memiliki hak yang sama dengan para atlet yang normal,” harapnya.

Sementara, pelatih tenis meja Ariyanto menambahkan, untuk atlet Kota Bogor, dengan jumlah atlet yang hanya 4-5 orang, dirasanya masih kurang. Contohnya di daksa saja cuma satu. Kemudian di kelas TT 10 dan 7 juga cuma 1. Baru 3. Sedangkan 2 orang lagi masih taraf pembinaan.

“Meski keterbatasan dari jumlah atlet ini tidak menyurutkan semangat kita untuk terus menggali potensi dan prestasi. Target terdekat itu Peparda 2022. Semoga bisa meningkat ya prestasinya,” ujar Ariyanto.

Di sisi lain, sambung Ariyanto, perhatian dan dukungan dari pemerintah juga perlu ditingkatkan supaya motivasi para pembina, pelatih maupun atlet bisa meningkat.

“Sementara ini, kita masih mandiri dalam menutupi kurangnya dukungan dan perhatian. Saya sendiri sebagai pelatih hanya bermodal ikhlas membina para atlet ini, di samping kita kebetulannya satu hobi. Semoga di tahun depan kondisi bisa lebih baik karena kemarin anggarannya dipakai untuk penanganan Covid ya. Insya Allah kita di sini masih tetap semangat,” tandasnya.

Masih di tempat yang sama, salah seorang atlet tenis meja Balya Saefullah (55) mengatakan, dirinya baru bergabung di NPCI Kota Bogor pada 2015 akhir. Kejuaraan pertama yang ia ikuti adalah Peparda 2018 di Kabupaten Bogor. Di kejuaraan itu, ia berhasil menyumbang perunggu untuk Kota Bogor.

Ia mengungkapkan, turnamen yang khusus untuk disabilitas sangat jarang. Apalagi di Kota Bogor. Turnamen yang adapun digelar empat tahun sekali. Seperti Perparda 4 tahun sekali, yang setingkat PON juga 4 tahun sekali.

“Kalau yang kursi roda itu harus nunggu 4 tahun. Beda dengan kelas normal itu banyak. Kalau turnamen lokal jarang ada. Bahkan, saya kira hampir ga ada. Kalau boleh memberi masukan, sering-sering diadakan turnamen khusus disabilitas. Karena kita tak pernah ada event untuk menunjukkan potensi kecuali kejuaraan yang rutin 4 tahun itu. Itu pun harus nunggu 4 tahun,” ungkap pria kelahiran 1966 ini.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.