Panas Saat Siang dan Hujan Deras di Sore Hari Masih Berlangsung hingga Akhir Desember

0 135

Heibogor.com – Perubahan cuaca dari panas ke hujan yang cepat berubah secara tiba-tiba, menurut Kepala Stasiun Meteorologi Citeko-Bogor, Fatuhri memang merupakan tipikal cuaca di daerah tropis seperti di Indonesia. Hal ini juga merupakan salah satu fenomena yang biasa terjadi saat pergantian musim seperti bulan September-Oktober ini.

Fatuhri menjelaskan, dari prakiraan musim yang dikeluarkan oleh Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, memang untuk wilayah Bogor bervariasi masa awal musim hujannya yaitu mulai dari pertengahan September hingga pertengahan Oktober. Sehingga kondisi atmosfir di sekitar pulau Jawa antara udara kering saat kemarau dan udara basah saat musim hujan masih berfluktuasi.

“Akibatnya kondisi atmosfir masih dinamis. Perubahan dari panas terik ke hujan dan sebaliknya masih akan terjadi hingga benar-benar masuk pada musim hujan pertengahan atau akhir Oktober ini di wilayah Bogor dan sekitarnya,” terangnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/10/21).

Koordinator Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Hadi Saputra menambahkan, prakiraan hujan bulan Oktober, November, dan Desember 2021 berdasarkan hasil pengamatan data hujan dari 230 stasiun dan pos hujan yang terpilih di wilayah Jawa Barat. Prakiraan curah hujan dan sifat hujan itu, dihasilkan dari pengolahan data hujan yang ada (time series) dengan mempertimbangkan dinamika atmosfer skala global atau regional yang setiap pertengahan bulan dibahas dalam pengkajian iklim cuaca bulanan.

Anomali Sea Surface Temperature (SST) Indonesia pada Oktober hingga November 2021 diprediksi didominasi kondisi hangat (anomali positif) dan kondisi anomali positif tersebut melemah menuju kondisi netral mulai akhir tahun. Kondisi SST Pasifik di Wilayah Nino3.4 diprediksi akan didominasi kondisi dingin pada Oktober 2021 hingga Maret 2022 dan kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) netral dan diprakirakan kondisi IOD akan terus Netral dan akan berlangsung setidaknya hingga Februari 2022.

Hasil analisis curah hujan bulan Agustus 2021 lanjut Hadi, umumnya rendah (0-100 mm) hingga menengah (101-300mm) dengan sifat hujan normal (N) hingga atas normal (AN). Prakiraan hujan Oktober-Desember 2021, pada bulan umumnya masih masuk dalam kategori menengah (101-300mm) hingga sangat tinggi (>300mm) dengan sifat hujan normal (N) hingga atas normal (AN).

Analisis indeks kekeringan tiga bulanan (Juni s/d Agustus 2021) dengan menggunakan metode Standardized Precipitation Index (SPI) di Jawa Barat pada umumnya normal. Di samping informasi di atas laporan ini, dilengkapi dengan informasi meteorologi lainnya seperti banyaknya hari hujan, intensitas hujan maksimum, informasi unsur iklim dan windrose yang terjadi selama bulan Agustus 2021.

“Ketepatan prakiraan curah hujan dan sifat hujan serta iklim sangat bergantung pada ketersediaan data. Oleh karena itu, kami mengharapkan pada pihak-pihak terkait agar mengirimkan data curah hujan secara tepat waktu,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.