Alun-Alun Terhubung ke Stasiun Kereta Api Mirip dengan di Eropa

0 106

Heibogor.com – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan pencanangan program Tahan dan Simpan jadi Cadangan Air (Hansip Cai), mencoba Biskita Transpakuan hingga meninjau progres pembangunan Alun-Alun di lahan eks Taman Topi Kota Bogor, Selasa (30/11/21).

“Alhamdulillah satu per satu kontribusi Pemerintah Provinsi Jawa Barat mewujud di Kota Bogor, ada creative center, kemudian ada aspirasi terkait Alun Alun yang dilahirkan di zaman Kang Bima, kita support melalui APBD. Total ada Rp 15 miliar,” ungkap Gubernur yang akrab disapa Kang Emil ini.

Emil menambahkan, Alun Alun Kota Bogor memiliki desain yang luar biasa, seperti konsep-konsep ruang terbuka di Eropa. “Dan yang paling istimewa adalah tetangga-tetangganya. Tidak banyak di republik ini yang Alun Alun ada stasiun kereta api zaman bersejarah tahun 1881 dan ada Masjid Agung. Jadi orang luar kalau saran saya dimotivasi ke Bogornya naik kereta. Jadi, pas keluar dari kereta disambut oleh Alun Alun seperti di Eropa yang luar biasa,” jelas Emil.

“Desainnya modern, menghargai sejarah. Gabungan itu tidak banyak. Saya yakin kalau di buka, pasti ramainya luar biasa. Makanya siap-siap sukses. Saya yakin tinggal promosi di Tiktok, viral, makanya siap-siap heboh. Tantangan berikutnya bagaimana mengatur orang supaya tertib,” tambahnya.

Alun Alun, kata Emil, bisa menjadi ruang demokrasi dan ruang keluarga. “Kalau ruang keluarga, orang datang bahagia. Tidak ada di ruang keluarga orang datang marah-marah. Ketiga, ruang demokrasi ini biasanya yang menikmati kelompok menengah ke bawah. Ingin bahagia tapi murah meriah. Dari pada bahagianya ke mall, mending ke alun alun. Bawa bekal sendiri, anak lari-lari,” kata dia.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengungkapkan bahwa saat ini progres pengerjaan Alun Alun Kota Bogor sudah 80,42 persen. Bima Arya optimistis proyek ini akan rampung pertengahan Desember 2021.

“Kita akan mengintegrasikan antara Alun Alun dengan kawasan sekitar. Tahun depan dirapikan trotoarnya. Kemudian kita akan berbicara dengan seluruh pemilik toko-toko di sekitar sini. Supaya terintegrasi karena kita prediksi ini akan menjadi tempat favorit. Tadi ada saran dari Pak Gubernur agar toko-toko ini juga dihidupkan di malam hari. Kalau siang hari bengkel, malam hari bisa jadi warung (food truck) dan lain-lain,” ujar Bima.

Termasuk nanti harus tetap ada pusat kuliner, PKL yang difasilitasi di sini. “Tempatnya di gedung information center nanti juga ada diorama tentang Kapten Muslihat,” tandasnya.

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.