Cegah Penyakit Puskeswan Laladon Berikan Vaksinasi Hewan Penular Rabies, Gratis!

0 119

Heibogor.com – Memperingati World Rabies Day (WRD) atau Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada Selasa (28/9/21) Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Laladon, Ciomas, Kabupaten Bogor, mengadakan vaksinasi dan pengobatan gratis untuk hewan penular rabies (HPR) seperti anjing, kucing, musang, dan monyet.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskeswan Laladon, Dedi Kurniadi mengingatkan masyarakat akan bahayanya penyakit atau virus rabies. Sebab, manusia yang terpapar virus rabies bisa menyebabkan kematian.

“Vaksin ini diberikan untuk meningkatkan kekebalan baik untuk si hewannya maupun pemiliknya. Sebenarnya vaksinasi rabies ini tidak hanya dilakukan pas momen WRD saja, tapi sudah rutin kita lakukan setiap tahun karena ini juga merupakan program pemerintah,” terangnya, Selasa (28/9/21).

Ia menjelaskan, rabies biasanya menyerang sistem syaraf. Ciri-ciri hewan yang terpapar virus rabies selain terus mengeluarkan air liur dari mulutnya, ada juga yang takut air, takut cahaya, lalu ada juga yang agresif. Jika hewannya belum divaksin dan terpapar virus rabies bisa mengakibatkan kematian. Hewan yang terkena rabies umumnya lebih agresif dan mudah menyerang dengan menggigit. Virusnya itu, ada dicairan air liurnya. Begitu tergigit ada luka terbuka bisa masuk ke tubuh. Karena itu, rabies ini menular dari hewan ke manusia.

“Apabila terjadi kasus tergigit hewan yang terpapar rabies maka hewan tersebut harus diobservasi selam 14 hari. Jika sampai 14 hari dia mati kita akan ambil contoh otaknya untuk kita kirim ke lab. Begitupun juga manusia yang tergigit kita sarankan diberi vaksin anti rabies di puskesmas yang menyediakan vaksinnya,”jelasnya.

Untuk pelayanan, sambung Dedi, UPT Puskeswan Laladon melayani cek kesehatan, konsultasi, vaksinasi, operasi, sterilisasi dari hari Senin sampai Jumat mulai jam 08.00 sampai dengan jam 12.00 WIB.

“Selama pandemi ini, layanan kesehatan untuk hewan dibilang meningkat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi. Hanya saja di sini kita belum menerima jasa penitipan hewan. Padahal permintaan banyak. Itu yang menjadi keinginan kita ke depan sebagai pengembangan dari pelayanan kita,” harapnya.

Di sisi lain, drh. Titik Herawati meneruskan, vaksin rabies yang diberikan hari ini sebanyak 100 dosis. Sedangkan dosis yang ditargetkan setiap tahunnya itu sebanyak 250 dosis. “Sasaran vaksinasi hari ini, kita khusus melayani hewan penular rabies yang ada di sekitar wilayah puskeswan Laladon. Syaratnya hewan sudah berusia di atas lima bulan, hewan dalam kondisi sehat, tidak sedang hamil, dan suhu tubuhnya di bawah 39 derajat atau batas toleransinya sampai 39,2 derajat. Di atas itu, kita hanya berikan vitamin pengobatan. Setelah divaksin hewan tidak boleh dimandikan selama dua minggu,” jelasnya.

Sementara, paramedis Teny Dwinoviani menambahkan, vaksinasi ini sebagai tindak lanjut pencegahan. Selain mengamankan hewannya juga mengamankan pemiliknya. Dari itu, UPT Puskeswan Laladon juga rutin melakukan bakti sosial dengan turun langsung ke wilayah. “Saya melihat sekarang ini, antusias warga mengikuti vaksinasi untuk hewan cukup tinggi. Terlihat lebih aware atau lebih sadar dengan kondisi hewan peliharaannya. Bagi pemilik hewan yang hewannya mau divaksin, selama kita vaksinnya ada kita siap melayani dan ini tidak akan dikenakan biaya alias gratis,” tutupnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.