Belajar Tatap Muka Terbatas Harus Dipersiapkan dengan Matang

0 85

Heibogor.com – Pembelajaran tatap muka (PTM) dipastikan harus benar-benar dipersiapkan dengan matang. Tak hanya soal vaksinasi bagi sesmua siswa namun juga adanya izin dari orangtua dan juga kesiapsiagaan pihak sekolah dan DInas Pendidikan (Disdik) dalam kembali belajar luar jaringan (luring) tersebut.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengimbau siswa saat PTM Terbatas dimulai, harus dilakukan secara sungguh – sungguh dan berkolaborasi. Bagaimana mobilisasi para siswa harus diatur skenarionya. Mulai dari naik angkutan umum, berjalan di kawasan sekolah, hingga jajanan mereka.

Persiapan PTM Terbatas ini, kata Dedie, harus dilakukan di semua jenjang. Tidak hanya SD, SMP, dan SMA namun juga dengan perguruan tinggi hingga pesantren.

“Saya mendapatkan informasi dari Forum Rektor Kota Bogor menginginkan juga dilakukan koordinasi bersama. Kenapa, karena didalam syarat membuka pendidikan tatap muka perguruan tinggi diperlukan juga koordinasi dengan pemerintah daerah,” kata Dedie belum lama ini.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, Hanafi mengatakan, dalam rapat koordinasi memunculkan masukan – masukan yang akan menjadi bahan sebelum PTM Terbatas dilangsungkan.

Menurut Hanafi, PTM Terbatas ini bukan hanya tugas dari Disdik. Urusan sekolah tatap muka, bukan hanya dari rumah ke sekolah, namun juga sebaliknya. Sehingga perlu dipikirkan pula, bagaimana mobilisasi siswa dan memastikan siswa langsung kembali ke rumah masing-masing.

Pun hal lain di luar itu, Disdik sudah menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) untuk setiap sekolah. Bagaimana sarana prasarana, seperti fasilitas cuci tangan harus tetap tersedia dengan kondisi baik.

Lalu juga dibentuknya Satgas Covid-19 di sekolah beserta tim asesmen yang diisi oleh komite. Mereka ditugaskan memantau memobilisasi siswa. Mereka pula yang akan mengevaluasi sekaligus yang berwenang memberikan izin selain orang tua siswa itu sendiri.

“Kita juga mengimbau setiap guru untuk melakukan rapid test secara berkala (terutama untuk tim satgas) dan guru  kelas yang kontak langsung mengajar siswa. Mendata dan memastikan bahwa siswa dan guru yang sakit atau merasa tidak enak badan untuk tidak ke sekolah,” urai Hanafi. Untuk kapan waktu pelaksanaan PTM Terbatas ini diberlakukan, Hanafi mengatakan Pemkot Bogor tak ingin terburu-buru sebelum semua teknis dipenuhi. Akan tetapi, terus diupayakan untuk secepatnya dilangsungkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.