Jaga Kebersamaan Jangan Ada Bibit Perpecahan

0 46

Heibogor.com – Pemerintah Kota Bogor melalui Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kota Bogor bersama Stara Institut dan UNDP menyelenggarakan lokakarya tata kelola pemerintahan inklusif. Kegiatan yang digelar selama tiga hari dimulai 22 sampai 24 Oktober 2021 yang berlangsung di Onih Hotel, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang hadir dalam kegiatan pada Minggu (24/10/21) menyampaikan, masyarakat Kota Bogor dalam sejarahnya tidak pernah mengenal perpecahan, kerusuhan antar ras keturunan, sehingga kondisi ini harus tetap dijaga sampai kapanpun. “Ada memang potensi konflik atau perpecahan, tapi kita sudah membangun beberapa forum. Forum-forum inilah yang menjembatani untuk mengurangi potensi adanya bibit-bibit perpecahan,” lanjutnya.

Kegiatan ini, kata Dedie, menjadi upaya memperkuat forum-forum tersebut bagaimana komunikasi dibangun lebih konstruktif dan efektif. “Jadi, tidak boleh ada hal-hal yang menjadi hambatan bagi masyarakat Kota Bogor untuk tidak berkomunikasi yang baik, apapun permasalahan yang dihadapi bisa kita rundingkan sejak awal,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Direktur Riset Setara Institut, Halili Hasan menyampaikan pihaknya sangat senang dengan progres di Kota Bogor yang bisa dilihat dari beberapa indikator. Pertama, ia melihat Pemkot Bogor all out untuk memastikan sejarah Kota Bogor yang toleran tidak terkontaminasi oleh masuknya kelompok-kelompok yang berkecendrungan merusak harmoni di Kota Bogor.

Kedua, Halili melihat dari kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dimana tokoh-tokoh masyarakat bersinergi dan kolaboratif untuk memastikan bahwa kemajuan toleransi di Kota Bogor berjalan sesuai yang diinginkan semua pihak. “Karena kalau kita bicara toleransi termasuk di Kota Bogor apalagi punya sejarah dan real hari ini berdekatan dengan interaksi dengan perubahan di urban, tentu toleransi tidak mengandalkan pemerintah semata. Jadi dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” imbuhnya. Bahkan ketika berbicara soal regulasi, bukan hanya regulasi pemerintah, tapi juga regulasi sosial, katanya.

Soal toleransi, Setara Institut melihat perubahan yang signifikan di Kota Bogor, adalah penyelesaian Gereja Yasmin. Selain soal penyelesaian kasus, menurutnya, ada hal yang menarik lagi dari sebelumnya, yaitu ada mobilisasi sumber daya yang lebih signifikan di level masyarakat.

“Kalau dulu kami melihat ada kecenderungan masyarakat agak acuh tidak acuh dengan peristiwa-peristiwa yang ada di sekitar, tapi hari ini kolaborasi itu semakin kelihatan. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Bagian Hukum dan HAM itu menunjukan ada progres yang signifikan untuk memastikan kolaborasi dan sinergi semua pihak agar Bogor kedepan menjadi lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah Kota Bogor, Alma Wiranta mengatakan, pihaknya bersama dengan Setara Institut dan UNDP ingin membangun image Kota Bogor sebagai ramah keluarga, salah satunya melalui tata kelola pemerintahan inklusif.

“Kita saat ini ingin membangun tata kelola pemerintahan inklusif, artinya membuka partisipasi seluas-luasnya agar masyarakat bahu-membahu bagaimana Kota Bogor bisa bekerja dalam suatu sistem terpadu antara pemerintah dengan masyarakat,” tutur Alma.

Saat ini, pihaknya juga dengan DPRD Kota Bogor tengah melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Bogor Kota Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu, sambung Alma, kegiatan ini menjadi momentum yang hadir untuk berpartisipasi dalam penyusunan naskah akademis raperda.

“Momentum terbaik ini kita manfaatkan bersama dengan seluruh masyarakat yang diwakili tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, aktivis HAM, FKUB dan ASN melaksanakan kegiatan-kegiatan untuk menyusun rencana aksi secara parsial dulu di Kota Bogor. Nanti kita bersama empat kota lainnya, Bandung, Surakarta, Malang dan Makasar. Kota Bogor ini ditunjuk sebagai kota pertama, jadi role model,” paparnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.