Disdik Harus Gerak Cepat Data Sekolah Tidak Layak Pakai, Murid Harus Terjamin Keselamatan dan Keamanan Selama PTM

0 130

Heibogor.com – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan ambruknya ruang kelas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Otista, Jalan Otto Iskandardinata, Bogor Tengah, Kota Bogor sebelumnya sudah dilakukan inventarisir sekolah yang rusak.

Hanafi menuturkan ada tujuh sekolah yang dilaporkan memiliki kerusakan yang harus segera ditangani. “Variasi. Ada yang tingkat kerusakannya sedikit tapi bisa berimbas ke kelas lain.  Intinya hampir cukup banyak sekolah yang kerusakan ringan. Bidang sarana dan prasarana (Sapras) sudah keliling semua, sudah ada komunikasi. Ada yang secara lisan menyampaikan, ada yang tertulis,” kata mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bogor ini, Jumat (17/9/21).

Sesuai laporan kepala SDN Otista, sambung Hanafi ruang kelas tersebut tidak layak digunakan. Maka dari itu, kelas ini tidak digunakan dan dikosongkan dulu dengan memasang peringatan bertuliskan “Kelas Ini Tidak Layak Digunakan” sambil menunggu perbaikan yang rencana akan dijalankan pada 2022.

Ambruknya atap kelas SDN Otista juga mendapatkan sorotan dari anggota DPRD Kota Bogor dari Komisi IV, Ahmad Rifky Alaydrus dan Anna Mariam yang datang meninjau kerusakan ke lokasi. Berdasarkan laporan dari kepala SDN Otista, bangunan sekolah tersebut belum pernah direnovasi sejak 2004 sehingga diduga ambruknya atap dikarenakan sudah terlalu tua struktur bangunannya.

Menurut Anna, ambruknya atap SDN Otista harus menjadi pelajaran bagi Dinas Pendidikan. Mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) akan segera dimulai di Kota Bogor. Ia meminta agar Disdik segera menyelesaikan revitalisasi sarpras sekolah-sekolah yang ada di Kota Bogor, agar saat PTM nanti tidak ada lagi kasus seperti ini.

Lebih lanjut Anna mengatakan, akan menyisir sekolah mana lagi yang perlu mendapatkan prioritas. Karena menurutnya, semua orang tua ingin mengantarkan anaknya ke sekolah dengan rasa aman. “Untuk sementara, perbaikan atap dua ruang kelas SDN Otista akan menggunakan anggaran dari biaya tidak terduga (BTT). Setelahnya akan dianggarkan melalui APBD untuk perbaikan di 2022,” terang politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya juga datang meninjau SDN Otista. Ia menjelaskan, terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut sudah dilaporkan ke Disdik Kota Bogor sejak Juni 2021 bahwa ada kondisi kelas yang mengkhawatirkan. Setelah itu, Disdik merespon dengan melakukan perencanaan untuk dianggarkan perbaikan di 2022. “Poinnya, pertama kita akan segera anggarkan gerak cepat melalui BTT di BPBD agar ini diperbaiki dulu untuk mengantisipasi juga pembelajaran tatap muka secara bertahap,” ujarnya.

Bima Arya juga meminta Kadisdik Hanafi untuk memasukan checklist kelayakan bangunan dan fasilitas pendukung lainnya sebelum PTM di mulai awal Oktober 2021. “Dicek lagi untuk pemeriksaan fisik bangunan sekolah dari SD, SMP sampai SMA, menjelang PTM. Sekarang dilakukan checklist persiapan tatap muka awal Oktober. Ini memberikan peringatan kepada kita bahwa mungkin saja selama pembelajaran jarak kauh (PJJ) atau daring ada kondisi-kondisi yang tidak termonitor. Maka itu, satu dua minggu ke depan kita fokus mengecek lagi sekolah secara menyeluruh jangan sampai kemudian terjadi sesuatu yang tidak diinginkan ketika tatap muka,” tukasnya.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.