Green House Tanaman Hias Minaqu Jadi Percontohan Mitra Petani

Dukungan Penuh Pemkot Bogor untuk Pengembangan Pasar Tanamian Hias

0 161

Heibogor.com – Minaqu Indonesia melaunching green house (budidaya tanaman rumah kaca) tanaman hias di Kelurahan Bojongkerta, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (26/11/21). Berkerjasama dengan Bank BJB cabang Bogor, Green house tanaman hias ini, menjadi project percontohan program kemitraan petani tanaman hias binaan Minaqu Indonesia yang rencana ke depannya akan diterapkan di setiap kelurahan di Kota Bogor.

“Minaqu janji akan ada di setiap kelurahan di Kota Bogor. Paling tidak 12 kelurahan sudah cukup. Di sini menjadi contohnya dulu. Kalau sukses baru ke kelurahan lain seperti Rancamaya, Mulyaharja, Kertamaya, Genteng, Ranggamekar dan seterusnya. Mungkin butuh waktu lima tahun, tapi kalau dalam dua tahun kita sudah punya green house dan punya sentra produksi itu sudah bagus,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim yang hadir membuka green house tanaman hias didampingi Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad.

Menurut Dedie, proses pembangunan green house dalam waktu dua bulan ini cukup cepat progresnya. Maka itu, langkah awal ini harus dijlalani dengan sabar. Karena ini sebuah proses maka harus diikuti prosesnya.

Dedie pun memberikan apresiasi kepada Minaqu Indonesia, karena green house yang dibuat sudah mulai produksi dan sebagian lagi dalam persiapan. Namun, Dedie berpesan, yang paling penting dengan dibentuknya mitra tani di Bojongkerta ini, ada perubahan ekonomi yang dirasakan warga. Pertama, harus ada solusi untuk warga terkait dengan permasalahan ekonomi, dan ini menjadi salah satu solusinya. Membangkitkan semangat warga untuk bertani dan berkembang.

Saat ini, Chief Executive Officer (CEO) Minaqu Ade Wardhana sedang berkeliling Eropa untuk mengenalkan tanaman hias kepada buyer-buyer di Eropa sebagai salah satu cara memperluas pasar tanaman hias Indonesia khususnya dari Bogor agar tertarik membeli. “Jadi, Bogor nanti bukan hanya memiliki pasar tanaman hias tapi juga memiliki sentra produksi tanaman hias di Indonesia. Ini siklus ekonomi yang harus kita jaga, pertahankan dan kita perbesar,” ucap Dedie.

Sementara, Direktur Minaqu Indonesia, Yasmin Sanad menjelaskan, peran Minaqu di sini lebih ke avalist atau off taker. Di mana, Minaqu membina para petani tanaman hias termasuk memberi penyuluhan dan pengembangbiakan bibit agar kualitas tanaman yang akan di ekspor sesuai permintaan pasar.

“Pasarnya sudah kita pegang. Saya juga dapat pesan dari Pak Syahrul Yassin Limpo (Menteri Pertanian), Minaqu jangan kaya sendiri tapi harus berbagi dan bekerja sama dengan masyarakat khususnya petani di Indonesia,” ujarnya.

Yasmin mengungkapkan, green house di Kelurahan Bojongkerta yang pihaknya bina ini, insya Allah kalau hasilnya bagus akan diterapkan juga di seluruh kelurahan di Kota Bogor. Minimal 50 petani setiap kelurahannya. Kalau di Kabupaten Bogor, Minaqu sudah punya 1000 petani.

Ia menjelaskan, tanaman hias yang dibudidayakan di sini ada tiga jenis yaitu Philodendron Melanochrysum,  Syngonium White Albo, Syngonium Triking. Tiga jenis itu, dipilih berdasarkan tren di pasaran. Pihaknya menargetkan, per bulan satu petani 300 tanaman setiap jenisnya. Dan ini, tiga sampai empat bulan lagi sudah bisa siap panen.

Yasmin menuturkan, program tersebut untuk berkegiatan sosial dan kemanusiaan terutama meningkatkan taraf ekonomi petani tanaman hias. “Kita akan berikan penyuluhan, dan pengembangbiakan bibit agar peningkatan ekonomi tercapai,” imbuhnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.