Kerap Semrawut Penataan Jalan Djuanda Kembali Dilengkapi Pedestrian

0 113

Heibogor.com – Wali Kota Bogor Bima Arya melakukan peninjauan pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Bogor. Kali ini, pembangunan pedestrian Jalan Ir. H Djuanda di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (25/10/21).

Proyek yang dibiayai dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2021 ini untuk melengkapi pedestrian  di sisi sebelah kanan yang lebih dahulu dibangun mengitari Sistem Satu Arah (SSA).

Disela kegiatan, Bima Arya menyampaikan, pembangunan pedestrian ini menjadi bagian penataan seputar Jalan Djuanda khususnya di kawasan yang sudah lama dinilai semrawut. “Kawasan ini sudah cukup lama semrawut dikuasai pedagang kaki lima (PKL), kemudahan mobil-mobil yang mangkal dan sebagainya,” ucapnya kepada sejumlah awak media.

Pedestrian ini dibangun sepanjang 825 meter mulai dari depan kantor KPP Pratama hingga SMA Negeri 1 Kota Bogor. Selain jalur pejalan kaki dan aktivitas olahraga juga terdapat jalur sepeda. “Ini  melengkapi pedestrian yang ada di seberangnya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia meminta kepada SKPD terkait untuk memastikan dukungan dari gedung atau perkantoran di sepanjang lokasi pembangunan. Sebab, kata dia, ada penyesuaian untuk pedestarian seperti pada akses masuk dan keluar.

Hal lain, Bima Arya meminta sosialisasi soal sterilisasi PKL di kawasan tersebut. “Bagi PKL sudah lama, direlokasi, tapi yang baru saja digeser, kita lihat karakter PKL-nya, dan semua disosialisasikan dan dikoordinasikan oleh camat dan lurah,” ujarnya.

Sisi lain, untuk progres pembangunan hingga hari ini mengalami deviasi minus 5 persen. Untuk ini, Bima Arya juga meminta pengerjaan sesuai dengan target yang sudah ditentukan. “Saya titip dikebut, semuanya harus positif sesuai jadwal dan kualitas terjaga,” tegasnya.

Bima Arya menyebut bahwa Pemkot Bogor telah mempunyai konsep perencanaan pedestrian untuk di kawasan lainnya di Kota Bogor hingga 2024. Di antaranya kanan kiri Jalan Sudirman, Pemuda dan Ahmad Yani serta Pajajaran.

Adapun skema pembiayaan pembangunan pedestrian tersebut bersumber dari APBD Kota Bogor, APBD Provinsi Jawa Barat dan juga APBN. Dikatakan, pembangunan pedestarian juga akan dilaksanakan di Jalan Pandu Raya mulai dari Parung Banteng hingga Warung Jambu. “Anggarannya ada yang dari kota, provinsi dan kementerian,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor, Chusnul Rozaqi mengatakan, untuk pembangunan pedestrian Jalan Djuanda, pihaknya mendapat bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat senilai Rp6 miliar.

“Bantuannya Rp6 miliar dan pemenang lelangnya sekitar Rp 5,4 miliar. Kegiatan ini dimulai bulan September sampai Desember, pembangunan sudah sekitar 20 persen,” terangnya.

Terkait deviasi minus 5 persen, Chusnul memaparkan bahwa pekerjaan di awal memang cukup berat. Namun dirinya optimis dapat mengejar target pembangunan yang sudah ditentukan. “Pasti terkejar, Insyaallah terkejar.”

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada warga juga perkantoran sekitar. “Kami sosialisasi sudah, dalam pelaksanaannya masih belum fix. Artinya setelah kami sepakati dengan beberapa kantor yang sudah mengikuti dengan rencana kami, dan mereka ada permintaan kami akomodir. Alhamdulillah dua minggu yang lalu sudah beres,” jelasnya.

Ia menandaskan, jalur pedestrian ini memiliki panjang 825 meter dengan ukuran lebar variatif menyesuaikan badan jalan. Antara lain selebar 7 meter, 4 meter dan 3 meter. “Sementara jalur sepeda selebar 1,5 meter, sudah termasuk semua,” tandasnya (**?

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.