Jaga Kesehatan Mata saat PJJ di Masa Pandemi Anak Usia Sekolah Dapat Bantuan Kacamata Gratis

0 64

Heibogor.com – Ratusan anak usia sekolah melakukan screening mata dilakukan bagi para peserta yang terdiri dari mulai anak SD, SMP, SMA, pesantren sampai panti asuhan yang dibagi dua kloter, yakni sehari 400 anak diperiksa matanya di Mal Boxies 123, Jalan Raya Tajur, Kota Bogor, Selasa (23/11/21).

Pemeriksaan mata ini untuk melihat seberapa banyak anak yang membutuhkan kacamata, karena anak-anak yang minus atau plus di atas 0,75 dan di bawah 6 saja yang bisa mendapatkan kacamata gratis. “Pemeriksaan mata untuk anak usia 7-18 tahun ini penting sekali, karena di masa Pandemi Covid-19 yang mana anak-anak melakukan pembelajaran jarak kauh (PJJ) butuh upaya agar matanya tetap sehat. Mengingat mereka belajar menggunakan gadget, komputer dan tidak tahu bagaimana posisi membaca dan pencahayaannya,” ujar Ketua Jabar Bergerak, Atalia Praratya.

Atalia mengatakan, ia terkejut dari anak-anak 7-18 tahun yang diperiksa hari ini ada anak yang sampai minusnya mencapai 11 dan plusnya mencapai 7 serta ada juga yang mengalami masalah mata lainnya. Hal yang paling mengejutkan lainnya karena anak-anak ini tidak merasa itu hal aneh atau hal yang perlu diperhatikan. Padahal penting sekali mengetahui kesehatan mata sejak dini.

“Saya kira perlu mengedukasi keluarga, tidak saja untuk kegiatan seperti ini tapi harus dari keluarga sendiri melakukan pemeriksaan mata kepada anak-anak mereka,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, ia terkejut dengan banyaknya anak-anak Kota Bogor yang setelah diperiksa kondisi kesehatan matanya kurang baik, bahkan ada yang minus dan plusnya sangat tinggi. Ini tentu ada hal-hal yang mempengaruhi mulai dari kebiasaan memakai gadget berlebihan, kurangnya pencahayaan di ruangan, posisi membaca dan lainnya.

“Ini menjadi perhatian kita bersama di masa Pandemi Covid-19, PJJ ternyata mengandung risiko. Jadi kami mengingatkan kepada orang tua untuk hati-hati dan turut memperhatikan kesehatan anak-anaknya,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Bogor Timur, Rena Da Frina mengatakan, 800 peserta pemeriksaan mata ini datanya diambil dari puskesmas se-Kota Bogor sebanyak 440 ditambah dengan anak-anak dari pesantren dan panti asuhan. Anak-anak ini dijemput memakai bus Uncal yang titik jemputnya sudah ditentukan dan dikoordinasikan dengan kecamatan, puskesmas dan Dinkes.

“Dari 800 anak ini memang tidak semuanya dapat kacamata karena ada batasannya anak usia 7-18 tahun, plus minusnya 0,75 sampai 6 sementara yang plus minusnya di bawah 0,5 atau diatas 6 tidak dapat kacamata. Kacamata dibuat sebulan karena hasilnya dikirim lebih dulu ke Singapura. Nanti baru dibagikan di kecamatan masing-masing koordinasi dengan puskesmas,” katanya

Sebanyak 500 kacamata dibagikan Jabar Bergerak berkolaborasi dengan Lions Club Bandung Raya, Jabar Bergerak Kota Bogor, RSUD Kota Bogor, Dinkes Kota Bogor, BJB, Teh Pucuk, Le Minerale dan Delimaku.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.