Sopir Taksi Online Nekat Cabuli Janda Anak Satu, Modus Ruqyah Bisa Buang Sihir

0 151

Heibogor.com – Pelaku kasus dugaan pencabulan yang dilakukan seorang sopir taksi online Hendriyanto (54) ditangkap polisi. Hendriyanto ditangkap karena mencabuli EA

(47) yang tak lain penumpangnya. Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy mengatakan, EA awalnya melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Metro Jaya beberapa hari lalu. Dalam laporan korban, penyidik mendapati tempat kejadian perkara di wilayah Kota Bogor, sehingga Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota.

“Tersangka ditangkap di Jakarta. Kami berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk melaksanakan penangkapan terhadap tersangka. Tersangka kini sudah ditahan di Polresta Bogor Kota. Setelah kami menerima laporan (korban) sekarang sedang dilaksanakan pemeriksaan intensif kepada tersangka dan juga para saksi,” papar AKBP Ferdy Irawan, Senin (20/12/21).

Ia melanjutkan, kronologis korban awalnya memesan taksi online dengan tujuan dari Pesanggrahan ke Stasiun Kebayoran Lama pada 16 Desember 2021 lalu. Dalam perjalanan di tengah percakapan, Hendriyanto menawarkan diri untuk mengantar EA sampai rumahnya di wilayah Kota Bogor.

“Jadi, dalam perjalanan pulang ini terjadi obrolan antara korban dengan tersangka. Tersangka mengaku mampu melihat kaitan gaib dan menyampaikan bahwa di tubuh korban ini ada sesuatu yang menempel dan harus dibersihkan,” kata AKBP Ferdy.

Ketika sampai di rumah EA, tersangka diketahui sempat melakukan ruqyah dan memandikan kembang korban dengan iming-iming bisa menyembuhkan korban dari gangguan makhluk halus. Setelah ruqyah selesai korban diajak pelaku keluar rumah dengan niatan mencari makan. Di dalam mobil itu, tersangka melancarkan niatnya dan melakukan pencabulan dengan menyentuh bagian sensitif korban.

“Dari keterangan korban tersangka melakukan pencabulan dengan paksaan dalam mobil setelah diruqyah. Sebenarnya, dalam proses rukiah itu ada dugaan pencabulan lantaran tersangka sudah meraba bagian tertentu tubuh korban.Tetapi untuk pencabulan yang dilakukan secara paksa dilakukan di mobil tersangka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Dhoni Erwanto menuturkan, bahwa korban dan tersangka ini baru pertama kali bertemu. “Kemungkinan besar korban diruqyah, karena korban ini masih teringat-ingat dengan mantan suaminya. Korban ini statusnya janda, di rumah hanya ada satu anaknya saja,” kata Dhoni.

Menurutnya, berdasarkan pengakuan tersangka, tindak pencabulan ini baru pertama dilakukannya. Kejadian itu pun dilakukan karena melihat korban mau diajak ngobrol hingga dilakukan pendekatan secara pribadi. “Dari situlah mungkin tersangka mempunyai niat yang lebih atau melakukan pencabulan,” ucap dia.

Selain mengamankan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa hasil visum korban, menyita barang bukti berupa handphone dan mobil yang digunakan tersangka serta pakaian dari korban. “Kepada tersangka disangkakan Pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana maksimal sembilan tahun penjara,” tandas Dhoni.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.