Waspada Beragam Penyakit di Masa Pandemi Covid-19 Masyarakat Jangan Lengah

0 53

Heibogor.com – Belakangan ini,  seringkali kita mendapati anomali cuaca yang cukup ekstrem. Dari terik yang membakar kulit, tetiba hujan disertai angin turun setelahnya,. Fenomena ini disebut sebagai dampak dari pemanasan global (global warming).

Saat kondisi badan kurang fit, maka tubuh akan bereaksi terhadap  perubahan cuaca yang drastis tersebut,  seperti batuk, pilek dan demam, biasanya seringkali terjadi saat musim pancaroba atau terjadi perubahan cuaca yang cukup ekstrem.

Disaat pandemi Covid-19  seperti saat ini, seringkali khawatir, apakah seseorang terserang penyakit yang kerap terjadi ketika musim pancaroba atau perubahan cuaca ekstrem atau justru gejala terpapar Covid-19?  Meski diketahui jumlah kasus positif terpapar Covid-19 memang terus menurun namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor meminta agar masyarakat tetap waspada dan jangan lengah menjalankan protokol kesehatan dan menjaga pola hidup bersih sehat (PHBS).

Menyikapi hal ini, Kepala Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno menyebutkan, bahwa pentingnya menjaga imunitas tubuh di kalan masa pandemi saat ini. Apalagi, sambung Retno, begitu dia kerap disapa pergerakan virus masih ada di sekitar kita sehingga ia meminta untuk tetap taat menjaga kesehatan baik untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain.

“Alhamdulillah tingkat kasus Covid-19 terus menurun dan antusias masyarakat mengikuti vaksin tinggi ini merupakan kabar yang sangat menyenangkan karena seperti kita ketahui bahwa hampir dua tahun kita berperang melawan dengan Covid-19 jadi tolong ambil hikmah dari semua ini bahwa pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan kita,” ucap Retno saat dihubungi, Senin (25/10/21).

Karena itu, sambungnya, perlu mengetahui berbagai jenis penyakit yang kerap terjadi saat musim pancaroba juga atau penyakit lain dengan gejala yang mirip corona. Hal ini penting, sebagai pengetahuan awal agar bisa melakukan tindakan yang benar. Retno menuturkan, beberapa penyakit yang kerap muncul saat pancaroba  atau  memiliki gejala yang hampir sama dengan Covid-19 yaitu pertama batuk pilek.

Flu atau pilek merupakan infeksi virus yang menyerang pernapasan bagian atas, hidung dan tenggorokan. Virus yang terjadi pada flu biasa ini berasal dari kelompok virus rhinovirus. Rhinovirus tersebar merata di seluruh dunia. Gejalanya dimulai dari sakit tenggorokan, hidung tersumbat, bersin, batuk terkadang disertai  nyeri otot, kelelahan, sakit kepala atau juga kehilangan nafsu makan.

“Rhinovirus juga menyebabkan sakit tenggorokan. Gejalanya berupa gatal pada tenggorokan, susah menelan  hingga perubahan suara parau atau serak,” jelas Rhino. Kemudian, kata dia, penyakit Demam Berdarah, Malaria dan Chikungunya. DBD atau demam berdarah dengue merupakan penyakit menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus. Genangan air saat musim hujan, merupakan tempat bagi nyamuk untuk hidup dan berkembang biak.

Gejala demam berdarah dengue umumnya meliputi demam tinggi terus-menerus dan tanpa batuk, nyeri otot maupun sendi, sakit perut, serta muncul bintik-bintik merah di kulit. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak.

“Selain DBD,  penyakit yang disebabkan nyamuk adalah Malaria. Penyakit ini disebabkan oleh parasit yang ada dalam tubuh nyamuk. Malaria timbul setidaknya 10-15 hari setelah digigit nyamuk. Gejalanya yaitu menggigil, demam dan sakit kepala, lalu mengeluarkan banyak keringat dan lemas,” papar Retno.

Selain DBD dan Malaria, nyamuk yang membawa virus khususnya virus dengue dan zika juga menjadi penyebab penyakit Chikungunya.  Virus menyebar melalui darah yang menimbulkan gejala berupa demam, nyeri sendi, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan sendi, dan ruam kulit.

Terakhir, Tifoid. Tifus yang dikenal dengan tipes atau demam tifoid merupakan  penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella.  Penyakit ini termasuk penyakit menular. Umumnya melalui konsumsi makanan atau minuman yang sudah terkontaminasi kotoran

Secara umum, gejala-gejala penyakit tipes yaitu; Demam yang meningkat secara bertahap tiap hari hingga mencapai 39°C–40°C dan biasanya akan lebih tinggi pada malam hari. Nyeri otot, sakit kepala, merasa tidak enak badan, sakit perut dan berat badan menurun. Retno menambahkan, untuk pencegahan berbagai penyakit baik disebabkan oleh musim pancaroba dengan gejala yang menyerupai Covid-19. “Di antaranya menerapkan pola makan sehat, mengonsumsi suplemen vitamin, berolahraga kemudian istirahat yang cukup, terapka dan kelola stress,” tutupnya.

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.