Duh!Begal Payudara Nekat Beraksi di Jalan Sempit Malabar, Kebelet Kencan Online

0 177

Heibogor.com – Menyambut Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Polwan Polresta Bogor Kota menggelar rilis kasus yang dialami perempuan di halaman parkir Stasiun Bogor. Tak hanya Polwan, turut juga hadir Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor Sekti Anggraini, Sekda Kota Bogor Syarifah Sofiah, Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Korps Wanita Angkatan Udara (Kowara), srikandi Pol PP dan Dinas Perhubungan.

Kasubag Logistik Polresta Bogor Kota, Kompol Pahyuni mengungkapkan, pihaknya menerima laporan tadi malam. Kejadiannya bermula saat pelaku PYP (27) yang membawa motor berpapasan dengan dua wanita di jalan sempit arah dari Jalan Pajajaran menuju Jalan Malabar. Karena jalan sempit, dua wanita tersebut yakni korban A dan saksi N menepi untuk memberikan jalan kepada pelaku. Namun, di saat melintas pelaku langsung memegang payudara A.

“Dari keterangan saksi, korban saat diremas payudaranya teriak. Karena pas kejadian ada warga yang melihat dan mendengar teriakan korban, pelaku yang hendak melarikan diri dapat langsung ditangkap oleh warga. Pelaku PYP kemudian diserahkan ke Polresta Bogor Kota dan saat ini masih dalam penyelidikan,” papar Pahyuni kepada wartawan di Stasiun Bogor, Selasa (21/12/21).

Pahyuni melanjutkan, dari pengakuan PYP, sebelum melakukan aksi, ia menitipkan anaknya kepada orang tua. Pelaku mengaku bekerja di salah satu rumah sakit di Jakarta sebagai teknisi dan ini adalah kali pertama ia melakukan aksi. “Untuk motifnya kita masih melakukan pendalaman. Indikasinya si pelaku ini, memesan wanita (open BO) melalui chat tetapi salah sasaran. Saat ini, masih kita dalami. Sedangkan barang bukti yang kita amankan ada alat kontrasepsi berupa kondom, handphone, tissue magic dan tas pelapor atau korban. Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 289 Jo 281 dengan ancaman pidana penjara 9 tahun,” jelasnya.

Kepala Kantor Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Sekti Anggraini yang turut hadir di giat rilis ini menyampaikan, sebagai perempuan penegak hukum di Kota Bogor, dirinya berkomitmen untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan terhadap wanita. Seperti yang disampaikan tadi kasus ini masih dalam proses penyidikan. Kepolisian belum mempunyai data yang detail. Dari itu, pihaknya akan menunggu proses penyelidikan. “Kami bertugas dipenuntutan. Yang pasti kami support dan mendukung tindakan kepolisian terutama pelecehan kepada perempuan,” ucapnya.

Sekti mengatakan, kasus di Kota Bogor, didominasi oleh perkara narkoba dan perlindungan anak semacam pencabulan. Sebagai perempuan dirinya menyatakan tidak ada ruang sedikit pun untuk pelaku pelecehan seksual. Untuk para wanita tidak usah malu dan takut untuk melapor. Agar jangan sampai ada korban lain.

“Kemarin ada pelaku pelecehan oleh driver taksi online dan pelakunya sudah tertangkap. Rilis ini, sengaja digelar di hadapan masyarakat agar ada efek jera dari para pelaku dan diharapkan ini bisa memotivasi korban lain untuk berani melapor. Kita pertahankan Kota Bogor yang kita cintai ini menjadi kota yang aman dan nyaman,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Polresta Bogor Kota yang telah bergerak cepat. Dirinya ingin kaum perempuan merasa aman saat berada di ruang atau fasilitas publik maupun di angkutan umum Kota Bogor. “Langkah antisipasi kami nanti di beberapa titik akan kita pasang CCTV. Kemudian nanti ke depan kami akan perbaiki sistem transportasi kami. Kita harapkan Kota Bogor aman dan nyaman bagi perempuan,” pungkasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.