Pasar Pakuan Jaya Jemput Bola untuk Pedagang Pasar yang Belum Divaksin Covid-19

0 140

Heibogor.com – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) terus menggeber kegiatan program vaksinasi di lingkungan pasar tradisional. Percepatan sentra vaksinasi ke sejumlah pasar itu diharapkan agar pedagang tak perlu harus jauh untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19.

Direktur Utama (Dirut) Perumda PPJ Kota Bogor Muzakkir.mengatakan merasa perlu untuk melakukan jemput bola dengan membuat sentra vaksin di pasar-pasar, lantaran masih ada warga pasar selain pedagang yang belum disuntik vaksin.

“Sebenarnya untuk pedagang di kita itu di atas 80 persen sudah dapat vaksin. Tapi ternyata kan bagian dari pasar ini banyak juga yang sebelumnya nggak kedeteksi. Seperti juru parkir, bongkar muat, kuli panggul dan warga pasar yang selama ini nggak masuk hitungan. Karena kita fokus yang di dalam pasar,” ujarnya, Kamis (30/9/21).

Beberapa waktu lalu, kata dia, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Kecamatan Tanah Sareal bersama Perumda PPJ mengadakan vaksinasi di Pasar Jambu Dua. Selain menjaring warga umum, juga bisa menyasar warga pasar yang beraktivitas di Pasar Jambu Dua.

“Di sana untuk 300 orang. Nah dari situ kita tahu pedagang banyak yang nggak mau pusing daftar online, pergi ke sentra vaksin seperti Puri Begawan, BTM atau lainnya, karena dianggap ganggu waktu berjualan. Ketika kita buat di Pasar Jambu Dua, ternyata para pedagang antusias,” ungkap Muzakkir.

Dengan demikian, lanjutnya, untuk percepatan capaian 20 persen pedagang dan warga pasar yang belum vaksin, pihaknya memutuskan bakal membuat sentra vaksin di seluruh pasar se-Kota Bogor.

Setelah pelaksanaan vaksinasi di Pasar Jambu Dua, kata dia, Blok F Pasar Kebon Kembang juga dijadikan sentra vaksin pada Jumat (25/9/21) lalu, dengan target 300 orang.

Setelah di dua pasar tersebut pelaksanaan vaksinasi diteruskan di Pasar Gunung Batu dan Pasar Bogor. Meskipun secara data, kata Muzakkir, para pedagang di dua pasar tersebut sebagian besar sudah mendapatkan vaksin.

“Jadi ini bukan lagi bicara pedagang pasar saja, tapi bicara warga pasar. Kalau dulu kan KTP harus Kota Bogor, tapi kalau sekarang yang penting beraktivitas di lingkungan pasar, bisa kita vaksin,” tutupnya.

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.