Selama Pandemi Angka Kematian Akibat Diabetes dan Stroke Tergolong Tinggi, Batasi Konsumsi GGL

0 186

Heibogor.com – Pandemi Coronaviruses Disease 2019 (Covid-19) telah berjalan hampir dua tahun dengan tidak sedikit mengambil nyawa seseorang. Namun, perlu diketahui selain itu penyakit Stroke dan Diabetes Melitus (DM) pun tergolong penyakit yang memiliki tingkat kematian cukup tinggi.

Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, drg. Firy Triyanti menjelaskan, angka peningkatan kasus DM di Kota Bogor tahun 2019 dan 2020 tidak terlalu tinggi dikarenakan kondisi pandemi yang menyebabkan pasien enggan untuk mengunjungi pelayanan kesehatan.

Namun, angka kematian yang disebabkan oleh penyakit DM meningkat seiring keadaan pandemi Covid-19. “Usia terbanyak penderita DM adalah di atas 55 thn, lebih tinggi jumlah penderita berjenis kelamin perempuan dibanding laki-laki,’ ucapnya saat dihubungi heibogor.com, Kamis (25/11/21).

Fity merinci jumlah penderita Stroke di Kota Bogor tahun 2020 sebanyak 2.034 kasus, dengan peringkat angka kematian urutan pertama akibat penyakit tidak menular, sebesar 164 orang.  Terjadi tren peningkatan kasus dibanding tahun 2019 yaitu 1.026 kasus dan tahun 2018 yaitu 822 kasus.

“Terbalik dengan DM jika lebih banyak diderita oleh wanita maka penyandang Stroke lebih tinggi oleh laki-laki dengan dominan usia yang terbanyak adalah 45 tahun ke atas,” jelasnya.

No Jenis Penyakit 2018 2019 2020 Ket
1 Diabetes Mellitus 13.684 16.931 17.431  
  Jumlah Kematian Akibat DM        47       98    105  
2 Stroke       822   1.026    2.034  
  Jumlah Kematian Akibat Stroke         28      185       164  

 

Firy melanjutkan, masyarakat perlu memahami bahwa kondisi peningkatan kasus PTM tersebut belum dapat disimpulkan sebagai akibat pandemi yang telah berlangsung selama hamper dua tahun ini, karena diketahui bahwa perjalanan terjadinya penyakit tidak menular pada seseorang dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

“Jika seseorang memiliki faktor risiko terhadap penyakit tidak menular seperti kondisi kelebihan berat badan (obesitas), merokok, Jumlah kolesterol yang tinggi dalam darah (Hipercholesterol), maupun tingginya kadar gula darah (Hiperglikemi) yang berlangsung lama bahkan tahunan akan berkembang menjadi penyakit tidak menular seperti DM dan Hipertensi dengan komplikasi lainnya,” paparnya.

Lalu, bagaimana gaya hidup yang dianjurkan seperti mengurangi gula, garam dan lemak. Firy menuturkan sesuai Permenkes No. 30 Tahun 2013 anjuran konsumsi Gula/org/hari adalah 10% dari total energi (200 kkal) atau setara dengan 4 Sendok makan/orang/hari, yaitu 50 gr/org/hari.

Anjuran konsumsi Garam adalah 2.000 mg Natrium 1atau setara dengan 1 sendok teh/orang/hari, yaitu 5 gr/org/hari. Sedangkan anjuran konsumsi Lemak /orang/hari adalah 20-25% dari total energi (702 kkal) atau setara dengan 5 sendok makan/orang/hari, yaitu 67 gr/orang/hari.

Batasi konsumsi gula, garam, dan lemak  dalam seluruh asupan makanan per hari seperti mengurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi, lebih baik konsumsi buah dan sayur sebagai camilan. “Usahakan jangan menambah garam dan kecap pada makanan yang telah tersaji dan anjuran untuk memasak dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang,” imbuh Firy.

Gizi seimbang dengan kampanye “Isi Piringku” yang digaungkan sejak thn 2017 sebagai Pedoman Umum Gizi Seimbang (PUGS), adalah porsi makan yang dianjurkan yang terdiri dari 50% buah dan sayur dan 50% lainnya terdiri dari Karbohidrat dan Protein, sehingga kebutuhan zat gizi yang dibutuhkan tubuh dapat terpenuhi dengan seimbang.

Di samping itu perlu diperhatikan juga cara pengolahan makanan yang aman dengan metode dipanggang, tim, pepes, sup, dan lain-lain. “Hindari penggunaan minyak kelapa sawit yang terlalu sering karena mengandung lemak jenuh atau kolesterol tinggi,” tambahnya.

Gaya hidup yang dianjurkan sesuai dengan semboyan PTM (Penyakit tidak menular) dikenal dengan istilah CERDIK, yaitu :

  • Check Kesehatan secara berkala. (minimal 6 bln sekali)
  • Enyahkan Asap Rokok.
  • Rajin Aktivitas Fisik. (minimal 30 menit sehari)
  • Diet seimbang. (sesuai dengan porsi Isi Piringku)
  • Istirahat yang cukup. (tidur yang cukup selama 7-8 jam sehari)
  • Kelola Stress dengan baik.

Firy mengimbau untuk warga agar terhindar serta mencegah stroke dan DM dan diharapkan masyarakat dapat mengenali tanda-tanda terjadinya Stroke, melaui slogan SEGERA Ke RS, yaitu :

  • Senyum tidak simetris.
  • Gerak separuh anggota tubuh melemah tiba-tiba.
  • Bicara pelo/ tiba-tiba tidak dapat berbicara.
  • Kebas atau baal atau kesemutan separuh tubuh.
  • Rabun pandangan satu mata kabur secara tiba-tiba.
  • Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba atau gangguan fungsi keseimbangan.

“Agar terhindar dari penyakit tidak menular dengan menerapkan pola hidup sehat, menjaga asupan gizi seimbang dengan mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat yang berlebihan serta mengurangi lemak. Input makanan harus diimbangi dengan aktivitas fisik yang rutin sehingga terhindar dari obesitas,” tuturnya.

Kemudian ada hal yang perlu diketahui dan dilakukan jika seseorang terkonfirmasi Stroke dan DM. Firy menuturkan, jika seseorang sudah didiagnosa DM ataupun penyakit tidak menular lainnya, hal yang harus dilakukan adalah :

  • Periksakan kesehatan secara rutin dan Ikuti anjuran dokter.
  • Atasi penyakit dengan pengobatan yang tepat dan teratur.
  • Tetap diet dengan gizi seimbang.
  • Upayakan aktifitas fisik denga aman.
  • Hindari asap rokok, alcohol, dan zat karsinogenik lainnya.

“Selalu diingat bahwa minum obat bagi penderita penyakit tidak menular adalah seumur hidup, meskipun kondisi kesehatannya sudah terkontrol namun obat tidak boleh putus, agar terhindar dari terjadinya komplikasi atas penyakitnya,” tutupnya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.